Kamu mungkin sering mendengar nasihat, “luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, jangan menunggu waktu luang.” Kalimat sederhana ini menyimpan pesan mendalam.
Sebab, kalau hanya menunggu waktu luang, bisa jadi waktu itu tidak pernah datang. Kesibukan dunia memang tidak ada habisnya.
Namun, Al-Qur’an adalah sumber petunjuk hidup yang harus selalu hadir dalam keseharianmu. Dengan meluangkan waktu, meskipun sebentar, kamu sudah menunjukkan cinta dan penghormatan kepada kitab suci yang menjadi cahaya hidup.
Baca juga: Fenomena Malas Membaca Al-Qur’an: Penyebab, Akibat, dan Cara Mengatasinya
Mengapa Kita Harus Meluangkan Waktu untuk Membaca Al-Qur’an?
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang berlaku sepanjang masa. Ia tidak hanya berisi lafadz suci, tetapi juga panduan hidup, hukum, peringatan, hingga kisah masa lalu yang menjadi pelajaran.
Kitab Al-Qur’an berlaku sepanjang zaman, dan setiap ayatnya tetap relevan dengan kehidupan modern saat ini.
Sayangnya, banyak orang lebih sibuk dengan pekerjaan, hiburan, dan rutinitas duniawi. Akhirnya, membaca Alquran sering dianggap sebagai aktivitas yang menunggu waktu luang, bukan sesuatu yang diluangkan.
Padahal, ketika kamu benar-benar meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, kamu akan merasakan keberkahan dalam hidup sehari-hari.
Membaca Alquran bernilai pahala yang besar. Bahkan, satu huruf Al-Qur’an yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan. Bukan hanya itu, bacaanmu juga bisa menenangkan hati, memberi ketentraman batin, dan menjauhkan dari rasa kosong.
Tidak heran, banyak ulama mengingatkan bahwa jangan lupa baca Al-Qur’an setiap hari, meskipun hanya beberapa ayat.
Selain itu, ngaji Alquran atau sekadar baca Qur’an setiap hari dapat menjadi obat hati. Sebab, apa yang terjadi jika Al-Qur’an kosong dari hatimu? Hidup terasa hampa. Itulah mengapa meluangkan waktu lebih baik daripada menunggu waktu.
Meluangkan Waktu vs Menunggu Waktu Luang: Mana yang Lebih Baik?
Kamu pasti sering mendengar kata-kata waktu luang dan meluangkan waktu. Sekilas terdengar sama, padahal maknanya sangat berbeda. Meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an berarti ada niat, ada kesungguhan, dan ada usaha untuk mendahulukan yang penting.
Sedangkan menunggu waktu luang hanya mengandalkan sisa waktu setelah semua urusan selesai. Kalau menunggu, sering kali waktu itu tidak datang karena kesibukan selalu berganti.
Dalam keseharian, meluangkan waktu jauh lebih baik. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam pandai memanfaatkan setiap detik yang Allah berikan. Ada hadits tentang waktu luang yang berbunyi:
“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menegaskan bahwa waktu luang bisa menipu. Jika kamu tidak pandai menggunakannya, waktu itu akan berlalu tanpa manfaat. Jadi, meluangkan waktu atau menunggu waktu luang? Tentu lebih mulia jika kamu meluangkan waktu.
Hadits dan Ayat Al-Qur’an Tentang Pentingnya Waktu
Waktu adalah amanah yang tidak bisa kembali. Al-Qur’an waktu demi waktu mengingatkan manusia agar bijak memanfaatkannya. Ada banyak ayat Al-Qur’an tentang waktu, salah satunya dalam surah Al-‘Ashr:
“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”
Ayat ini menegaskan bahwa waktu dalam Al-Qur’an sangat berharga. Orang yang tidak menggunakannya untuk ibadah dan amal baik akan merugi.
Selain itu, ada juga ayat Al-Qur’an tentang masa depan seseorang. Allah ﷻ mengingatkan bahwa amal baik atau buruk yang kita lakukan di masa kini akan menentukan nasib kita kelak. Itu sebabnya, jangan sampai menunggu waktu, karena setiap detik bisa menjadi penentu nasib di akhirat.
Hadits Tentang Waktu Luang
Selain ayat, hadits juga banyak membahas tentang waktu. Salah satunya hadits tentang waktu luang yang mengingatkan agar umat Islam tidak menyesal di kemudian hari. Nabi ﷺ pernah bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, senggangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu.” (HR. Hakim)
Hadits ini menegaskan betapa pentingnya meluangkan waktu dan tidak menunggu waktu luang. Sebab, setiap fase hidup akan terus berubah. Apa yang kamu miliki sekarang bisa hilang kapan saja.
Dalam kehidupan sehari-hari, hadits membuat orang menunggu juga menjadi pelajaran. Menunda-nunda kebaikan sama saja dengan membiarkan diri melewatkan pahala. Padahal membaca Alquran bernilai pahala besar. Maka jangan tunda, jangan menunggu waktu.
Baca juga: Cara Menenangkan Hati dan Pikiran Menurut Islam dengan Membaca Al-Qur’an
1 Huruf Al-Qur’an Bernilai 10 Kebaikan
Membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar aktivitas ibadah, tetapi juga investasi pahala yang tidak ada bandingannya. Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits membaca Al-Qur’an 10 kebaikan:
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Dari hadits ini jelas sekali bahwa setiap huruf dalam Al-Qur’an bernilai pahala yang sangat besar. Bahkan hadits membaca 1 huruf 10 kebaikan ini sering dijadikan motivasi oleh para ulama untuk mendorong umat Islam agar tidak melewatkan hari tanpa membaca Alquran.
Penjelasan Hadits 10 Kebaikan
Bayangkan, jika kamu membaca surah pendek seperti Al-Fatihah saja, ada puluhan huruf yang berarti ratusan kebaikan. Belum lagi jika kamu rutin ngaji Alquran setiap hari.
Maka, pahala yang kamu kumpulkan tidak terhitung. Hadits 1 huruf 10 kebaikan arab ini juga menjadi bukti bahwa Allah ﷻ begitu pemurah kepada hamba-Nya.
Bahkan, bersendawa saat baca Al-Qur’an pun sebaiknya dijaga adabnya. Karena setiap lafadz Al-Qur’an memiliki kedudukan yang mulia. Al-Qur’an bukan nyanyian, bukan pula bacaan biasa. Ia adalah kalamullah yang setiap hurufnya penuh berkah.
Membaca Al-Qur’an Bernilai Pahala Besar
Setiap huruf dalam Al-Qur’an bernilai pahala, bahkan disebutkan bahwa membaca Al-Qur’an bernilai titik-titik ketika membacanya. Ini artinya, Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal sekecil apa pun. Maka, jangan lupa baca Al-Qur’an setiap hari.
Sebagian orang merasa tidak sempat, padahal kalau dihitung, beberapa menit waktu saja sudah cukup untuk membaca beberapa ayat. Al-Qur’an waktu untuk dibaca tidak harus lama. Yang terpenting adalah konsistensi.
Bahkan, ada hadits pintar membaca Alquran yang menyebutkan bahwa orang yang mahir membacanya akan bersama para malaikat. Sementara orang yang terbata-bata tetap mendapat pahala ganda: pahala membaca dan pahala berjuang mempelajarinya.
Pentingnya Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan
Jangan menunggu waktu untuk bisa mengaji. Luangkanlah, walau hanya sebentar. Karena waktu terbaik membaca Alquran bisa kapan saja, selama hati tenang dan kondisi memungkinkan.
Ada ulama yang mengatakan waktu terbaik baca Alquran adalah setelah Subuh atau malam hari. Namun, sebenarnya semua waktu baik, kecuali waktu haram membaca Al-Qur’an, seperti ketika berada di tempat najis atau dalam keadaan tidak suci.
Membaca Alquran bernilai pahala besar, juga membawa ketenangan batin. Hati tidak merasa kosong, karena apa arti Al-Qur’an kosong kalau bukan hati yang tidak pernah disentuh oleh ayat-ayatnya?
Baca juga: Hukum Wanita Haid Memegang atau Membaca Mushaf Al-Qur’an
Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an
Membaca dan menghafal Al-Qur’an adalah amalan yang tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya menjadi ahlul Qur’an, yaitu mereka yang membaca, menghafal, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an.
Manfaat Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an secara rutin membawa banyak manfaat, baik dunia maupun akhirat. Pertama, hati menjadi tenang.
Dalam kehidupan yang penuh tekanan dan kesibukan, membaca Al-Qur’an dapat menjadi obat bagi jiwa yang gundah. Kamu akan merasakan ketenangan saat ngaji Al-Qur’an, bahkan beberapa ayatnya bisa menenangkan pikiran dalam hitungan menit.
Kedua, membaca Al-Qur’an bernilai pahala setiap hurufnya. Tidak heran, hadits penghafal Quran memakaikan mahkota menyebutkan bahwa orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an akan mendapatkan kedudukan istimewa di sisi Allah ﷻ.
Dengan membaca Al-Qur’an setiap hari, kamu tidak hanya mengumpulkan pahala tetapi juga meluangkan waktu yang berkualitas dengan kitab suci.
Ketiga, keberkahan dalam aktivitas sehari-hari meningkat. Al-Qur’an memberikan petunjuk praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupanmu, dari urusan pribadi hingga hubungan sosial. Saat kamu meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, kamu otomatis menjauhkan diri dari hal-hal sia-sia.
Manfaat Menghafal Al-Qur’an
Menghafal Al-Qur’an membawa keutamaan yang lebih tinggi lagi. Orang yang menghafal Al-Qur’an akan mendapatkan gelar ahlul Qur’an, yang berarti termasuk keluarga Allah ﷻ.
Selain itu, kedua orang tua yang membimbing dalam pendidikan Al-Qur’an dapat memakaikan mahkota kehormatan kepada mereka di akhirat kelak.
Menghafal Al-Qur’an juga meningkatkan kecerdasan dan ketenangan. Saat menghadapi persoalan hidup, seorang penghafal Al-Qur’an cenderung lebih sabar, fokus, dan memiliki kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
Aktivitas menghafal menuntut konsistensi, sehingga membangun disiplin yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, membaca Al-Qur’an dan menghafalnya membuat kita senantiasa dekat dengan Allah ﷻ.
Al-Qur’an bukan hanya kitab untuk dibaca, tetapi pedoman yang bisa diaplikasikan dalam tindakan nyata. Maka, jangan menunggu waktu luang untuk bisa menghafal; luangkanlah waktu, sekecil apa pun, setiap hari.
Keutamaan Membaca Al Qur’an dalam Kitabullah
1. Surah Al-Baqarah [2:2]
ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”
Penjelasan:
Al-Qur’an adalah sumber petunjuk bagi setiap mukmin yang bertakwa. Membaca dan mengamalkannya membuat seseorang berada di jalan yang benar dan jauh dari kesesatan. Ini menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
2. Surah Al-Isra [17:9]
إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal shalih, bahwa mereka akan memperoleh pahala yang besar.”
Penjelasan:
Al-Qur’an memberi kabar gembira bagi mereka yang beriman dan mengamalkan isi kitab ini. Ini menekankan bahwa membaca Al-Qur’an tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membimbing kita menuju amal yang diterima Allah ﷻ.
3. Surah Al-An’am [6:155]
وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan inilah Kitab yang Kami turunkan, penuh berkah, yang menjadi petunjuk bagi manusia.”
Penjelasan:
Al-Qur’an adalah kitab penuh berkah. Membaca dan mengamalkannya membawa rahmat Allah ke dalam kehidupan manusia, baik secara spiritual maupun praktis.
4. Surah Al-Muzzammil [73:20]
إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَىِ ٱلَّيْلِ وَنِصْفَهُۥ وَثُلُثَهُۥ وَطَآئِفَةٌ مِّنَ ٱلَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَٱللَّهُ يُقَدِّرُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ ۚ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَىٰ ۙ وَءَاخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِى ٱلْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ ۙ وَءَاخَرُونَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَقْرِضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌۢ
“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Referensi:
Penjelasan:
Tartil artinya membaca dengan benar, memperhatikan tajwid dan maknanya. Membaca Al-Qur’an dengan tartil meningkatkan pahala dan memperdalam pemahaman, menunjukkan keutamaan kualitas bacaan, bukan sekadar kuantitas.
5. Surah Al-Furqan [25:32]
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَٰحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَٰهُ تَرْتِيلًا
“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar)”
Penjelasan:
Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an itu sendiri sudah merupakan mukjizat terbesar. Keutamaan Al-Qur’an terlihat dari kandungannya yang menuntun, menasihati, dan menyadarkan manusia.
Baca juga: Etika dan Pentingnya Menuntut Ilmu dalam Perspektif Al-Qur’an
Waktu yang Haram untuk Membaca Al-Qur’an
Meskipun membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan, ada beberapa waktu dan kondisi di mana membaca Al-Qur’an tidak diperbolehkan atau makruh.
Mengetahui hal ini penting agar kita tetap menjaga adab dan kesucian dalam berinteraksi dengan kitab suci Allah ﷻ.
Kapan Kita Tidak Boleh Membaca Al-Qur’an?
-
Kondisi Tidak Suci
Wanita yang sedang haid atau nifas tidak diperkenankan memegang mushaf Al-Qur’an secara langsung. Namun, hukum memegang Al-Qur’an terjemahan ketika haid berbeda pendapat, sebagian ulama memperbolehkan, selama tetap menjaga adab. -
Saat Berada di Toilet atau Tempat Najis
Membaca Al-Qur’an saat di toilet atau tempat kotor termasuk hal yang haram. Al-Qur’an adalah kalamullah, sehingga harus dijaga kesuciannya dan dibaca di tempat yang bersih. -
Ketika Sibuk atau Tidak Bisa Konsentrasi
Membaca Al-Qur’an di tengah aktivitas yang membuat hati tidak fokus juga tidak dianjurkan. Tujuan membaca adalah memahami dan meresapi makna, bukan sekadar mengucapkan lafadz. -
Waktu Haram Membaca Al-Qur’an
Beberapa waktu tertentu dianggap kurang tepat atau haram untuk membaca Al-Qur’an, misalnya saat matahari terbit, ketika terik di siang hari, atau di waktu-waktu yang dikhususkan untuk ibadah tertentu. Mengingat ayat tentang waktu dalam Al-Qur’an, kita harus memanfaatkan waktu yang Allah ﷻ beri dengan bijak.
Adab Membaca Al-Qur’an
Selain mengetahui waktu yang makruh, menjaga adab saat membaca juga sangat penting. Misalnya, jangan bersendawa saat baca Al-Qur’an.
Al-Qur’an bukan nyanyian atau bacaan biasa, melainkan kalamullah yang harus dihormati. Selalu berwudhu, membaca dengan tartil, dan memahami makna ayat akan membuat pengalaman membaca lebih bermakna.
Dengan mengetahui kapan dan bagaimana membaca Al-Qur’an, kita bisa meluangkan waktu dengan bijak.
Tidak menunggu waktu luang, tetapi menyiapkan waktu terbaik untuk mengaji. Waktu terbaik membaca Al-Qur’an bisa disesuaikan dengan kondisimu, misalnya pagi setelah subuh, sore sebelum Maghrib, atau malam hari ketika hati tenang.
Tips Mudah Agar Rajin Membaca Al-Qur’an
Membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an memang butuh niat, konsistensi, dan strategi.
Jangan sampai kamu menunggu waktu luang, karena itu bisa membuatmu menunda-nunda ibadah yang sangat bernilai. Berikut beberapa tips praktis agar rajin membaca Al-Qur’an setiap hari.
Cara Cepat Lancar Membaca Al-Qur’an
-
Mulai dari Sedikit, Tapi Konsisten
Kamu bisa mulai membaca beberapa ayat setiap hari. Misalnya, lima ayat setiap pagi atau malam. Jangan memaksakan diri untuk banyak, karena konsistensi lebih penting daripada kuantitas. -
Gunakan Al-Qur’an Digital atau Aplikasi
Di era digital, ngaji Al-Qur’an lebih mudah. Aplikasi Al-Qur’an bisa membantumu membaca di mana saja, mengulang ayat yang sulit, dan bahkan belajar tajwid dengan benar. Ini cara cepat lancar membaca Al-Qur’an tanpa terbebani. -
Bergabung dengan Komunitas atau Pengajian
Mengaji bersama teman atau ikut pengajian bisa menambah motivasi. Kamu tidak hanya membaca, tetapi juga bisa saling mengingatkan. Hadits pintar membaca Alquran menyebutkan, orang yang belajar dan membaca akan mendapat pahala ganda: pahala membaca dan pahala berjuang mempelajarinya. -
Tentukan Waktu Khusus untuk Membaca
Pilih waktu terbaik membaca Alquran yang sesuai dengan aktivitasmu. Misalnya, pagi setelah subuh, sore sebelum Maghrib, atau malam hari saat hati tenang. Luangkan waktu setiap hari, jangan menunggu waktu luang. -
Catat Kemajuanmu
Kamu bisa membuat catatan atau jadwal harian membaca Al-Qur’an. Ini memotivasi untuk tetap konsisten dan membuatmu merasa bangga dengan pencapaian membaca dan menghafal setiap hari.
Dengan tips ini, kamu tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga menikmati prosesnya. Membaca Al-Qur’an bernilai pahala besar, menenangkan hati, dan menjauhkan rasa kosong.
Ingat, jangan menunggu waktu, melainkan luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an sekarang juga.
Kesimpulan
Luangkanlah waktu untuk membaca Al-Qur’an, jangan menunggu saat waktu luang. Al-Qur’an bukan sekadar kitab, melainkan cahaya yang menuntun hidupmu, sumber pahala, dan obat bagi hati yang gelisah. Dengan meluangkan waktu, sekecil apa pun, kamu sudah menunjukkan kesungguhan dan cinta kepada kalam Allah ﷻ.
Membaca Al-Qur’an bernilai pahala besar, bahkan setiap huruf yang dibaca dihitung sebagai sepuluh kebaikan.
Menghafalnya menjadikanmu ahlul Qur’an, mendatangkan keberkahan, ketenangan, dan kehormatan bagi diri sendiri serta orang tua di akhirat. Jangan lupa, hindari waktu-waktu haram membaca Al-Qur’an dan tetap jaga adab serta kesucian saat mengaji.
Tips praktis seperti membaca secara konsisten, menggunakan Al-Qur’an digital, bergabung pengajian, dan menentukan waktu khusus dapat membuatmu rajin membaca.
Jangan biarkan hati kosong dari Al-Qur’an, karena itu akan membuat hidup terasa hampa dan jauh dari petunjuk Allah ﷻ.
Dengan meluangkan waktu untuk Al-Qur’an setiap hari, bukan hanya pahala yang kamu dapatkan, tetapi juga keberkahan dalam setiap langkah hidup.
Jadikan Al-Qur’an teman karibmu, dan rasakan sendiri bagaimana hidupmu menjadi lebih tenang, terarah, dan penuh berkah. Luangkanlah waktu untuk membaca Al-Qur’an, jangan menunggu waktu luang.
Luangkanlah waktu bersama Al-Qur’an tidak menunggu saat saat waktu luang, jadikanlah Al-Qur’an sebagai teman qorib, amalkanlah apa yang ada di dalamnya.
Jika mampu, hafalkanlah ayat Al-Qu’an 30 juz. Karena keutamaan bagi para penghafal sangatlah banyak yaitu kelak akan memakaikan mahkota kehormatan kepada kedua orangtuanya, tergolong dalam keluarga Allah, dan hati tidak akan merasa kosong.
Selain itu, menghafal Al-Qur’an juga dapat meningkatkan kecerdasan seseorang.
Semakin sering otak diasah akan berpengaruh juga dalam kecerdasan berfikir, serta dapat memberikan ketenangan dan kematengan dalam menghadapi berbagai macam persoalan pada zaman sekarang.
Salistya Al-Fina
Mahasiswa IAIN Pekalongan
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













