Wisata Bersejarah di Gunung Santri: Wisata Religi Makam Ulama Besar Kampung Merapit, Desa Ukir Sari, Bojanegara, Serang, Banten

Wisata Bersejarah di Gunung Santri
Sumber Internet Dokumentasi Gunung Santri Kampung Merapit, Desa Ukir Sari, Bojanegara, Serang, Banten, Indonesia.

Gunung Santri merupakan obyek wisata alam sekaligus religi yang ada di Serang. Kawasan Banten memang terkenal memiliki banyak bukti sejarah perkembangan Islam di Pulau Jawa. Salah satunya adalah yang ada di Gunung Santri.

Di tempat ini terdapat makam seorang ulama besar di masa lalu yaitu Syekh Muhammad Sholeh. Beliau adalah santri dari Sunan Gunung Jati yang juga merupakan salah satu dari Wali Songo.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Berjarak sekitar 25 Km dari pusat kota Serang, dengan bentang alam yang sejatinya tidak termasuk dalam kategori gunung. Memiliki tinggi kurang dari 600 Mdpl, areanya sebenarnya lebih tepat disebut sebagai bukit.

Meski tidak terlalu tinggi namun jalur menuju puncaknya cukup menantang. Kawasan wisata ini selalu ramai yang ingin berziarah. Namun di luar hal tersebut pemandangan di tempat ini pun juga memikat.

Harga Tiket Masuk Gunung Santri

Tidak ada pemberlakuan tarif tiket di tempat wisata religi ini. Wisatawan dapat ziarah atau sekadar menikmati pemandangan dengan gratis, namun wisatawan dapat juga mengisi kotak amal seikhlasnya untuk membantu pengelolaan dan perawatan dari area tempat wisata. Akan ada biaya yang dikeluarkan untuk parkir kendaraan.

Jam Buka Gunung Santri

Tidak ada jam operasional yang berlaku. Wisatawan bisa datang kapan saja. Bahkan banyak juga yang datang berziarah pada malam hari. Namun idealnya untuk berkunjung ketika siang hari dan cuaca cerah. Sebab apabila hujan akses menuju ke puncak sangat licin dan cukup berbahaya.

Sejarah Gunung Santri

Gunung yang dipakai untuk wisata religi selain pemandangannya yang indah, gunung ini juga menjadi saksi sejarah perkembangan Islam, ada sejarah panjang yang meliputi kawasan wisata ini termasuk di balik penamaan Gunung Santri.

Menurut kisah turun-temurun, dulunya ulama besar Syekh Muhammad Sholeh pernah tinggal di gunung ini. Beliau adalah santri atau murid dari Sunan Gunung Jati.

Syekh Muhammad Sholeh diutus langsung oleh gurunya untuk menyebarkan ajaran Islam di wilayah sekitar. Sampai akhirnya Syekh Muhammad Sholeh meninggal dan bersemayam di puncak gunung tersebut. Karena itulah akhirnya tempat ini terkenal dengan nama Gunung Santri.

Saat ini kawasan gunung ini menjadi salah satu wisata religi yang paling tersohor di Serang. Kedekatan Syekh Muhammad Sholeh dengan Sunan Gunung Jati membuatnya dianggap sebagai tokoh Islam paling penting di wilayah Banten.

Gunung Santri tidak pernah sepi dari kunjungan para peziarah. Sensasi berbeda akan terasa jika berziarah ke tempat ini. Karena wisatawan harus mendaki ke puncak dan melewati jalur yang cukup curam.

Baca Juga: Wisata Religi Kampung Ampel, Destinasi Ziarah yang Tak Pernah Sepi

Ratusan Anak Tangga Menuju ke Puncak

Sumber: Internet, Dokumentasi Ratusan Anak Tangga Menuju Ke Puncak Gunung Santri Kampung Merapit, Desa Ukir Sari, Bojanegara, Serang, Banten.

Untuk menuju ke puncak dan melihat langsung makam Syekh Muhammad Sholeh wisatawan harus mendaki. Meski ketinggiannya hanya sekitar 500 Mdpl namun jalur menuju ke puncak cukup menantang.

Kemiringannya mencapai 50 derajat dan membutuhkan stamina yang prima. Akses menuju ke puncak berupa anak tangga. Dengan jumlah setidaknya 500 anak tangga yang menjadi lintasan menuju puncak.

Meski melelahkan, suguhan pemandangan indah di sepanjang perjalanan akan menemani. Hal itu karena tempat ini berada di tengah-tengah gugusan pegunungan yang ada di Banten. Gugusan tersebut memanjang dari pantai dan berakhir di Gunung Gede.

Hijaunya hutan dengan burung-burung yang bernyanyi akan menemai di sepanjang perjalanan. Semakin ke atas panorama semakin indah. Wisatawan dapat melihat gunung-gunung lain yang ada di wilayah Banten.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya: Potongan Sejarah Kolonial yang Menjadi Destinasi Wisata

Makam Syekh Muhammad Sholeh Gunung Santri

Sumber: Internet, Dokumentasi Makam Syekh Muhammad Sholeh.

Sesampainya di atas akan terlihat kompleks makam dari Syekh Muhammad Sholeh. Makamnya sendiri berada di dalam sebuah bangunan yang menyerupai masjid. Bangunannya sangat terawat dan kebersihan di dalamnya sangat terjaga.

Sementara di area sekitar makam terdapat banyak warung-warung yang menjajakan aneka makanan dan minuman. Selain itu ada juga berbagai macam penjaja oleh-oleh. Setelah lelah mendaki dan melaksanakan kegiatan ziarah, wisatawan biasanya duduk bersantai di puncak.

Menikmati keindahan alam dengan sajian aneka makanan dan minuman untuk mengembalikan stamina yang terkuras.

Pesona Laut Utara dari Puncak Gunung Santri

Sumber: Internet, Dokumentasi Pesona Laut Utara Dari Puncak Gunung Santri.

Gunung dengan pemandangan lautan, dari puncak Gunung Santri akan disuguhi pemandangan yang cukup unik dan luar biasa. Gunung Santri berada di wilayah pesisir utara Provinsi Banten. Sehingga wisatawan bisa melihat pemandangan lautan dari puncaknya.

Laut utara Banten dengan berbagai kegiatan industri. Lengkap dengan laut serta kapal-kapal besar yang berlalu lalang.

Ketika sore atau malam tiba, pemandangan pun kian cantik. Sinar lampu kapal dan mercusuar yang mulai menyala menciptakan kecantikan tersendiri. Apalagi ketika cuaca cerah. Langit jingga memberikan kesan menenangkan dan dan terlupakan.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Muria Kudus Laksanakan PKM Suronan di Petilasan Desa Rahtawu: Menggali Makna Religiusitas, Sosial Budaya, dan Ekonomi

Kunjungi Masjid Beji, Masjid Bersejarah

Selain di puncaknya, hal menarik lainnya ada di bagian bawah. Tidak jauh dari tempat parkir ada masjid kuno yang sarat akan sejarah yaitu Masijd Beji. Masjid tersebut sudah ada sejak Kesultanan Banten yang dipimpin oleh Sultan Hassanudin. Arsitekturnya sendiri sudah banyak dilakukan perubahan dan terlihat lebih megah.

Fasilitas Wisata Religi di Gunung Santri, Banten

Gunung Santri tidak hanya menghadirkan pesona keindahan alam, tetapi juga dilengkapi dengan beragam fasilitas yang mendukung kegiatan wisata religi. Pengunjung dapat beribadah dengan nyaman di masjid yang tersedia lengkap dengan ruang wudhu, serta memanfaatkan area parkir yang luas dan aman.

Selain itu, terdapat pondok pesantren bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu agama dan budaya lokal. Bagi pecinta alam, jalur trekking yang aman dan terawat memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan sekitar dengan lebih dekat.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas di warung makan sekaligus berbelanja oleh-oleh khas Serang Banten.

Untuk kenyamanan, tersedia toilet umum yang bersih dan terawat, ruang istirahat untuk bersantai, serta layanan pemandu wisata yang siap memberikan informasi dan pendampingan selama berada di lokasi.

Dengan fasilitas yang lengkap, Gunung Santri menjadi destinasi yang ideal untuk wisata religi dan keluarga. Selamat berkunjung!

Lokasi Gunung Santri

Tempat wisata ini beralamat di Kampung Merapit, Desa Ukir Sari, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang. Berjarak sekitar 25 km dari pusat Kota Serang dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit saja.

Baca Juga: Peran Sektor Pariwisata terhadap Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Penutup Wisata Gunung Santri, Banten Serang

Wisata Gunung Santri di Banten Serang menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung. Dengan pemandangan alam yang memukau, udara segar, dan suasana yang tenang, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari.

Selain trekking dan menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat belajar tentang budaya lokal dan kebersamaan masyarakat sekitar. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan agar keindahan Gunung Santri dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Akhir kata, kunjungan ke Gunung Santri bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang memberikan ketenangan jiwa. Selamat berwisata dan semoga pengalaman ini menjadi kenangan yang berharga!

Penulis:
1. Muchammad Zaky Arrafi
2. Suci Sandi Wachyuni
3. Kadek Wiweka
Mahasiswa Prodi S2 Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses