Musik sebagai Terapi Anak Gen Z ketika Mengatasi Stres

menjaga kesehatan mental di era digital
Ilustrasi Seseorang Mendengarkan Musik (Foto: Dok. Penulis)

Abstrak

Stres merupakan permasalahan yang banyak dialami oleh Generasi Z akibat tekanan akademik, sosial, dan perkembangan teknologi yang pesat. Salah satu yang dapat digunakan untuk mengatasi stres adalah musik sebagai terapi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran musik sebagai media relaksasi dalam membantu anak Generasi Z mengelola stres.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Metode yang digunakan adalah melalui wawancara beberapa mahasiswa yang membahas pengaruh musik terhadap kondisi psikologis.

Hasil wawancara menunjukkan bahwa musik dapat menurunkan tingkat stres, meningkatkan suasana hati, serta membantu regulasi emosi melalui efek relaksasi dan distraksi positif.

Dengan demikian, musik dapat dijadikan alternatif terapi yang mudah diakses dan efektif bagi Generasi Z dalam menghadapi stres sehari-hari.

Baca Juga: Jual Alat Drumband: Antara Tradisi, Industri, dan Masa Depan Musik Marching di Indonesia

Pendahuluan

Generasi Z merupakan kelompok usia yang tumbuh dan berkembang di tengah kemajuan teknologi digital yang sangat pesat.

Kondisi ini memberikan berbagai kemudahan, namun juga memunculkan tekanan baru, seperti tuntutan akademik, paparan media sosial, serta perubahan pola interaksi sosial.

Tekanan tersebut dapat memicu stres yang berdampak pada kesehatan mental, emosi, dan mood yang berantakan pada Generasi Z.

Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif dan mudah diterapkan untuk membantu mereka mengelola stres secara positif.

Stres pada Generasi Z dapat menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, gangguan tidur, serta perubahan suasana hati.

Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan stres yang tidak hanya efektif, tetapi juga mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Pengaruh Musik terhadap Produktivitas saat Belajar dan Bekerja

Salah satu yang dapat dilakukan ialah memanfaatkan musik sebagai terapi. Musik memiliki kemampuan untuk memengaruhi kondisi emosional dan psikologis seseorang, seperti memberikan efek, menenangkan pikiran, dan meningkatkan suasana hati.

Penggunaan musik sebagai terapi dinilai aman, murah, dan mudah diakses oleh Generasi Z yang akrab dengan teknologi dan perangkat digital.

Dengan demikian, musik berpotensi menjadi media terapi yang efektif dalam membantu Generasi Z mengatasi stres dan menjaga keseimbangan kesehatan mental.

Tinjauan Pustaka

Stres pada Generasi Z

Stres merupakan respon individu terhadap tekanan atau tuntutan yang melebihi kemampuan adaptasi.

Pada Generasi Z, stres sering dipicu oleh tuntutan akademik, tekanan sosial, serta penggunaan teknologi dan media sosial yang berlebihan.

Jika tidak dikelola dengan baik, stres dapat berdampak pada kesehatan mental, seperti kecemasan, kelelahan emosional, dan penurunan konsentrasi.

Baca Juga: Konser dan Politik: Bagaimana Musik Memengaruhi Arena Politik di Indonesia

Musik sebagai Terapi

Terapi musik merupakan pendekatan yang memanfaatkan musik untuk membantu meningkatkan kondisi psikologis dan emosional seseorang.

Musik dapat menurunkan ketegangan, serta membantu mengatur emosi melalui ritme dan melodi.

Beberapa hasil wawancara menunjukkan bahwa mendengarkan musik dengan tempo lambat dan nada lembut dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan suasana hati.

Peran Musik bagi Generasi Z

Generasi Z memiliki kedekatan yang tinggi dengan musik karena kemudahan akses melalui perangkat digital. Musik sering digunakan sebagai sarana hiburan dan pelarian dari tekanan sehari-hari.

