Penerapan Prinsip: Prinsip Ekonomi Menajerial sebagai Strategi Bertahan Generasi Z di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Ekonomi Menajerial
Ilustrasi Peningkatan Ekonomi (Sumber: MMI)

Pendahuluan

Dunia bisnis global kenal saat ini sudah memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang mana saat ini dipenuhi dengan ketidakpastian. Di sisi lain, Gen Z menghadapi berbagai krisis dan tekanan finansial yang semakin berat yang diakibatkan inflasi dan juga standar gaya hidup yang semakin tinggi. Hal inilah yang membuat pola konsumsi Gen Z terjebak dalam mengambil keputusan impulsif, sehingga logika ekonomi dasar diabaikan begitu saja.

Meskipun demikian, Ekonomi Manajerial bukan hanya milik perusahaan. Salah satunya analisis cost-benefit, merupakan pengambilan keputusan berbasis dan prinsip efisiensi sangat penting untuk bertahan hidup secara finansial.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Artikel ini akan mengulas bagaimana menerapkan pola pikir manajerial dalam mengelola keuangan pribadi agar Generasi Z mampu beradaptasi dan tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi global yang menekan.

 

Fenomena FOMO dan Distorsi Prioritas dalam Alokasi Sumber Daya

Salah satu Fenomena yang paling jelas di era saat ini khususnya di era ekonomi digital, Generasi Z sering terjebak dalam Fear of Missing Out (FOMO) yang mana hal ini mengutamakan keinginan yang tidak terlalu penting dariapada kebutuhan. Hal ini juga didasari oleh perilaku Flexing yaitu perilaku memamerkan kekayaan, barang mewah, pencapaian, atau gaya hidup secara berlebihan.

Berdasarkan data dari Katadata Insight Center, tercatat bahwa (sekitar 74%) Meskipun mayoritas pengeluaran untuk kebutuhan dasar, namun sisa alokasi dana seringkali terdistorsi oleh tekanan gaya hidup digital (FOMO).

Dalam sudut pandang Ekonomi Manajerial, hal ini menunjukan adanya distorsi dalam alokasi sumber daya sehingga menghambat terciptanya surplus ekonomi untuk tabungan jangka panjang, selain itu mengesampingkan opportunity cost atau biaya peluang, di mana dana yang seharusnya dapat dialokasikan untuk aset produktif justru habis.

Jika ini terus terjadi maka resiliensi finansial Generasi Z akan semakin rentan dihadapan ketidakpastian ekonomi global yang kian dinamis.

 

Optimalisasi Keputusan: Menerapkan Konsep Opportunity Cost dalam Konsumsi Pribadi

Berdasarkan literatur dalam Ekonomi Manajerial yang dikaji, disiplin ilmu ini pada dasarnya merupakan aplikasi dari teori ekonomi dan alat analisis ilmu keputusan untuk membahas bagaimana suatu unit pengambil keputusan dapat mencapai tujuannya secara paling efisien.

Setiap keputusan finansial yang dibuat oleh seseorang selalu melibatkan Opportunity Cost atau biaya peluang yaitu nilai dari alternatif terbaik yang harus dikorbankan untuk membuat keputusan tertentu. Bagi Generasi Z, biaya peluang seringkali tidak terlihat secara fisik, tetapi mereka memiliki dampak yang signifikan pada ketahanan masa depan.

Sebagai contoh, alokasi dana untuk tren konsumsi sesaat bukan sekadar kehilangan nominal rupiah, melainkan hilangnya peluang untuk mendapatkan keuntungan dari aset produktif atau dana darurat yang lebih krusial.

Untuk menjadi “Manajer” bagi diri sendiri berarti harus mampu berpikir rasional dengan mempertimbangkan dari setiap pengeluaran saat ini.

Strategi bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global bukanlah dengan menghentikan konsumsi secara total, tetapi dengan melakukan optimalisasi keputusan melalui penggunaan alat analisis ekonomi yang tepat seperti pengalokasian sumber daya yang terbatas secara efektif sebagaimana dijelaskan dalam literatur Ekonomi Manajerial, ”Generasi Z dapat mulai mengalihkan fokus dari pemuasan keinginan jangka pendek menuju penguatan fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.”

 

Manajemen Resiliensi: Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Pengambilan Keputusan Strategis

Mengubah pola pikir dari konsumtif menjadi strategis memerlukan langkah-langkah manajerial yang terukur. Berdasarkan Journal penelitian Putra & Sinarwati (2023) dan Mustikasari & Septina (2023), berikut adalah step-by-step untuk mengoptimalkan keputusan finansial mahasiswa

1. Literasi sebagai Fondasi Keputusan

Langkah pertama adalah memperkuat pemahaman keuangan. ”Literasi keuangan merupakan kemampuan dan pengetahuan seseorang dalam mengelola keuangan pribadi agar dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat” (Mustikasari & Septina, 2023). Tanpa literasi yang baik, mahasiswa akan sulit membedakan mana alokasi sumber daya yang bersifat produktif dan mana yang hanya sekadar memenuhi keinginan sesaat.

Baca juga: Peran Literasi Keuangan dan Gaya Hidup dalam Pemanfaatan Fintech oleh Generasi Z

2. Dekonstruksi Gaya Hidup (Lifestyle)

Mahasiswa harus berani mengevaluasi gaya hidupnya karena penelitian menunjukkan bahwa ”gaya hidup memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif” (Putra & Sinarwati, 2023). Dalam ekonomi manajerial, ini berarti kita harus mampu memangkas biaya-biaya pada “unit” aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah jangka panjang (efisiensi alokasi).

3. Memperkuat Pengendalian Diri (Self-Control)

Pengambilan keputusan strategis menuntut kontrol diri yang ketat agar tidak terjebak dalam pembelian impulsif. ”Pengendalian diri yang baik membuat individu dapat menahan keinginan untuk membeli barang secara berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan” (Mustikasari & Septina, 2023). Strategi ini membantu mahasiswa menghindari distorsi alokasi dana yang sering disebabkan oleh tekanan sosial atau FOMO.

4. Evaluasi Manfaat Jangka Panjang

Sesuai prinsip efisiensi yang dipaparkan dalam literatur Adriansah, dkk. (2025), setiap pengeluaran harus diuji: apakah ini memberikan utilitas yang berkelanjutan atau justru depresiatif? Dengan menerapkan ”pengendalian diri sebagai bentuk perlindungan terhadap perilaku konsumtif yang berlebihan” (Putra & Sinarwati, 2023), mahasiswa bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi manajer keuangan yang cerdas.

 

Kesimpulan: Menavigasi Masa Depan dengan Kecerdasan Manajerial

Ketidakpastian ekonomi global bukanlah hambatan yang tidak bisa dilalui oleh Generasi Z, melainkan sebuah tantangan untuk meningkatkan standar pengambilan keputusan.

Melalui kacamata ekonomi manajerial, kita belajar bahwa menjadi mahasiswa yang cerdas bukan hanya soal seberapa besar uang saku yang dimiliki, tetapi seberapa efisien kita mengelola sumber daya yang terbatas tersebut. Fenomena konsumerisme dan FOMO yang melanda anak muda saat ini hanyalah distorsi sementara yang bisa diatasi dengan literasi dan kontrol diri yang kuat.

Inti dari transformasi ini adalah keberanian untuk beralih dari pola pikir konsumtif menuju tindakan strategis. Dengan memahami biaya peluang (opportunity cost) dan menerapkan prinsip efisiensi sebagaimana ditekankan dalam literasi ekonomi, mahasiswa dapat membangun resiliensi finansial yang kokoh.

Pada akhirnya, ekonomi manajerial bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan alat navigasi yang memungkinkan kita untuk tetap berdiri tegak dan kompetitif di tengah dinamika ekonomi masa depan.

 


Penulis:

  1. Muhammad Haris Setiawan (2310105054022)
  2. Upi Jayanti (2310105003723)
  3. Adjie Zulfiansyah (2310105004044)
  4. Muhamad Nur Alamsyah (231010500414)

Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Bapak Paeno S.E., M.M


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Databoks Katadata. (2024). Pengeluaran Terbesar Anak Muda Indonesia, Mayoritas untuk Kebutuhan Dasar. Diakses dari https://databoks.katadata.co.id/produk-konsumen/statistik/68778a0f24d54/pengeluaran-terbesar-anak-muda-indonesia-mayoritas-untuk-kebutuhan-dasar

Arsyad, L. (2018). Ekonomi Manajerial: Ekonomi Mikro Terapan untuk Manajemen Bisnis. Yogyakarta: BPFE.

Adriansah, dkk. (2025). Ekonomi Manajerial. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Mustikasari, A., & Septina, F. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan, Impulsive Buying, dan Pengendalian Diri Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Ciputra. JAE (Jurnal Akuntansi dan Ekonomi), 8(2), 48-54.

Putra, I. G. L. P., & Sinarwati, N. K. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup, dan Pengendalian Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 6(2), 717-726.

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses