Pancasila telah lama menjadi landasan dan pedoman kehidupan masyarakat. Namun keadaan saat ini sangat berbeda dengan apa yang dicita-citakan dalam Pancasila. Era digital ini sendiri merupakan tantangan dalam menanamkan nilai-nilai.
Perkembangan teknologi yang pesat ibarat dua sisi mata uang, mempunyai dampak positif dan negatif. Penggunaan teknologi yang cerdas menghancurkan bumi.
Generasi digital sangat teknis sehingga memerlukan jaminan yang kuat untuk menyaringnya. Di sisi lain, nasionalisme sedang sekarat dan salah satu penyebabnya adalah serbuan budaya asing. Secara tidak langsung menunjukkan bahwa Pancasila semakin kehilangan pamornya.
Hal ini menjadi peringatan bagi seluruh warga negara, sehingga perlu ditanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Penguatan dan sinergitas Tri dan Pendidikan merupakan pengembangan nilai-nilai Pancasila yang sangat strategis.
Nilai-nilai Pancasila harus dilaksanakan dan dilestarikan untuk menghidupkan kembali nasionalisme dalam mencapai kemerdekaan.
Hal ini tidak akan terjadi jika tetap sepenuhnya bersekolah, karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai tersebut agar dapat bertahan selamanya tanpa mengenal waktu.
Setiap sila Pancasila harus diajarkan kepada anak sejak dini, tujuannya adalah untuk membangun generasi muda yang berjiwa Pancasila dan mampu membangun bangsanya sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan menanam sejak dini. Tujuan pendidikan ini adalah untuk membentuk pendidikan karakter pada peserta didik.
Pendidikan karakter sangat diperlukan untuk menunjang berbagai aspek kehidupan. Pendidikan karakter dapat dilaksanakan di sekolah melalui berbagai strategi dan pendekatan, antara lain integrasi nilai dan etika dalam setiap mata pelajaran, nilai-nilai positif guru, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan. Tujuan pendidikan karakter adalah landasan menuju generasi yang lebih baik dan berakhlak mulia.
Identifikasi karakter yang harus dimiliki: religius, jujur, toleran, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis dan rasa ingin tahu yang tinggi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, berprestasi, mudah bergaul, cinta damai, membaca, peduli lingkungan, peduli sosial. masalah dan sikap bertanggung jawab.
Menumbuhkan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda masa kini dapat dilakukan melalui proses pendidikan. Pendidikan yang tepat adalah pelatihan tentang Pancasila yang dapat diselenggarakan oleh Pendidikan Kewarganegaraan.
Tapi karena isi materi PPKN masih belum mencakup seluruh pengetahuan tentang Pancasila sebagai landasan dan ideologi bangsa, pendidikan Pancasila diajarkan sebagai mata pelajaran/mata kuliah yang khusus membahas tentang Pancasila melalui mata pelajaran/mata kuliah khusus Pendidikan Pancasila.
Penulis: Annysha Maharani Harahap
Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













