Banyumanik, MMI – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas Diponegoro menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung sejak 4 Juli hingga 15 Agustus 2025 (12/08/2025).
Tim KKN Tematik 110 mengusung tema “Peningkatan Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat dalam Program Penurunan Stunting di Komunitas” dengan fokus utama pada penanggulangan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga.
Ketua Tim KKN, Shayra Hidza Abira menjelaskan bahwa selama masa pengabdian mahasiswa melaksanakan berbagai program kerja yang dirancang telah menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, di antaranya:
1. Siaga Diare dan ISPA di Rumah serta Pembuatan Oralit
Program ini dirancang secara kolaboratif oleh tiga mahasiswa Program Studi Kedokteran, yaitu Sheila Ajeng Rahmaditya, Qlaziesco Qievziliano, dan Haifa Syafakillah. Kegiatan ini ditujukan bagi ibu rumah tangga dan pengasuh balita sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di lingkungan rumah.
Peserta diberikan pemahaman menyeluruh mengenai diare, meliputi definisi, penyebab, penanganan awal di rumah, hubungan antara diare dan dehidrasi, serta tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai melalui penyuluhan.
Selain itu, juga disampaikan informasi mengenai kapan kondisi anak perlu segera dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi terkait ISPA mencakup definisi, faktor risiko, penyebab, serta bahaya paparan asap rokok bagi kesehatan pernapasan anak.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak sesuai resep dokter dan cara mengenali tanda bahaya ISPA yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut.
Sebagai pendamping edukasi akan dilakukan demonstrasi langsung mengenai pembuatan oralit sederhana di rumah untuk penanganan awal diare. Kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, akan tetapi mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara praktis dalam situasi darurat di rumah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2025 di Balai RW 5 mendapat respons positif dari ibu-ibu peserta. Mereka menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang baik, yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber serta diskusi aktif terkait pengalaman penggunaan oralit, baik oralit sederhana maupun oralit kemasan.
Materi disampaikan oleh Ziqo, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, yang penyampaiannya dinilai jelas dan mudah dipahami. Salah satu ibu bahkan secara langsung menyampaikan apresiasinya atas kejelasan dan keterbukaan Ziqo dalam menjelaskan materi, sehingga kegiatan menjadi menarik dan bermanfaat.
2. Demonstrasi Pembuatan Lilin Aromaterapi dan Edukasi Branding Produk
Program ini sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) sekaligus pemberdayaan masyarakat, mahasiswa KKN Tematik Tim 110 Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan bertajuk “Rumah Wangi, Nyamuk Pergi” pada 29 Juli 2025 di Balai RW 13, Kelurahan Srondol Wetan.
Program ini digagas oleh Aisyah Munawaroh dari Program Studi Agribisnis dan Kiesha Aurelia Rasedha, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional. Kegiatan ini terdiri dari demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak sereh sebagai pengusir alami nyamuk Aedes aegypti serta sosialisasi mengenai pentingnya kemitraan komunitas dalam pengembangan dan branding produk lokal.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang alternatif pencegahan DBD, akan tetapi juga dibekali wawasan branding kewirausahaan produk lilin aromaterapi yang dapat dikembangkan di tingkat rumah tangga. Sasaran kegiatan ini adalah ibu rumah tangga, ibu balita, dan kader posyandu setempat.
Selama kegiatan berlangsung, para ibu tampak antusias menyimak penjelasan dari kedua narasumber. Suasana berlangsung interaktif, di mana para peserta aktif bertanya dan terlibat langsung dalam proses demonstrasi. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para ibu di RW 13 Kelurahan Srondol Wetan mampu membuat lilin aromaterapi secara mandiri di rumah, baik untuk keperluan pribadi maupun sebagai peluang usaha.
3. Pencegahan Penyakit Menular melalui Psikologis yang Sehat dan Dapur yang Bersih
Penyakit menular tidak hanya disebabkan oleh faktor biologis, tetapi juga dipicu oleh perilaku dan kondisi lingkungan yang kurang sehat. Pencegahan dini menjadi kunci untuk menekan penyebarannya, salah satunya dengan membentuk pola pikir bahwa penyakit dapat dicegah melalui perilaku hidup bersih dan lingkungan yang sehat.
Melihat kondisi lingkungan di Kelurahan Srondol Wetan yang sebagian rumah masih memiliki ventilasi kurang memadai, air yang kurang jernih, serta pencahayaan minim, mahasiswa Tim 110 KKN Tematik Undip 2025 menggagas program edukasi “Mencegah Penyakit Menular melalui Psikologis yang Sehat dan Dapur yang Bersih.” Program ini bertujuan mencegah penyakit seperti diare dan tifus yang rentan menyerang balita dan berpotensi memperburuk stunting.
Kegiatan dilaksanakan pada 1 Agustus 2025 di Balai RT 8 RW 2 dengan melibatkan perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap RT. Edukasi dibagi menjadi dua topik. Pertama, mahasiswa Program Studi Psikologi, Guhita Primadesy, membahas Environmental Stress dan Health Belief Model untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana faktor psikologis mempengaruhi perilaku sehat.
Peserta diajak memahami bahwa persepsi risiko dan manfaat dapat mendorong kebiasaan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sebagai penunjang kesehatan mental.
Kedua, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Setyaningsih Rosita Dewi, memberikan materi tentang higienitas dapur dan peralatan makan. Edukasi mencakup identifikasi area rawan bakteri, cara mencuci peralatan dapur dengan benar, serta pencegahan keberadaan hewan penyebar penyakit seperti kecoa dan tikus.
Sebagai solusi alami, peserta diperkenalkan pembuatan pengusir kecoa dari bubuk daun salam segar yang dibagikan dalam kantong teh berisi 10 gram.
Respon peserta sangat positif. Mereka aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan rumah.
Beberapa perwakilan RT menyampaikan bahwa masih banyak warga yang belum menyadari zona bakteri pada spons cuci piring sehingga spons masih direndam dalam air sabun tanpa menggantinya secara rutin. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa memberikan saran untuk memperbaiki kebiasaan yang belum sesuai serta memberikan apresiasi kepada peserta yang telah menerapkan perilaku menjaga kebersihan dengan benar.
Sebagai bentuk dukungan, setiap peserta mendapatkan mini kit berisi hand sanitizer, tisu, dan benih lavender untuk mendorong kebiasaan menjaga kebersihan sekaligus memperindah lingkungan. Di akhir sesi, para perwakilan RT berkomitmen untuk menyebarkan informasi ini kepada warga lain di tingkat RT.
4. Edukasi Pentingnya Hunian yang Nyaman dengan Pencahayaan dan Ventilasi yang Baik
Sebagai upaya mendukung lingkungan rumah yang higienis dan sehat bagi tumbuh kembang anak, mahasiswa KKN Tematik Tim 110 Universitas Diponegoro juga melaksanakan kegiatan edukasi dan monitoring terkait pentingnya pencahayaan yang baik di dalam rumah.
Pencahayaan yang memadai berperan penting dalam menciptakan ruang aktivitas yang nyaman sekaligus mencegah risiko penyakit menular. Program ini dilakukan oleh Farah Salsabila Habib dari Program Studi Teknik Listrik Industri.
Kegiatan ini dilakukan melalui observasi langsung terhadap ruangan yang paling sering digunakan oleh anak diikuti dengan sosialisasi kepada orang tua dan pengecekan intensitas cahaya menggunakan lux meter di setiap rumah. Sasaran kegiatan ini adalah rumah-rumah keluarga yang memiliki balita stunting.
Dari sepuluh anak stunting yang terdata, dua di antaranya tinggal di rumah dengan pencahayaan yang belum memenuhi standar.
Berdasarkan pedoman, standar pencahayaan rumah yang baik berada pada kisaran 200–500 lux. Namun, hasil pengukuran menunjukkan bahwa pencahayaan di rumah kedua balita tersebut masih berada di bawah ambang batas 200 lux.
Sebagai tindak lanjut, Farah berinisiatif mengganti bohlam lampu di ruangan yang paling sering digunakan oleh balita untuk beraktivitas. Di rumah salah satu balita stunting di RW 2, penggantian lampu dilakukan pada 31 Juli 2025.
Setelah diganti, pencahayaan ruangan meningkat menjadi 413 lux, sehingga telah memenuhi standar. Sementara itu, penggantian lampu di rumah balita stunting di RW 7 dilakukan pada 2 Agustus 2025, dan hasil pengukuran menunjukkan pencahayaan ruangan mencapai 420 lux—juga sesuai dengan standar.
5. Demonstrasi Pembersihan dan Pengolahan Ikan
Pencegahan penyakit menular dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menjaga kebersihan dalam pengolahan bahan pangan. Membersihkan, menyimpan, dan mengolah ikan secara higienis menjadi langkah penting untuk mencegah pertumbuhan mikroba penyebab penyakit.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Program Studi Perikanan, Zakia Amalia Vega menginisiasi kegiatan demonstrasi pembersihan dan pengolahan ikan lele. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam membersihkan ikan secara higienis guna mencegah kontaminasi mikroba.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di RW 3 Kelurahan Srondol Wetan ini, Zakia menunjukkan secara langsung cara membersihkan ikan lele kepada ibu-ibu rumah tangga. Selanjutnya, ia mendemonstrasikan pembuatan nugget lele sebagai inovasi kudapan bergizi yang dapat mendukung asupan nutrisi balita.
Sebelum kegiatan tersebut resmi ditutup, peserta diberikan kesempatan untuk mencicipi nugget lele yang telah matang dan berdiskusi bersama mengenai rasa, tekstur, dan aroma, termasuk masukan untuk perbaikan resep di masa mendatang. Tentu, ini versi paragraf yang sudah dirapikan dan berdiri sendiri
Selama kegiatan berlangsung, para ibu tampak sangat antusias dan interaktif ketika narasumber mendemonstrasikan proses pembuatan. Beberapa hadirin juga turut menyampaikan saran alternatif resep yang dapat dicoba, menunjukkan keterlibatan aktif dan ketertarikan mereka terhadap materi yang disampaikan.
6. Cinta Lestari
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mahasiswa KKN Tematik Tim 110 Universitas Diponegoro melaksanakan program bertajuk CINTA LESTARI (Ciptakan Lingkungan Sehat dan Tangan Bersih) di Kelurahan Srondol Wetan.
Program ini merupakan kolaborasi antara Fransiscus Xaverius Bayu Aji Pratama dari Program Studi Hukum dan Shayra Hidza Abira dari Program Studi Kesehatan Masyarakat. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK di RW 5 Kelurahan Srondol Wetan, yang memberikan respons positif terhadap pelaksanaan program.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan yang dikaitkan dengan regulasi dan peraturan yang berlaku melalui presentasi serta penyebaran pamflet.
Selanjutnya, peserta diajak untuk praktek langsung membuat sabun cuci tangan menggunakan bahan sederhana, seperti BKC atau sanisol, sodium sulfat, texapon, air matang, gliserin, dan minyak esensial. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar melalui media leaflet.
Ibu-ibu PK di RW 05 selaku sasaran utama dalam kegiatan ini memberikan respons positif terhadap informasi yang disampaikan dan menyadari pentingnya peran individu dalam mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.
Ibu-ibu PKK di RW 05 pada awalnya belum mengetahui secara mendalam mengenai risiko dan sanksi hukum jika tidak menjaga diri ketika terjangkit penyakit menular sehingga melalui penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2025 di Balai RW 5, materi difokuskan pada langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan secara mandiri untuk mencegah penyebaran penyakit.
Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu mendapatkan pemahaman baru mengenai sanksi yang dapat dikenakan apabila terbukti menyebarkan penyakit melalui kelalaian diri sendiri sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan.
Selanjutnya, terdapat pembuatan sabun cuci tangan sederhana yang didemonstrasikan langsung oleh mahasiswa. Sebanyak 25 ibu-ibu PKK yang menghadiri kegiatan ini turut berpartisipasi secara aktif dan antusias selama pembuatan sabun berlangsung.
Tak hanya itu, ibu-ibu PKK juga bertanya dan mencatat bahan-bahan serta tahapan pembuatan sabun cuci tangan di buku masing-masing yang menunjukkan komitmen serta keseriusannya untuk mencegah penyakit menular secara mandiri, salah satunya melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
7. Biopori
Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Eko Bagas Saputra memperkenalkan pembuatan lubang resapan biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik di lingkungan rumah. Inisiatif ini bertujuan mengurangi penumpukan sampah, mencegah genangan air yang berpotensi menjadi sumber penyakit, dan menghasilkan kompos alami yang bermanfaat bagi tanaman.
Lubang biopori dibuat menggunakan pipa sepanjang 60 cm yang telah dilubangi, lalu ditanam secara vertikal ke dalam tanah. Melalui metode ini, sampah organik dapat terurai secara alami di dalam tanah sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.
Program ini diterapkan di 10 titik lokasi, mencakup 2 titik di kantor Kelurahan Srondol Wetan, 4 titik di RW 01, dan 4 titik di RW 07. Selain pemasangan biopori, masyarakat sekitar juga mendapatkan edukasi mengenai manfaat dan cara kerja biopori melalui penyebaran leaflet informatif.
Sebanyak delapan titik biopori telah dipasang di dua RW, dan dua titik tambahan dipasang di area kelurahan. Sebanyak 15 leaflet juga dibagikan kepada warga yang berada di sekitar lokasi penanaman biopori sebagai upaya edukasi.
Warga tampak antusias dalam menyambut program ini. Diharapkan, melalui kegiatan ini, keberadaan dan manfaat biopori dapat kembali dikenal oleh masyarakat. Selain berfungsi untuk mengurangi risiko banjir—terutama di wilayah Kelurahan Srondol Wetan—biopori juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik dan limbah dapur secara lebih ramah lingkungan.
Baca juga: Lomba Mengulas Buku KKN-T Unhas: Dorong Anak Tak Hanya Membaca, tapi Juga Memahami dan Menyampaikan
Kami bersyukur dapat menjalankan program KKN Tematik ini dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta Kelurahan Srondol Wetan. Melalui berbagai kegiatan yang kami lakukan, khususnya dalam pencegahan penyakit menular, kami berharap masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Harapan kami, kegiatan-kegiatan yang telah kami lakukan tidak hanya berhenti sampai di sini, akan tetapi terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh kader serta warga setempat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan berkontribusi dalam keberhasilan kegiatan ini.” ujar Shayra Hidza Abira selaku Ketua Tim KKN.
Melalui rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama lebih dari satu bulan, KKN Tematik Tim 110 Universitas Diponegoro berhasil memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan penyakit menular di Kelurahan Srondol Wetan.
Program-program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan kesadaran hukum terkait penyebaran penyakit, kebersihan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas.
Dengan pendekatan lintas disiplin dan metode partisipatif, mahasiswa KKN mampu membangun kolaborasi yang erat dengan masyarakat dan perangkat kelurahan. Keberhasilan pelaksanaan program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek dalam peningkatan pengetahuan masyarakat, tetapi juga menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan yang dapat diteruskan oleh kader lokal dan keluarga sasaran.
Kegiatan KKN ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan sekaligus berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sadar risiko, dan tanggap terhadap potensi penyebaran penyakit.
Keterlibatan aktif antara perguruan tinggi, mahasiswa, kelurahan, dan masyarakat membuktikan bahwa sinergi multipihak dapat menghadirkan solusi konkret terhadap tantangan kesehatan masyarakat.
Penulis: Tim KKN-T 110 Undip Kelompok 3 Srondol Wetan
Mahasiswa Universitas Diponegoro
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI


















