Teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam demokrasi. Dulu, orang-orang menyampaikan pendapat mereka melalui rapat dan pemilihan umum.
Kini, media sosial telah menjadi cara baru bagi orang untuk membahas pendapat, mengkritik kebijakan pemerintah, dan mempengaruhi gagasan politik.
Namun, dengan akses mudah terhadap informasi dan sifat terbuka internet, terdapat juga masalah besar.
Penyebaran berita palsu, komentar kasar, dan perselisihan yang tajam di dunia maya dapat merusak nilai-nilai inti Pancasila terutama persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Demokrasi Digital: Peluang dan Risiko
Demokrasi berarti masyarakat memiliki suara dalam cara negara dikelola. Di era digital, konsep ini telah berubah dengan partisipasi online.
Platform seperti X (Twitter), Instagram, dan TikTok memungkinkan siapa saja untuk berbagi pemikiran dan ikut serta dalam diskusi kapan saja, di mana saja.
Baca Juga: Peran Masyarakat dalam Menegakkan Nilai-Nilai Demokrasi di Indonesia
Hal ini memberi kesempatan bagi masyarakat, terutama mahasiswa, untuk lebih terlibat dalam politik dan mengemukakan ide-ide mereka dengan jelas.
Namun, kebebasan ini juga membawa risiko seperti informasi yang salah, kata-kata kasar, dan perlakuan tidak adil yang dapat menyembunyikan makna sejati demokrasi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh kelompok kami, sebagian besar orang percaya bahwa demokrasi digital dapat membantu orang memahami pentingnya menerima pandangan yang berbeda.
Namun, mereka juga mengatakan bahwa penyebaran berita palsu dapat merusak nilai-nilai kebaikan dan keadilan dalam masyarakat, yang merupakan bagian dari Pancasila.
Pancasila sebagai Filter Sosial di Dunia Digital
Pancasila berfungsi sebagai landasan negara, tidak hanya sebagai keyakinan politik tetapi juga sebagai panduan perilaku moral dalam kehidupan sehari-hari.
Lima prinsip ini mewakili nilai-nilai yang tetap penting meskipun dunia terus berubah, termasuk di lingkungan digital. Keyakinan pada Satu Tuhan membantu orang tetap bermoral dan etis saat berkomunikasi secara online.
Prinsip Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan kita untuk menghormati pandangan yang berbeda dan menghindari penyebaran pesan yang merugikan atau tidak benar.
Persatuan Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan di dunia online seharusnya mempersatukan orang-orang, bukan menimbulkan konflik.
Baca Juga: Demokrasi dan Partisipasi Publik
Demokrasi yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan Musyawarah/Perwakilan berarti bahwa pengguna media sosial harus berpikir secara cermat dan menghormati pendapat orang lain.
Keadilan Sosial untuk Seluruh Rakyat Indonesia berarti menggunakan teknologi untuk membantu semua orang, bukan hanya segelintir orang.
Dengan cara ini, nilai-nilai Pancasila dapat bertindak sebagai “saringan sosial” yang menjaga demokrasi digital tetap adil dan menghormati
Peran Generasi Muda dan Literasi Digital
Sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi, siswa memiliki peran kunci dalam menjaga demokrasi online tetap sehat.
Menurut penelitian, sebagian besar orang setuju bahwa generasi muda harus menjadi pemimpin dalam menggunakan media sosial dengan baik dan bertanggung jawab.
Literasi digital sangat penting untuk hal ini. Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan internet, tetapi juga tentang kemampuan berpikir kritis, mengidentifikasi informasi palsu, memahami cara menjaga data pribadi aman, dan berbagi pendapat dengan cara yang mengikuti aturan dan adil.
Baca Juga: Berdemokrasi dengan Suara Rakyat: Tantangan Kebebasan Berekspresi dan Hak Asasi di Era Modern
Ketika siswa memiliki literasi digital yang kuat, mereka bukan hanya pengguna media sosial, tetapi juga orang yang dapat berbagi pendapat dengan jujur dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Penulis: Kelompok 4 Pendidikan Pancasila Kelas 42
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
Dosen Pengampu: Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












