Apa Dampak Pola Asuh Digital di Era Modern terhadap Perkembangan Anak?

Apa Dampak Pola Asuh Digital di Era Modern terhadap Perkembangan Anak?
Sumber: freepik.com

Pendahuluan

Di era modern yang dipenuhi kemajuan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pengasuhan anak.

Khususnya anak setelah kelahiran 2010 hingga saat ini atau bisa disebut juga anak generasi alpha yang kini lahir dan tumbuh di lingkungan yang sangat terkoneksi dengan teknologi, media sosial, dan gadget menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak dini maupun sehari-hari.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Oleh karena itu, pola asuh yang diterapkan orang tua sangat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak.

Salah satu pola asuh yang relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan era digital adalah pola asuh demokrasi agar dapat memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Setra didukung oleh aspek psikologi perkembangan dari teori kontekstual yaitu tokoh yang bernama Urie Bronfenbrenner.

Baca Juga: Rawat Kesehatan Pikiran dari Dampak Media Sosial

Pola Asuh Digital dan Tantangan di Era Modern

Pola asuh digital menggambarkan bagaimana cara orang tua menggunakan teknologi dalam membimbing, mendidik, dan mengawasi anak.

Di jaman sekarang banyak orang tua kini memberikan hp sebagai sarana hiburan, belajar, atau bahkan penenang pada saat anak sedang menangis atau rewel.

Fenomena ini sangat umum terjadi, tetapi seringkali tanpa pengawasan dan batasan waktu yang jelas.

Akibatnya, anak menjadi terlalu bergantung dan kecanduan pada perangkat digital serta kurang berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

Anak-anak sekarang yang berusia 6-12 tahun rata-rata menggunakan ponsel lebih dari 5 jam setiap hari.

Angka ini menunjukkan bahwa dunia digital telah menjadi bagian yang penting dari kehidupan mereka sehari-hari dan bahkan dapat disebut atau di bilang sebagai bentuk mikrosistem baru dalam proses perkembangan anak.

Baca Juga: Membangun Generasi Hebat lewat Edukasi Pola Asuh dan Pencegahan Pernikahan Dini

Pola Asuh Demokrasi dalam Perspektif Teori Kontekstual dan Behavioristik

Menurut teori kontekstual Urie Bronfenbrenner, perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan mikrosistem terutama keluarga memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak.

Pola asuh demokrasi menyediakan lingkungan yang suportif dan komunikatif karena sangat penting bagi perkembangan optimal anak.

Supaya anak dapat mengekspresikan diri dan terlibat dalam pengambilan keputusan, sekaligus memperoleh bimbingan dan pengawasan orang tua.

Sementara itu, teori behavioristik menekankan pentingnya penguatan konsekuensi positif dan pengaturan sehingga anak belajar mengendalikan perilaku.

Pola asuh demokrasi menggabungkan kedua aspek tersebut agar anak cara belajar tanggung jawab dan pengaturan diri dalam penggunaan teknologi digital, yang dapat mengurangi risiko kecanduan.

Dapat membantu anak mengembangkan keterampilan pengaturan diri dan tanggung jawab sosial emosional yang penting untuk perkembangan optimal.

Dampak Positif Pola Asuh Demokrasi pada Perkembangan Anak di Era Digital

Pola asuh demokrasi telah terbukti berkontribusi positif terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak.

Bahwa anak-anak yang diasuh secara demokratis cenderung lebih mudah bersosialisasi, dan lebih mampu mengelola penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Tidak hanya itu anak-anak yang menerima pola asuh demokrasi lebih mampu menggunakan teknologi secara bijak, menghindari kecanduan gadget, memanfaatkan media digital untuk pembelajaran dan pengembangan diri. Mampu mengambil keputusan dengan baik.

Baca Juga: Fenomena Anak dalam Gadgetnya dan Hilangnya Interaksi Sosial pada Anak

Kesimpulan

Pola asuh demokrasi sangat efektif dalam membimbing anak generasi alpha menghadapi tantangan era digital.

Dengan komunikasi terbuka, penghargaan terhadap pendapat anak, serta pengaturan penggunaan teknologi yang konsisten, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi individu yang mandiri, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan gadget.

Tantangan yang muncul dapat dikelola dengan cara penerapan strategi pengasuhan yang adaptif dan penuh perhatian.

 

Penulis: Riska Natalia Kusumawardani (292025056)
Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana 

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses