Spiritualitas selalu dihubungkan dengan kedekatan individu kepada tuhan. Makna ini bukan hanya mengenai spiritual kepada Tuhan, namun juga pada ke dalaman jiwa, ketenangan pikiran, kesadaraan nilai hidup, serta arah tujuannya.
Konsep ketuhanan bukan hanya dipelajari dari teori, namun ada kalanya sentuhan hati yang menyadarkan. Nilai dari spiritual juga mampu membebaskan manusia dari hawa nafsu dan sifat duniawi lainnya. Spiritual menjadi sumber dari ketenangan jiwa, moral, dan tujuan hidup yang lebih baik.
Lalu apa sih arti Spiritualitas?
Istilah spiritual berasal dari kata spirit yang berarti jiwa, roh, moral, tujuan atau makna yang hakiki. Sedangkan dalam Bahasa Arab, istilah spiritual berkaitan dengan roh atau jiwa dan makna dari segala sesuatu.
Tanpa pemahaman yang tepat, manusia dapat mengalami tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, atau perasaan rendah diri
Spiritualitas merupakan hal penting dalam kehidupan yang berhubungan dengan nilai kehidupan, moral, dan hubungan individu dengan Tuhan. Namun, tidak semua manusia dapat memaknai atau memahami arti spiritualitas dengan baik.
Dalam penelitian sebelumnya mengenai spiritual, jika tidak menghayati spiritualitas dengan baik maka akan banyak mengalami tekanan dan rasa rendah diri. Dari sini masalah psikologis bisa muncul seperti stres dan kecemasan.
Baca Juga: Menemukan Ketenangan Jiwa Gen-Z melalui Internalisasi Spiritualitas
Bentuk Masalah Spiritualitas
Salah satu bentuk masalah spiritual yaitu di mana individu merasa jauh dari Tuhan dan kehilangan tujuan hidup. Akibatnya, indivdu sulit mengontrol emosi dan perilakunya. Hal ini banyak terjadi pada gen z, dikarenakan saat ini mereka hidup berdampingan dengan dunia digital.
Oleh karena itu, gen z perlu menyadari pentingnya nilai spiritual demi menjaga kesehatan mental dan meregulasi emosinya.
Gen z sering kali mendapatkan kekosongan makna dan krisis spiritual, dikarenakan telah terlena dengan dunia maya, yang seiring berjalannya waktu membuat mereka membuang waktunya demi berselancar di benda pipih yang berada digenggamannya.
Maka dari itu, gen z harus mampu memahami dan menghayati spiritualnya. Karena spiritual sangat penting bagi pondasi kesehatan mental.
Beberapa cara agar dapat mempertahankan nilai spiritiual yaitu:
- Bersyukur;
- Qana’ah; serta
- Menjaga kognitifnya agar selalu berada di jalan-Nya.
Baca Juga: Kesehatan Mental dan Spiritualitas: Peran Zikir dalam Mengatasi Stres
Peran pondasi terkuat yang harus dimiliki adalah spiritual. Memiliki rasa keterhubungan dengan tuhan akan mampu mengendalikan diri dari keputusasaan dalam kegagalan sekecil apapun. Dengan begitu makna spiritual bukan hanya sekadar pengucapan, namun memiliki makna dalam lubuk hati.
Penulis: Nurul Maysaroh
Mahasiswa Psikologi Universitas Jambi
Dosen Pengampu:
1. Annisa Dianesti Dewi, S.Psi., M.Psi.
2. Azkya Milfa Laensadi, S.Psi., M.Si.
3. Dr. Nofrans Eka Saputra, S.Psi., M.A.
4. Agung Iranda, S.Psi., M.A.
5. Ayu Ulivia, M.Pd.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Fabriar, S. R. (2020). AGAMA, MODERNITAS DAN MENTALITAS: Implikasi Konsep
Qana’ah Hamka Terhadap Kesehatan Mental. MUHARRIK: Jurnal Dakwah Dan Sosial, 3(02), 227–243. https://doi.org/10.37680/muharrik.v3i02.465
Faizah, K. (2021). Spiritualitas Dan Landasan Spiritual (Modern anFaizah, K. (2021). Spiritualitas Dan Landasan Spiritual (Modern and Islamic Values); Definisi Dan
Relasinya Dengan Kepemimpinan Pendidikan. Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan
Dan Hukum Islam, 19(1), 068. Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan Dan Hukum Islam, 19(1), 068.
Kusuma, A. R. (2022). Konsep Jiwa menurut Ibnu Sina dan Aristoteles. TASAMUH: Jurnal Studi Islam, 14(1), 61–89. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v14i1.492
Lubis, D. M., Lubis, R. N., & Lubis, S. W. (2022). Tarbiyah-Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Peran dan Fungsi Tauhid Dalam Kehidupan Sosial. Tarbiyah-Jurnal Ilmu
Pendidikan Dan Pengajaran, 1(April), 0–5. https://jurnal.diklinko.id/index.php/tarbiyah/%0ARESEARCH
Miranda Ester Nababan, I. H., & Martin Juventus Hutapea, H. T. (2024). Pediaqu : Jurnal
Pendidikan Sosial dan Humaniora. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(1), 220–
- https://publisherqu.com/index.php/pediaqu
Taşçı, T. (2024). Arguments for the Existence of God in Ibn Sīnā’s Metaphysics: An Evaluation of the Problems of Divine Simplicity and Modal Collapse. Marifetname, 11(2), 523–551. https://doi.org/10.47425/marifetname.vi.1554592
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: Balai Pustaka, 1988), h. 857
Yahya, M. (2022). Spiritualitas Dalam Pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-Qur’an
Bahasa Dan Seni, 9(1), 178–194. https://doi.org/10.69880/alfurqan.v9i1.56
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












