Doa Tolak Bala Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Sunnah Membalikkan Telapak Tangan

doa tolak bala

Hidup yang aman, tenteram, dan jauh dari musibah merupakan harapan setiap manusia. Namun, sebagai makhluk ciptaan Allah ﷻ, kita harus menyadari bahwa musibah atau bala adalah bagian dari takdir yang tidak bisa dihindari sepenuhnya.

Bala dapat datang kapan saja, baik berupa bencana alam, penyakit, maupun kesulitan hidup yang menguji kesabaran seorang hamba.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dalam ajaran Islam, setiap masalah dan cobaan memiliki hikmah tersendiri. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an bahwa musibah terjadi atas kehendak-Nya dan selalu mengandung pelajaran berharga bagi orang beriman.

Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk selalu berlindung kepada Allah dengan memperbanyak doa, amal saleh, serta menjaga ketakwaan.

Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk diamalkan adalah doa tolak bala. Doa ini bertujuan memohon perlindungan agar Allah menjauhkan kita dari segala macam bahaya, baik yang tampak maupun tidak tampak. Bahkan, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa-doa khusus untuk menolak bala, disertai adab serta sunnah yang menyertainya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap:

  • Pengertian tolak bala dalam Islam
  • Amalan yang bisa menghindarkan dari musibah
  • Kumpulan doa tolak bala beserta teks Arab, latin, dan artinya
  • Sunnah membalikkan telapak tangan ketika berdoa
  • Adab dan waktu mustajab membaca doa tolak bala

Dengan mempelajari doa ini, semoga kita senantiasa dilindungi Allah dari segala macam keburukan dan diberikan keselamatan dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Baca juga: Kirim Opini ke Media Mahasiswa Indonesia: 100% Diterbitkan!

Pengertian Tolak Bala dalam Islam

Apa Itu Bala?

Dalam bahasa Arab, bala (البلاء) berarti ujian, cobaan, atau musibah. Bala bisa berupa kesulitan hidup, penyakit, bencana alam, atau bahkan fitnah yang menimpa seseorang. Allah ﷻ menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa setiap manusia pasti akan diuji dengan berbagai bentuk bala, sebagaimana firman-Nya:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Dari ayat ini jelas bahwa bala adalah bagian dari sunnatullah untuk menguji keimanan hamba-Nya. Dengan adanya bala, seorang Muslim akan diuji kesabarannya, keteguhannya dalam beribadah, serta tawakalnya kepada Allah.

Tolak Bala Menurut Islam

Tolak bala berarti upaya seorang hamba memohon kepada Allah agar dijauhkan dari musibah atau keburukan yang dapat menimpa dirinya, keluarganya, maupun lingkungannya.

Jadi, Tolak bala bukan berarti menolak takdir Allah, melainkan berusaha mencari perlindungan dengan doa, amal saleh, serta menjaga hubungan baik dengan Sang Pencipta.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ

“Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebajikan.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa doa memiliki peran besar dalam melindungi seorang Muslim dari keburukan yang mungkin menimpanya. Doa menjadi senjata orang beriman sekaligus wujud ketergantungan kepada Allah.

Hikmah Bala dalam Kehidupan

Meskipun setiap manusia berusaha menolak bala, bukan berarti bala selalu buruk. Di balik setiap musibah ada hikmah yang bisa dipetik, antara lain:

  1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan – saat bala menimpa, seorang hamba biasanya lebih mendekatkan diri kepada Allah.
  2. Menghapus dosa – cobaan yang dialami seorang Muslim dapat menggugurkan dosa-dosa kecilnya.
  3. Menguji kesabaran – bala menjadi sarana untuk melatih kesabaran dan keteguhan iman.
  4. Mengingatkan manusia akan kelemahan dirinya – sehingga tidak sombong dan selalu bergantung kepada Allah.

Dengan memahami makna bala, kita bisa lebih bijak dalam menghadapinya, tidak hanya berdoa agar bala dijauhkan, tetapi juga bersabar dan ikhlas ketika Allah menakdirkan suatu cobaan.

Baca juga: Hukum dan Syarat Periwayatan Hadis Bil Makna Menurut Para Ulama

Amal Saleh yang Bisa Menolak Bala

Dalam Islam, doa memang menjadi senjata utama seorang Muslim untuk memohon perlindungan dari segala mara bahaya. Namun, doa bukanlah satu-satunya ikhtiar.

Ada banyak amal saleh yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan para ulama yang diyakini mampu menolak atau mengurangi bala yang seharusnya menimpa seorang hamba.

Amal-amal ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi wasilah agar Allah ﷻ menurunkan rahmat-Nya.

1. Ketakwaan kepada Allah

Ketakwaan adalah fondasi utama seorang Muslim. Allah ﷻ berjanji dalam Al-Qur’an bahwa siapa saja yang bertakwa, maka Dia akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا • وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3)

Ketakwaan mencakup menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan ketakwaan, seorang Muslim akan senantiasa berada dalam lindungan Allah sehingga terhindar dari musibah besar yang bisa membinasakan.

2. Sedekah sebagai Penolak Bala

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa sedekah memiliki keutamaan luar biasa, salah satunya adalah sebagai penolak bala. Dalam sebuah hadis disebutkan:

صَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ

“Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat memadamkan murka Allah.” (HR. Thabrani)

Banyak ulama juga menegaskan bahwa sedekah dapat menjadi sebab tertolaknya bala, baik yang menimpa diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas.

Inilah sebabnya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, baik dalam bentuk harta, tenaga, maupun ilmu.

3. Doa sebagai Senjata Orang Beriman

Doa adalah ibadah yang paling mulia. Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

“Doa adalah inti ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Doa bukan hanya permintaan kepada Allah, tetapi juga bentuk penghambaan. Dengan berdoa, seorang Muslim menunjukkan kerendahan hati dan ketergantungannya kepada Sang Pencipta.

Oleh karena itu, doa memiliki kekuatan besar untuk menolak bala yang tidak diinginkan.

4. Silaturahmi dan Berbuat Baik kepada Sesama

Selain doa dan sedekah, menjaga silaturahmi juga termasuk amal yang bisa menolak bala. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan menjaga hubungan baik, seseorang tidak hanya mendapat pahala, tetapi juga dijauhkan dari kesulitan dan keburukan yang bisa menimpa kehidupannya.

5. Membaca Al-Qur’an dan Dzikir

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang penuh keberkahan. Membaca dan mengamalkannya dapat menjadi benteng dari bala.

Demikian pula dengan dzikir, seperti membaca Bismillah ketika keluar rumah, Ayat Kursi sebelum tidur, serta dzikir pagi dan petang. Semua amalan ini adalah bentuk perlindungan diri dari keburukan.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an

Doa Tolak Bala Lengkap

Doa merupakan salah satu amalan paling mulia yang bisa diamalkan seorang Muslim untuk memohon perlindungan dari Allah ﷻ.

Dalam hadis disebutkan bahwa doa mampu menolak bala yang belum terjadi, bahkan meringankan musibah yang sudah ditakdirkan.

Berikut beberapa doa tolak bala yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan para ulama, lengkap dengan teks Arab, latin, arti, serta penjelasan maknanya:

1. Doa Tolak Bala Singkat

Doa pertama ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap pagi dan sore. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang membaca doa ini tiga kali pada pagi dan sore, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Teks Arab

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin

Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘as-mihi syaiun fil-arḍi wa lā fis-samāi wa huwa as-samī‘ul-‘alīm.

Artinya

“Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Penjelasan

Doa ini sederhana namun sangat kuat. Dianjurkan untuk diamalkan rutin setiap hari, khususnya pagi setelah shalat Subuh dan sore setelah shalat Ashar, agar Allah melindungi diri dari musibah yang tampak maupun tidak tampak.

2. Doa Tolak Bala dengan Membaca Al-Fatihah

Para ulama mengajarkan doa khusus yang diawali dengan membaca surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan doa berikut:

Teks Arab

اللَّهُمَّ بِحَقِّ الفَاتِحَةِ وَسِرِّ الفَاتِحَةِ، يَا فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَمِّ، يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ، وَيَا دَافِعَ البَلَاءِ يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ، وَيَا دَافِعَ البَلَاءِ يَا اللهُ يَا رَحِيْمُ

Latin

Allāhumma bihaqqil-Fātiḥati wa sirril-Fātiḥah, yā fārijal-hammi yā kāsyifal-ghammi, yā man li‘abdihi yaghfiru wa yarḥam, wa yā dāfi‘al-balāi yā Allāhu yā Raḥmān, wa yā dāfi‘al-balāi yā Allāhu yā Raḥīm.

Artinya

“Ya Allah, dengan hakikat dan rahasia Al-Fatihah, wahai Dzat yang melapangkan kesusahan, wahai yang membuka kegelisahan, wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi hamba-Nya, wahai penolak bala ya Allah, wahai Maha Pengasih, wahai penolak bala ya Allah, wahai Maha Penyayang.”

Penjelasan

Doa ini bisa dibaca setelah membaca surat Al-Fatihah. Isinya memohon kepada Allah agar segala kesulitan diangkat, kegelisahan dihilangkan, serta bala dijauhkan.

Setelah doa ini, dianjurkan ditutup dengan shalawat dan doa berikut:

Teks Arab

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامً عَلَى المُرْسَلِيْنَ، وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Latin

Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī ajma‘īn. Subḥāna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammā yaṣifūn, wa salāmun ‘alal-mursalīn, wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.

Artinya

“Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan seluruh sahabatnya. Maha suci Tuhanmu, Tuhan yang memiliki kemuliaan dari sifat-sifat yang mereka katakan.

Semoga kesejahteraan tercurah kepada para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

3. Doa Tolak Bala dari Ummul Mukminin Aisyah

Doa berikut diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Ummul Mukminin Aisyah RA. Nah, Doa ini berisi permohonan kebaikan secara menyeluruh serta perlindungan dari segala keburukan.

Teks Arab

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَم اللّٰهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ وَأَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِيْ خَيْرًا

Latin

Allāhumma innī asalukamin al-khairi kullihi, ‘ājilihi wa ājilihi, mā ‘alimtu minhu wa mā lam a‘lam. Wa a‘ūdzu bika minasy-syarri kullihi, ‘ājilihi wa ājilihi, mā ‘alimtu minhu wa mā lam a‘lam. Allāhumma innī asāluka min khairi mā saalaka ‘abduka wa nabiyyuka Muḥammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, wa a‘ūdzu bika min syarri mā ‘ādza bihi ‘abduka wa nabiyyuka. Wa asāluka al-jannata wa mā qarraba ilaihā min qawlin aw ‘amalin, wa a‘ūdzu bika minan-nāri wa mā qarraba ilaihā min qawlin aw ‘amalin. Wa asāluka an taj‘ala kulla qaḍāin qaḍaitahu lī khairan.

Artinya

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, baik yang segera maupun yang ditunda, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, baik yang segera maupun yang ditunda, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan sebagaimana yang diminta oleh hamba dan nabi-Mu, Muhammad ﷺ. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan sebagaimana hamba dan nabi-Mu meminta perlindungan kepada-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan segala ucapan maupun perbuatan yang mendekatkanku kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka serta segala ucapan maupun perbuatan yang mendekatkanku kepadanya. Ya Allah, aku memohon agar setiap keputusan-Mu untukku menjadi sesuatu yang baik.”

Penjelasan

Doa ini sangat luas cakupannya. Selain meminta perlindungan dari bala, juga mencakup permohonan surga, dijauhkan dari neraka, serta doa agar seluruh takdir yang Allah tetapkan menjadi baik bagi kehidupan kita.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Mempelajari Ulumul Hadis

Sunnah Membalikkan Telapak Tangan Saat Berdoa

Doa dalam Islam memiliki adab-adab yang sangat dianjurkan untuk diamalkan. Salah satu adab yang khusus diajarkan Rasulullah ﷺ ketika berdoa menolak bala adalah membalikkan telapak tangan, yaitu dengan menghadapkannya ke arah langit tetapi menggunakan punggung tangan, bukan telapak bagian dalam seperti biasanya.

Hadis Tentang Membalikkan Telapak Tangan

Dalam hadis riwayat Imam Muslim, dari Anas bin Malik RA disebutkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَسْقَى، فَأَشَارَ بِظَهْرِ كَفَّيْهِ إِلَى السَّمَاءِ

Artinya:
“Sesungguhnya Nabi ﷺ ketika melaksanakan doa istisqa’ (memohon hujan), beliau menghadapkannya dengan punggung kedua telapak tangannya ke langit.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi dasar bahwa dalam doa tertentu, terutama doa istisqa’ dan doa tolak bala, Rasulullah ﷺ menganjurkan agar punggung tangan dihadapkan ke langit.

Penjelasan Ulama

Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan:

“Segolongan sahabat kami (Syafi’iyah) dan selain mereka mengatakan: sunnah pada setiap doa tolak bala, seperti ketika musim kemarau atau terjadi bencana, adalah mengangkat tangan dengan punggung telapak tangan menghadap ke langit. Sedangkan jika berdoa untuk meminta sesuatu secara umum, maka telapak bagian dalam menghadap ke langit.”

Dengan demikian, ulama menegaskan bahwa ada perbedaan posisi telapak tangan ketika berdoa:

  • Memohon kebaikan (rizki, ampunan, rahmat): telapak tangan bagian dalam menghadap ke langit.
  • Memohon dijauhkan dari bala (musibah, bencana): punggung tangan menghadap ke langit.

Hikmah Membalikkan Telapak Tangan

  1. Simbol kerendahan hati – membalikkan tangan seolah menunjukkan kelemahan manusia di hadapan Allah.
  2. Pemisahan doa – untuk membedakan antara doa permintaan kebaikan dan doa penolakan bala.
  3. Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ – sesuai tuntunan syariat agar doa lebih afdhal dan mustajab.

Adab dan Waktu yang Dianjurkan untuk Membaca Doa Tolak Bala

Agar doa lebih mustajab dan dikabulkan oleh Allah ﷻ, seorang Muslim dianjurkan untuk memperhatikan adab serta waktu yang tepat dalam berdoa. Hal ini juga berlaku ketika memanjatkan doa tolak bala.

Adab Membaca Doa Tolak Bala

  1. Mengawali dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi ﷺ
    Sebelum masuk pada inti doa, dianjurkan untuk memuji Allah ﷻ dan membaca shalawat. Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Setiap doa tertahan antara langit dan bumi sampai dibacakan shalawat kepada Nabi.” (HR. Tirmidzi)

  2. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
    Dalam berdoa, usahakan menghadap kiblat. Saat membaca doa tolak bala, punggung telapak tangan diangkat ke arah langit, sebagaimana sunnah Rasulullah ﷺ.

  3. Menggunakan bahasa yang baik dan penuh kerendahan hati
    Doa harus disampaikan dengan rendah hati, suara lembut, dan penuh keikhlasan. Allah ﷻ berfirman:

    “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A‘raf: 55)

  4. Meyakini bahwa doa akan dikabulkan
    Keyakinan adalah syarat utama. Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai dan tidak sungguh-sungguh.” (HR. Tirmidzi)

  5. Menutup doa dengan shalawat dan hamdalah
    Doa ditutup dengan shalawat kepada Nabi ﷺ dan memuji Allah sebagai bentuk kesempurnaan doa.

Waktu Mustajab Membaca Doa Tolak Bala

Doa bisa dipanjatkan kapan saja, tetapi ada waktu-waktu istimewa yang lebih mustajab, di antaranya:

  1. Sepertiga malam terakhir
    Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman:

    “Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  2. Setelah shalat fardhu
    Waktu setelah shalat wajib adalah saat yang sangat dianjurkan untuk berdoa, termasuk membaca doa tolak bala.

  3. Antara adzan dan iqamah
    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

  4. Ketika turun hujan
    Hujan adalah rahmat dari Allah. Doa yang dipanjatkan saat hujan turun termasuk doa yang mustajab.

  5. Hari Jumat
    Dalam hadis disebutkan bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu di mana doa seorang hamba Muslim akan dikabulkan.

Membaca doa tolak bala tidak hanya sekadar melafazkan bacaan, tetapi juga memperhatikan adab serta memilih waktu yang tepat agar doa lebih mudah diijabah oleh Allah ﷻ.

Doa Tolak Bala dalam Kehidupan Sehari-hari

Doa tolak bala bukan hanya sekadar bacaan yang dihafalkan, tetapi juga amalan yang sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas seorang Muslim.

Dengan membiasakan diri membaca doa ini, seorang hamba menunjukkan ketergantungan penuh kepada Allah ﷻ sekaligus ikhtiar untuk menjaga diri dari berbagai musibah.

1. Membaca Doa Setelah Shalat Fardhu

Setelah menyelesaikan shalat lima waktu, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa. Pada saat inilah doa tolak bala bisa dibaca, karena hati sedang tenang dan dekat dengan Allah.

Selain itu, doa setelah shalat fardhu lebih mudah dikabulkan karena masih dalam suasana ibadah.

2. Membaca Doa Saat Terjadi Bencana atau Wabah

Ketika terjadi musibah seperti gempa bumi, banjir, wabah penyakit, atau kondisi darurat lainnya, doa tolak bala sangat relevan untuk diamalkan.

Rasulullah ﷺ dan para sahabat biasa berdoa memohon perlindungan kepada Allah agar selamat dari bahaya.

Dengan doa, hati menjadi tenang, masyarakat semakin yakin bahwa hanya Allah yang bisa melindungi, serta terjalin rasa solidaritas dengan sesama Muslim yang juga ikut berdoa bersama.

3. Membiasakan Doa Tolak Bala di Pagi dan Petang

Doa pagi dan petang adalah benteng yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk melindungi diri dari keburukan sepanjang hari. Salah satu doa yang dianjurkan dibaca adalah:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Doa ini bisa dibaca tiga kali pada pagi hari (setelah shalat Subuh) dan tiga kali pada sore hari (setelah shalat Ashar atau Maghrib). Dengan rutin membaca doa ini, insyaAllah seseorang akan terlindung dari mara bahaya hingga keesokan harinya.

4. Mengajarkan Doa Tolak Bala kepada Anak-Anak

Salah satu kewajiban orang tua adalah mendidik anak-anak agar senantiasa berdoa kepada Allah. Doa tolak bala termasuk doa yang penting untuk diajarkan sejak dini.

Anak-anak bisa diajari membaca doa singkat terlebih dahulu, lalu perlahan diperkenalkan dengan doa yang lebih panjang.

Dengan cara ini, anak-anak terbiasa berdoa ketika hendak berangkat sekolah, keluar rumah, atau saat merasa takut. Selain melindungi mereka, kebiasaan ini juga menjadi investasi pahala jariyah bagi orang tua.

5. Diamalkan Secara Kolektif dalam Majelis atau Kegiatan Keagamaan

Doa tolak bala juga bisa diamalkan secara berjamaah, misalnya setelah shalat berjamaah, pengajian, atau saat ada hajat tertentu seperti menghadapi musim kemarau panjang, wabah penyakit, atau bencana alam. Rasulullah ﷺ sendiri mencontohkan doa istisqa’ (meminta hujan) yang dilakukan bersama sahabat.

Doa tolak bala dapat diamalkan dalam banyak momen kehidupan sehari-hari: setelah shalat, saat bencana, pagi dan petang, bahkan bisa diajarkan kepada anak-anak. Dengan istiqamah, doa ini menjadi tameng spiritual yang menjaga kita dari berbagai musibah.

Kesimpulan

Doa merupakan senjata utama seorang Muslim dalam menghadapi segala bentuk musibah dan cobaan hidup. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, doa mampu menolak bala, meringankan takdir yang sudah ditetapkan, serta menjadi penghubung seorang hamba dengan Rabb-nya.

Dalam Islam, doa tolak bala memiliki kedudukan penting. Ada doa-doa khusus yang diajarkan Rasulullah ﷺ, baik doa singkat maupun panjang, yang bisa diamalkan setiap hari.

Bahkan, para ulama menekankan sunnah khusus ketika membaca doa tolak bala, yaitu membalikkan telapak tangan (punggung tangan menghadap ke langit), berbeda dengan doa pada umumnya yang menggunakan telapak tangan bagian dalam.

Selain doa, amal saleh seperti ketakwaan, sedekah, silaturahmi, membaca Al-Qur’an, dan dzikir juga menjadi benteng ampuh untuk menolak musibah. Ditambah dengan memperhatikan adab serta memilih waktu mustajab, doa akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah ﷻ.

Doa tolak bala sebaiknya tidak hanya dibaca saat terjadi musibah, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari: setelah shalat fardhu, di pagi dan sore hari, saat turun hujan, atau ketika berada di majelis ilmu. Bahkan, doa ini sebaiknya diajarkan kepada anak-anak agar mereka terbiasa berlindung kepada Allah sejak dini.

Akhirnya, sebagai seorang Muslim kita berharap semoga Allah ﷻ senantiasa melindungi kita, keluarga, dan masyarakat dari segala bentuk bencana, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

 

Penulis: Dafa Aqila Musyaffa
Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Editor: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses