Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat semakin sering mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Mulai dari bahan makanan, transportasi, hingga biaya hidup sehari-hari terasa semakin mahal.
Di sisi lain, pendapatan banyak orang cenderung tidak mengalami perkembangan.
Fenomena ini dikenal sebagai inflasi.
Kondisi ini menimbulkan satu pertanyaan besar: bagaimana masyarakat bisa bertahan jika pengeluaran terus meningkat, sementara pemasukan/gaji tidak ikut bertambah?
Bagi sebagian orang, terutama kelas menengah ke bawah, dampak inflasi terasa sangat nyata.
Daya beli menurun, pilihan hidup menjadi lebih terbatas, dan tekanan ekonomi semakin besar.
Tidak sedikit yang harus mengurangi kualitas konsumsi, bahkan menunda kebutuhan penting.
Namun, jika dilihat lebih kritis, apakah inflasi sepenuhnya menjadi penyebab utama?
Baca Juga: Realita Konsumen Menghadapi Gejolak Harga Minyak Goreng
Di era digital saat ini, pola konsumsi masyarakat juga mengalami perubahan.
Kemudahan berbelanja online, banyaknya promo, serta pengaruh media sosial sering kali mendorong masyarakat berperilaku konsumtif.
Tanpa disadari, banyak orang mengeluarkan uang bukan karena kebutuhan, melainkan karena keinginan.
Di sinilah letak masalah yang sering diabaikan.
Mengeluhkan kenaikan harga memang wajar, tetapi tanpa diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik, kondisi akan semakin sulit.
Inflasi mungkin tidak bisa kita kendalikan secara langsung, tetapi bisa kita imbangi dengan cara pengelolaan uang yang baik.
Di sisi lain, peran pemerintah tetap tidak bisa diabaikan.
Kebijakan ekonomi, pengendalian harga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Baca Juga: Inflasi Naik, Siapa yang Dirugikan? Perspektif Ekonomi Islam dalam Menjaga Keadilan
Tanpa intervensi yang tepat, kesenjangan ekonomi berpotensi semakin melebar.
Artinya, solusi dari masalah ini tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak.
Masyarakat perlu meningkatkan literasi keuangan dan mulai membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Sementara itu, pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Pada akhirnya, inflasi bukan hanya soal harga yang naik, tetapi juga tentang bagaimana kita meresponsnya.
Bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti bukan hanya membutuhkan penghasilan yang cukup, tetapi juga kesadaran dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan.
Penulis: Ayu Agnia Kamila
Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Irenne Putren, S.Pd., M.Pd.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












