Project Kebangsaan Mahasiswa UNAIR di Kebun Binatang Surabaya: Mengajak Publik Mencintai Indonesia melalui Konservasi Satwa Endemik

Project Kebangsaan Mahasiswa UNAIR
Foto: Dok. Penulis

Surabaya, MMI – Setelah melaksanakan observasi dan wawancara dalam field study, kelompok mahasiswa Universitas Airlangga kembali melakukan Project Kebangsaan (PK) di Kebun Binatang Surabaya pada 7 November 2025 (7/11/2025).

Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang berfokus pada pengumpulan data, kegiatan PK lebih menekankan aksi nyata, pemberdayaan, dan edukasi publik terkait isu konservasi satwa endemik sebagai bagian dari cinta tanah air.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pergeseran Fokus dari Observasi ke Aksi Lapangan

Jika field study lebih menitikberatkan pada pencarian data dan analisis, maka Project Kebangsaan merupakan implementasi langsung dari hasil temuan sebelumnya.

Mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga turun langsung menjadi agen edukasi lingkungan.

Dalam tahap ini, mahasiswa belajar bahwa ilmu yang dipelajari di kelas akan memiliki makna lebih ketika diterapkan secara nyata di lapangan.

Perubahan peran dari peneliti menjadi penggerak edukasi membuat mahasiswa memahami dinamika interaksi sosial, respon publik, hingga tantangan penyampaian informasi lingkungan kepada audiens yang beragam.

Pengalaman ini memperkuat kesadaran bahwa konservasi tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga komunikasi yang humanis dan empatik.

Edukasi Lingkungan kepada Pengunjung KBS

Salah satu kegiatan utama dalam PK adalah memberikan edukasi singkat kepada pengunjung mengenai pentingnya menjaga satwa endemik. Edukasi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mencakup:

  1. Pengertian satwa endemik
  2. Ancaman yang dihadapi satwa endemik di Indonesia
  3. Mengapa satwa endemik penting bagi identitas bangsa
  4. Cara sederhana masyarakat turut serta dalam konservasi

Banyak pengunjung mengaku baru memahami bahwa satwa endemik memiliki kedudukan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Respons positif ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis masyarakat memiliki dampak signifikan terhadap literasi lingkungan.

Menariknya, beberapa orang tua turut mengajak anak mereka berhenti sejenak dan mendengarkan penjelasan mahasiswa.

Momen ini menjadi bukti bahwa edukasi konservasi dapat diterima lintas generasi. Mahasiswa juga mengamati bahwa penggunaan contoh konkret, seperti komodo, jalak bali, dan anoa membuat pesan konservasi lebih mudah dipahami.

Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan wawasan pengunjung, tetapi juga memberi mahasiswa pengalaman berharga dalam public speaking dan penyederhanaan konsep ilmiah.

Project Kebangsaan Mahasiswa UNAIR
Foto: Dok. Penulis

Memperkuat Data mengenai Sikap Publik

Dalam Project Kebangsaan (PK), mahasiswa kembali melakukan wawancara, tetapi dengan fokus berbeda. Wawancara lanjutan ini bertujuan untuk menggali:

  • Sikap pengunjung terhadap konservasi
  • Kesiapan masyarakat berpartisipasi dalam perlindungan satwa
  • Penilaian mereka terhadap fasilitas dan program edukasi KBS
  • Tingkat kepedulian mereka terhadap isu lingkungan

Wawancara ini memberikan warna baru karena masyarakat dari berbagai latar belakang memberikan perspektif yang berbeda.

Ada yang menilai bahwa edukasi KBS sudah baik, namun perlu diperluas terutama melalui teknologi digital.

Ada pula yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara kebun binatang dan sekolah-sekolah sebagai bagian dari kurikulum lingkungan hidup.

Keragaman pendapat ini memperkaya analisis mahasiswa dalam memahami hubungan antara fasilitas konservasi dan tingkat kepedulian masyarakat.

Observasi Lanjutan: Memastikan Akurasi Data

Mahasiswa juga melakukan observasi lanjutan terhadap kondisi KBS untuk memastikan konsistensi temuan. Observasi ini mencakup:

  • Kebersihan area satwa
  • Kualitas papan informasi edukatif
  • Kelengkapan fasilitas publik
  • Kondisi lingkungan sekitar kandang

Hasil observasi lanjutan ini menjadi bukti empiris yang memperkuat argumentasi dalam laporan dan artikel ilmiah bahwa perbaikan fasilitas dan edukasi publik merupakan komponen penting dalam keberhasilan konservasi.

Lebih dari itu, mahasiswa menemukan bahwa beberapa area sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan kunjungan sebelumnya, menunjukkan adanya upaya perbaikan dari pihak KBS.

Namun, masih terdapat tantangan seperti kurangnya papan informasi interaktif yang dapat menarik minat generasi muda.

Temuan ini mendorong mahasiswa untuk memberikan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan oleh pihak KBS ke depannya.

Aksi Kreatif untuk Generasi Muda

Salah satu luaran menarik dari Project Kebangsaan adalah pembuatan video edukasi konservasi satwa endemik. Video ini berisi:

  • Informasi dasar mengenai hewan-hewan endemik yang dilindungi
  • Ancaman kehidupan satwa akibat kerusakan habitat
  • Ajakan untuk menjaga keanekaragaman hayati
  • Pesan nasionalisme ekologis bagi generasi muda

Video ini diharapkan dapat disebarkan melalui platform digital sehingga menjangkau lebih banyak audiens, terutama pelajar dan remaja.

Proses pembuatan video pun menjadi pengalaman kolaboratif yang menarik.

Mahasiswa harus menentukan konsep visual, narasi, dan gaya penyampaian yang sesuai dengan minat generasi muda.

Mereka menyadari bahwa media digital adalah sarana paling efektif untuk menanamkan kepedulian lingkungan, terutama di era ketika informasi mudah diakses namun sulit disaring.

Dengan memadukan kreativitas dan pesan pendidikan, video ini menjadi alat yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif.

Pengamalan Nilai Pancasila dan SDGs

Sama seperti pada field study, kegiatan PK juga mencerminkan implementasi nilai-nilai Pancasila:

  • Sila 1: Menghargai kehidupan sebagai ciptaan Tuhan
  • Sila 2: Peduli terhadap makhluk hidup yang membutuhkan perlindungan
  • Sila 3: Bersatu menjaga kekayaan hayati bangsa
  • Sila 5: Menciptakan keadilan ekologis untuk keberlanjutan

Selain itu, kegiatan PK mendukung pencapaian SDGs poin 4, 11, dan 15 yang berkaitan dengan pendidikan, keberlanjutan, dan ekosistem darat.

Penerapan nilai Pancasila ini tidak hanya terlihat dalam aktivitas formal, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari mahasiswa dengan masyarakat.

Ketika mahasiswa menyampaikan edukasi dengan ramah dan menghargai perbedaan pendapat, mereka sedang mempraktikkan nilai kemanusiaan.

Ketika mereka bekerja sama menyusun laporan dan merancang program, nilai persatuan hadir secara nyata.

Dengan demikian, Project Kebangsaan menjadi sarana pembelajaran karakter yang melekat pada diri mahasiswa.

Project Kebangsaan Mahasiswa UNAIR
Foto: Dok. Penulis

Konservasi sebagai Wujud Nasionalisme Modern

Project Kebangsaan menegaskan bahwa nasionalisme modern tidak hanya ditunjukkan melalui simbol kenegaraan, tetapi juga melalui partisipasi aktif menjaga alam Indonesia.

Melalui edukasi dan aksi langsung, mahasiswa UNAIR menunjukkan cinta tanah air dengan merawat satwa, melindungi keanekaragaman hayati, dan menjaga warisan ekologis bangsa.

Di era globalisasi, tantangan konservasi semakin kompleks karena bersinggungan dengan teknologi, perdagangan satwa ilegal, hingga perubahan iklim.

Oleh karena itu, nasionalisme perlu didefinisikan ulang sebagai komitmen menjaga keberlanjutan bumi tempat kita berpijak.

Mahasiswa berperan sebagai pionir yang membawa semangat nasionalisme ekologis.

Penutup

Kegiatan Project Kebangsaan di KBS ini membuktikan bahwa mahasiswa dapat memainkan peran penting dalam edukasi lingkungan dan konservasi.

Dengan pendekatan ilmiah, empatik, dan berkelanjutan, mahasiswa tidak hanya belajar berpikir kritis, tetapi juga menerjemahkan ilmu menjadi tindakan nyata bagi Indonesia.

Ke depannya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat diperluas ke berbagai wilayah konservasi lain di Indonesia.

Dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa dan masyarakat, gerakan konservasi dapat tumbuh menjadi gerakan nasional yang berkelanjutan.

Project Kebangsaan bukan hanya sebuah tugas kuliah, tetapi langkah awal menuju terbentuknya generasi muda yang peduli, kritis, dan siap menjaga bumi Indonesia.

 

Penulis: Amanda Wulan Safitri
Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi, Universitas Airlangga

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses