Pendahuluan
Demokrasi bukan sekadar sistem pemerintahan, melainkan sebuah nilai hidup yang menuntut partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Di Indonesia, demokrasi telah menjadi fondasi konstitusional sejak era reformasi, menggantikan sistem otoriter yang membatasi kebebasan berpendapat dan partisipasi publik. Namun, demokrasi tidak dapat tumbuh subur hanya melalui institusi formal seperti pemilu atau lembaga legislatif.
Ia membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga, mengawasi, dan menghidupi nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, masyarakat bukan hanya objek dari kebijakan demokratis, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalam menegakkan prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan supremasi hukum.
Peran masyarakat dalam demokrasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi politik, kesadaran hukum, dan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai etika politik.
Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di berbagai jenjang pendidikan telah menjadi salah satu instrumen penting dalam menginternalisasi nilai-nilai demokrasi sejak dini.
Sartika, Suntoro, dan Yanzi (2018) menekankan bahwa PPKn berperan dalam membentuk karakter warga negara yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam mengatasi apatisme politik, penyalahgunaan kekuasaan, dan lemahnya penegakan hukum yang sering kali menggerus kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.
Di tengah kompleksitas sosial dan politik Indonesia, masyarakat memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjadi penjaga nilai-nilai demokrasi. Hal ini mencakup partisipasi dalam proses politik, pengawasan terhadap kebijakan publik, serta keberanian dalam menyuarakan aspirasi secara damai dan konstruktif.
Demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemimpin, tetapi juga oleh kualitas warga negaranya. Oleh karena itu, penting untuk menelaah lebih dalam bagaimana masyarakat Indonesia dapat memainkan peran aktif dalam menegakkan nilai-nilai demokrasi, serta bagaimana tantangan dan peluang yang ada dapat direspons secara bijak dan progresif.
Pembahasan
Contoh nyata peran masyarakat dalam menegakkan nilai-nilai demokrasi di Indonesia dapat dilihat saat warga ikut serta dalam pemilihan umum dengan memilih secara bebas dan bertanggung jawab, serta mengawasi jalannya proses pemilu agar tetap jujur dan adil.
Selain itu, masyarakat juga aktif menyuarakan aspirasi melalui media sosial, diskusi publik, atau forum warga, seperti saat menolak kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat, misalnya penolakan terhadap revisi Undang-Undang yang berpotensi melemahkan KPK.
Di tingkat lokal, warga sering terlibat dalam musyawarah desa untuk menentukan penggunaan dana desa secara transparan dan sesuai kebutuhan bersama. Bahkan, ketika masyarakat melaporkan praktik korupsi atau ketidakadilan hukum kepada lembaga terkait, itu menunjukkan keberanian dan kepedulian terhadap tegaknya demokrasi yang berlandaskan hukum dan keadilan sosial.
Baca juga: Demokrasi dan Partisipasi Publik
Pertama, partisipasi politik masyarakat merupakan indikator utama keberlangsungan demokrasi. Partisipasi ini tidak hanya terbatas pada pemilu, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam musyawarah desa, forum publik, dan advokasi kebijakan.
Sobarna (2002) menyatakan bahwa nilai-nilai demokrasi harus menjadi dasar partisipatif dalam kehidupan sosial, di mana masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, mengkritisi kebijakan, dan ikut serta dalam pengambilan keputusan. Ketika masyarakat aktif berpartisipasi, maka kontrol terhadap kekuasaan menjadi lebih efektif, dan potensi penyalahgunaan wewenang dapat diminimalisasi.
Kedua, penegakan supremasi hukum menjadi aspek krusial dalam demokrasi yang berkeadilan. Masyarakat memiliki peran dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas hukum, baik melalui pelaporan pelanggaran, dukungan terhadap lembaga hukum, maupun pendidikan hukum di tingkat komunitas.
Idayanti, Haryadi, dan Widyastuti (2020) menekankan bahwa implementasi nilai demokrasi dalam penegakan hukum harus melibatkan masyarakat sebagai mitra strategis, bukan sekadar objek hukum. Ketika masyarakat memahami hak dan kewajibannya secara hukum, maka proses demokratis akan berjalan lebih adil dan berimbang.
