Spotify Wrapped adalah rangkuman musik dan podcast yang didengarkan pendengar sepanjang tahun. Event ini sangat ditunggu oleh Gen Z, bahkan kadang sudah seperti menunggu lebaran. Setelah sekian lama, akhirnya Spotify merilis Spotify Wrapped 2025 yang telah tersedia sejak Rabu, 3 Desember 2025.
Sontak hal ini menimbulkan fenomena euforia yang ditandai dengan sejumlah Spotify Wrapped membanjiri Instagram Story maupun WhatsApp Story, terutama kalangan Gen Z. Terkadang hal ini menimbulkan satu pertanyaan: mengapa Wrapped sangat ditunggu, dan apa yang membuat Wrapped begitu spesial bagi generasi ini?
1. FOMO: Takut Ketinggalan Momen Tahunan
FOMO atau Fear of Missing Out, atau sederhananya takut ketinggalan, adalah fenomena yang sering terjadi di kalangan Gen Z yang hidup di era yang cepat dan penuh arus informasi. Ketika Wrapped dirilis, timeline mereka langsung penuh. Semua orang mengunggah Wrapped masing-masing.
Dengan dipenuhinya timeline oleh Wrapped, tak heran apabila mereka merasa takut ketinggalan dan ingin ikut memeriahkan momen tahunan ini. Dari sinilah muncul fenomena FOMO. Bagi sebagian orang, kalau tidak ikut meng-upload, rasanya seperti melewatkan tradisi besar tahunan warga internet.
2. Wrapped sebagai Bentuk Ekspresi dan Identitas
Bagi sebagian orang, Wrapped dianggap sebagai ajang pamer di media sosial mengenai selera musik mereka. Mereka ingin menunjukkan bahwa selera musik mereka mungkin berbeda dari kebanyakan orang.
Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka si paling rock, si paling sad, atau si paling happy lewat Spotify Wrapped; ibaratnya Spotify Wrapped itu seperti “aku tapi versi musik”. Dari top genre sampai playlist yang paling banyak diputar, semuanya mencerminkan kepribadian yang ingin mereka tunjukkan ke publik.
Ada yang pamer playtime musik mereka bersama artis tertentu, dan ada pula yang malu-malu karena top song-nya diisi oleh musik yang dianggap norak oleh sebagian orang. Wrapped menjadi ajang untuk mengatakan, “ini aku tahun ini, dengan segala mood, struggle, dan aesthetic-nya.”
3. Laporan Akhir Tahun yang Menggembirakan
Spotify Wrapped sudah seperti raport akhir tahun bagi pendengarnya. Ada yang excited karena sudah menunggu satu tahun penuh dan tak sabar untuk meramaikan di sosial media, dan ada juga yang takut kalau list musik mereka tidak aesthetic.
Bahkan sampai ada yang membuat daftar ketakutan Gen Z, salah satunya adalah takut Spotify Wrapped tidak aesthetic. Rasa senang dan takut inilah yang akhirnya membuat Wrapped begitu ditunggu setiap Desember, dan sudah seperti kalender tidak resmi Gen Z.
Spotify Wrapped tidak hanya sekadar rekap tahunan, tapi memberikan rekap emosional yang membantu mengingat apa saja yang terjadi sepanjang tahun lewat lagu-lagu yang menemani mereka.
Baca Juga: Analisis Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan pada Aplikasi Spotify
4. Nostalgia Instan dalam Satu Slide
Setiap lagu yang diputar di Spotify memberikan cerita yang berbeda di setiap tahunnya. Musik dan playlist yang diputar dalam periode satu tahun ikut menggambarkan peristiwa apa saja yang terjadi di tahun itu, mulai dari patah hati, nugas sampai pagi, atau fase yang ingin dilupakan.
Semua itu dirangkum dalam bentuk grafik dan slide visual yang aesthetic. Gen Z suka nostalgia cepat dan suka merekap hidup mereka, dan Wrapped menawarkan itu semua dalam format yang cantik dan Instagramable.
5. Desain Shareable yang Dibuat Khusus untuk Gen Z
Salah satu alasan kenapa Wrapped selalu viral tiap tahun adalah karena desainnya memang dibuat untuk dibagikan. Warna cerah, animasi cepat, layout vertikal—semuanya sangat cocok untuk diunggah di Instagram Story, WhatsApp Story, dan TikTok Story. Itu sebabnya Wrapped bukan sekadar laporan, tapi konten siap pakai untuk dipamerkan.
Baca Juga: Teknologi AI (Artificial Intelligence) pada Aplikasi Spotify
Kesimpulan: Wrapped Lebih dari Sekadar Laporan
Spotify Wrapped bagi Gen Z bukan hanya sekadar statistik dan laporan tahunan, tapi gabungan eksistensi, hiburan, validasi sosial, dan nostalgia. Wrapped bukan hanya fitur musik, melainkan sebuah festival digital tahunan yang menghubungkan generasi muda melalui lagu-lagu yang membentuk mereka sepanjang tahun.
Tidak heran Wrapped ditunggu seperti Lebaran, karena pada akhirnya Wrapped adalah momen ketika Gen Z dapat bernostalgia, melihat kembali diri mereka, serta siap membagikannya ke dunia.
Penulis: Yudhistira Argatirta
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga (UNAIR)
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












