Stunting masih menjadi kasus prioritas di bidang kesehatan gizi ibu dan anak baik secara nasional maupun tingkat kabupaten hingga desa.
Berdasarkan hasil rekapitulasi Pemantauan Status Gizi (PSG) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2024, data anak balita yang ditimbang di Desa Jatimulyo, Dlingo, Bantul sebanyak 348 anak.
Data anak balita yang mengalami stunting sebesar 4,89% atau sebanyak 17 anak dengan didominasi oleh anak laki laki yaitu sebanyak 14 anak dan perempuan sebanyak 3 anak.
Sebagai wujud aksi nyata dalam memberantas angka stunting di Desa Jatimulyo, Dlingo, Bantul mahasiswa KKN UMBY Unit 60 memberikan pemberdayaan masyarakat di Dusun Rejosari, Jatimulyo, Dlingo, Bantul melalui budikdamber.
Budikdamber merupakan budidaya ikan dan sayuran dalam ember yang dapat dijadikan salah satu solusi alternatif dalam pencegahan stunting dan dapat dijadikan sebagai perkuatan ketahanan pangan keluarga.
Budikdamber merupakan metode budidaya ikan dan sayuran secara vertikal dalam ember yang memanfaatkan ruang terbatas yang ada di sekitar rumah.
Budikdamber ini cocok diterapkan di Dusun Rejosari, Jatimulyo, Dlingo, Bantul karena terdapat permasalahan lahan dan juga stunting.
Melalui pelatihan budikdamber ini mahasiswa KKN UMBY Unit 60 ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi seimbang terutama bagi keluarga yang memiliki anak balita.
Dengan adanya ikan segar dan sayuran yang dibudidayakan sendiri, keluarga di Dusun Rejosari dapat memenuhi kebutuhan gizi harian dan mengurangi ketergantungan pada makanan olahan.
Pelatihan UMKM ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2025 pada pukul 13.30 di Pendopo Bapak Lurah. Pelatihan ini dihadiri oleh ibu ibu KWT yang beranggotakan 20 orang.
Pelatihan budikdamber ini diawali dengan pemberian materi terkait budikdamber, urgensi dan manfaatnya. Pemberian materi ini dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan galon.
Baca juga: Bijak dalam Berkeluarga: Pencegahan Pernikahan Dini, Bebas Stunting & Manajemen Finansial
Apa Itu Budikdamber dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Budikdamber adalah metode budidaya ikan secara vertikal dalam ember tetapi kami menggunakan galon dengan memanfaatkan ruang terbatas yang ada di sekitar rumah.
Teknik ini memanfaatkan ember sebagai wadah untuk menumbuhkan ikan, dan di atasnya, tanaman seperti sayuran bisa tumbuh dengan memanfaatkan limbah dari kotoran ikan.
Dengan sistem ini, keluarga dapat memperoleh dua sumber pangan sekaligus ikan yang kaya protein dan sayuran yang bergizi dalam ruang yang sangat terbatas.
Pada pelatihan ini, ibu-ibu KWT Dusun Rejosari belajar cara membuat sistem Budikdamber yang sederhana dan mudah diakses, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman dalam bertani atau beternak.
Selain itu, ibu-ibu KWT juga diajarkan cara mengelola sirkulasi air, pemilihan jenis ikan yang sesuai seperti lele dan nila, serta bagaimana menanam tanaman yang dapat saling mendukung pertumbuhannya dengan ikan.
Budikdamber Sebagai Solusi Mengatasi Stunting
Salah satu alasan penting mengapa Budikdamber diperkenalkan adalah karena metode ini dapat membantu mengatasi stunting.
Ikan adalah salah satu sumber protein yang sangat baik, dan keberadaannya dalam sistem Budikdamber dapat memberikan asupan gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, khususnya pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Selain protein dari ikan, sayuran yang ditanam di atas ember seperti kangkung, selada, atau sawi, juga memberikan manfaat tambahan dari segi vitamin dan serat.
Pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama bagi keluarga yang memiliki anak balita.
Dengan menyediakan ikan segar dan sayuran yang ditanam sendiri, keluarga di Dusun Rejosari dapat memenuhi kebutuhan gizi harian mereka, mengurangi ketergantungan pada makanan olahan yang kurang bergizi, dan tentunya berperan dalam menanggulangi stunting.
Selain itu, dengan mengurangi ketergantungan pada pasar luar, Budikdamber juga memberikan keluarga kontrol lebih besar atas kualitas makanan yang mereka konsumsi, serta memastikan bahwa makanan tersebut bergizi dan terjangkau.
Baca juga: Membangun Generasi Emas Masa Depan: Makan Bergizi Gratis sebagai Strategi Jangka Panjang
Pelatihan Praktis: Langkah-Langkah Membuat Sistem Budikdamber
Sesi latihan pertama berfokus pada cara membuat sistem Budikdamber yang praktis dan efisien. Para ibu-ibu kwt diajarkan tentang pemilihan bahan, cara merakit sistem dari ember, serta pemeliharaan ikan dan tanaman.
Dalam pelatihan ini, ibu-ibu kwt tidak hanya diberikan penjelasan teori, tetapi juga melakukan praktek langsung dalam membuat sistem Budikdamber, sehingga mereka dapat langsung memulai penerapan sistem ini di rumah masing-masing.
Langkah-langkah dalam membuat Budikdamber antara lain:
1. Pemilihan Ember atau galon dan Alat:Ibu-ibu kwt diajarkan cara memilih ember atau galon yang tepat dan alat-alat yang diperlukan untuk sistem sirkulasi air yang efisien.
2. Penanaman Ikan dan Sayuran: Setelah menyiapkan ember atau galon, ibu-ibu kwt diajarkan cara mengelola ikan dan tanaman dalam satu sistem. Ikan yang dipilih biasanya adalah jenis yang mudah dibudidayakan dan dapat hidup dalam ember seperti ikan lele atau nila.
3. Perawatan Sistem: Pelatihan ini juga mencakup pemahaman tentang cara merawat sistem Budikdamber dengan baik, seperti pemberian pakan ikan yang tepat, pemantauan kualitas air, dan cara mengelola hasil panen tanaman.
Dengan pelatihan yang bersifat langsung ini, peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di lapangan dan merasakan langsung manfaat dari sistem Budikdamber.
Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Budikdamber
Budikdamber menawarkan solusi yang praktis untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, terutama bagi keluarga dengan lahan terbatas.
Sistem ini tidak memerlukan ruang yang besar dan sangat cocok diterapkan di halaman belakang rumah atau bahkan di teras rumah.
Dalam pelatihan ini,Ibu-ibu kwt diajarkan bahwa dengan modal yang relatif kecil, mereka sudah bisa memperoleh hasil yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Budikdamber dapat menjadi alternatif penghasil pangan yang berkelanjutan.
Selain ikan yang menjadi sumber protein, tanaman seperti sayuran hijau juga sangat berguna untuk memberikan tambahan gizi bagi keluarga.
Dengan adanya kedua sumber pangan ini, keluarga akan lebih mandiri dalam mencukupi kebutuhan makan sehari-hari, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan sehat dan bergizi.
Manfaat Ekonomi dari Budikdamber untuk UMKM Keluarga
Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara bertani dan beternak secara mandiri, tetapi juga memberikan peluang bagi ibu-ibu kwt untuk mengembangkan usaha kecil berbasis sistem Budikdamber.
Dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat memanfaatkan hasil budidaya ikan dan tanaman sebagai peluang untuk berjualan kepada tetangga atau pasar lokal, membuka peluang baru bagi perekonomian keluarga.
Selain untuk konsumsi pribadi, sistem Budikdamber ini juga memiliki potensi untuk menjadi usaha sampingan yang menguntungkan, seperti menjual ikan atau sayuran hasil budidaya kepada masyarakat sekitar.
Hal ini tentunya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal.
Penulis: Fahat Habibi dan Fitrianingsih
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pengampu: Nia Kusuma Wardhani, M.Psi., Psikolog
Organisasi: KKN-PPM Kelompok unit 60
Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