Ketiga, internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai etika politik menjadi landasan moral dalam praktik demokrasi. Himawan et al. (2024) menggarisbawahi pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila agar demokrasi Indonesia tidak terjebak dalam liberalisme yang mengabaikan keadilan sosial.
Masyarakat perlu memahami bahwa demokrasi Indonesia bukan sekadar meniru sistem Barat, melainkan harus berakar pada nilai-nilai lokal yang menjunjung tinggi musyawarah, gotong royong, dan keadilan. Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga beretika dalam memperjuangkan aspirasi politiknya.
Keempat, pendidikan demokrasi melalui institusi formal dan informal menjadi kunci dalam membentuk masyarakat yang demokratis. Mutmainnah dan Maulia (2024) menekankan bahwa penerapan sistem demokrasi harus disertai dengan pendidikan yang menanamkan nilai persatuan, konstitusi, dan penegakan hukum.
Pendidikan ini tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga melalui media, organisasi masyarakat, dan ruang digital. Masyarakat yang teredukasi akan lebih mampu membedakan antara kritik konstruktif dan ujaran kebencian, serta lebih bijak dalam menggunakan hak-hak demokratisnya.
Kelima, tantangan dalam menegakkan nilai demokrasi di Indonesia tidak dapat diabaikan. Polarisasi politik, hoaks, dan intoleransi menjadi ancaman nyata terhadap kohesi sosial dan stabilitas demokrasi.
Dalam situasi ini, masyarakat harus mampu menjadi penyeimbang dengan mengedepankan dialog, toleransi, dan literasi digital. Peran komunitas lokal, tokoh agama, dan pemuda sangat penting dalam membangun budaya demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan. Ketika masyarakat bersatu dalam nilai-nilai demokrasi, maka Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan global dan menjaga integritas nasional.
Penutup
Menegakkan nilai-nilai demokrasi di Indonesia bukanlah tugas yang ringan, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dipikul oleh seluruh elemen masyarakat. Demokrasi yang sehat dan berkeadilan hanya dapat terwujud jika masyarakat aktif berpartisipasi, memahami hukum, menjunjung etika politik, dan terus belajar melalui pendidikan yang inklusif.
Dalam refleksi ini, kita menyadari bahwa kekuatan demokrasi terletak bukan hanya pada institusi formal, tetapi pada kesadaran dan keberanian warga negara untuk menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, membangun masyarakat demokratis adalah investasi jangka panjang yang harus dimulai dari sekarang, dengan semangat gotong royong, keadilan, dan cinta tanah air sebagai fondasinya.
Penulis: Hilma Khoirun Nisa
Mahasiswa Tadris Biologi, UIN Syiber Syekh Nurjati Cirebon
Dosen Pengampu: Wisnu Hatami M.Pd
Referensi
Himawan, M. N., Linggi, I. T., Elizabeth, P., Saputra, M. F., Samuda, B. J. K., & Zulfadli, A. (2024). Membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai etika politik: Menuju demokrasi Pancasila yang maju dan berkeadilan: Grounding Pancasila values as political ethics: Towards an advanced and just Pancasila democracy. Jurnal Perspektif Sosial Progresif, 1(1), 1–9.
Idayanti, S., Haryadi, T., & Widyastuti, T. V. (2020). Penegakan supremasi hukum melalui implementasi nilai demokrasi. Diktum: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 83–93.
Mutmainnah, W., & Maulia, S. T. (2024). Penerapan sistem demokrasi untuk menjaga persatuan dan konstitusi serta penegakan hukumnya. Journal of Practice Learning and Educational Development, 4(2), 111–117.
Sartika, M., Suntoro, I., & Yanzi, H. (2018). Peranan pembelajaran PPKn dalam menginternalisasi nilai-nilai demokrasi. Jurnal Kultur Demokrasi (JKD), 5(10).
Sobarna, A. (2002). Nilai-nilai demokrasi sebagai dasar partisifatif. Bandung Islamic University.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