Oleh karena itu, musik sebagai terapi dinilai relevan dan efektif untuk membantu Generasi Z mengatasi stres secara mandiri dan berkelanjutan.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode wawancara. Subjek penelitian adalah anak Generasi Z yang mengalami atau pernah mengalami stres, khususnya yang berada pada usia remaja hingga mahasiswa.

Pemilihan subjek dilakukan secara purposive (bertujuan/sengaja), yaitu berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara untuk memperoleh informasi mendalam mengenai tingkat stres yang dialami, kebiasaan mendengarkan musik, serta pengaruh musik dalam membantu mengatasi stres.

Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan.

Hasil analisis digunakan untuk menggambarkan peran musik sebagai terapi dalam membantu Generasi Z mengelola stres secara emosional dan psikologis.

Baca Juga: We Are Familia oleh Los Pakualamos: Representasi Semangat Persaudaraan dalam Musik Hip Hop

Hasil Wawancara

“Musik itu bisa mengurangi suasana Gen Z, tergantung dengan setiap orangnya karena ga semua musik itu mengurangi stres, tapi kebanyakan jaman sekarang banyak anak Gen Z itu mengandalkan sebagai menghilangkan stres untuk menambah mood, mengurangi stres, dan meningkatkan mood yang menjadi lebih baik,” Anisa Ramadhani.

“Setuju, kerana mau bagaimanapun setiap orang berbeda-beda cara menghilangkan stres, tapi saya tipikal orang yang mendengarkan musik buat meredakan stres, manfaatnya menjadi lebih tenang, merasa lebih happy. Karena biasanya kan musik itu tergantung pembawaannya bagaimana, tapi kalau saya mendengarkan musi saya lebih senang dan pastinya happy. Ya menurut saya, bakalan menarik banget karena artikel-artikel tentang musik itu kebanyakan anak muda yang tertarik, jadi sangat-sangat menarik. Tipe musik saya, yaitu Top Indonesia sama musik Rock, seperti itu,” Adinda Kirana Saugi.

Baca Juga: Hegemoni Identitas Kelas dan Kuasa dalam Musik Hiphop Dangdut (Hipdut) sebagai Tren Viral di Media Sosial TikTok

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui sebarapa banyak anak Gen Z menggunakan musik sebagai penghilang stres.
  2. Mengetahui perbedaan selera musik dan cara penggunaannya  yang dirasakan paling membantu Gen Z.
  3. Menganalisis efektivitas musik dalam menurunkan tingkat stres dan meningkatkan suasana hati.

Fungsi Penelitian

  1. Menambah pengetahuan mahasiswa tentang musik sebagai cara mengelola stres.
  2. Memberikan alternatif sederhana untuk menjaga kesehatan mental.
  3. Meningkatkan kesadaran pentingnya mengelola stres dengan cara positif.
  4. Menjadi bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa musik dapat digunakan sebagai terapi sederhana untuk membantu mengurangi stres pada Generasi Z.

Mendengarkan musik bisa menenangkan pikiran, memperbaiki mood, dan mengurangi tekanan emosi. Efek musik berbeda pada setiap orang, tergantung selera dan kondisi masing-masing, karena Generasi Z dekat dengan musik dan teknologi, terapi musik mudah dilakukan kapan saja.

Baca Juga: Hati-hati Bahaya Copet di Konser Musik

Musik tidak menghilangkan stres sepenuhnya, tetapi membantu mengelolanya dengan lebih baik. Adapun saran dari penelitian ini adalah, Generasi Z disarankan memanfaatkan musik sebagai cara mengurangi stres sehari-hari, mahasiswa diharapkan bisa memilih musik yang sesuai dan nyaman didengar.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan responden yang lebih banyak, kampus dapat mendukung program yang berkaitan dengan kesehatan mental mahasiswa.


Penulis:
1. Alviyani
2. Maelinda Auliati Mahfudhah
3. Nilam Sari
4. Ramadhan Fikri Setiawan
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang

Dosen Pengampu: Yeni Septiani, S.E., M.M.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses