Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2025.
Program ini dirancang untuk memberikan makanan bergizi secara gratis kepada siswa sekolah, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas gizi anak, menurunkan angka stunting, serta mendukung konsentrasi belajar siswa di sekolah.
Selain itu, MBG juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui keterlibatan petani lokal dan pelaku UMKM sebagai penyedia bahan pangan.
MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan generasi penerus, melainkan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar sekolah.
Namun demikian, implementasi MBG tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama terkait kualitas dan keamanan pangan.
Kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di sejumlah daerah menjadi bukti nyata bahwa mutu bahan pangan harus diawasi secara ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan, hingga tahap penyajian.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/09).
Badan Gizi Nasional melaporkan terdapat 70 kasus keracunan dengan 5.914 penerima MBG yang terdampak sepanjang Januari hingga September 2025.
Maraknya kasus yang terjadi menunjukkan bahwa tanpa pengawasan yang memadai, tujuan mulia program dapat terhambat bahkan berbalik menimbulkan risiko kesehatan.
Oleh karena itu, kontrol kualitas bahan pangan dalam setiap tahapan pengolahan MBG menjadi aspek yang sangat krusial agar manfaat program dapat benar-benar dirasakan oleh peserta didik.
Mutu pangan mencakup aspek sensorik seperti rasa, aroma, dan tampilan, serta kandungan gizi dan stabilitas penyimpanan.
Mutu pangan merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan program MBG.
Pangan yang bermutu bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga harus aman dikonsumsi, bebas dari cemaran biologis, kimia, maupun fisik.
Baca Juga: MBG (Makan Bergizi Gratis): Program Mencerdaskan Bangsa, Bukan Meracuni Bangsa
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM, 2023), mutu pangan ditentukan oleh tiga aspek utama, yaitu kesegaran bahan, kebersihan proses pengolahan, serta penyimpanan dan distribusi yang sesuai standar.
Apabila salah satu aspek tersebut diabaikan, risiko penurunan kualitas gizi hingga keracunan makanan dapat meningkat.
Dalam konteks MBG, menjaga mutu pangan berarti memastikan bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari pemasok terpercaya, diolah dengan prinsip higienis, serta disajikan dalam kondisi layak konsumsi.
Misalnya, sayuran harus segar dan bebas pestisida berlebih, daging harus terjamin kehalalan dan tidak berformalin, sementara proses memasak harus memenuhi standar keamanan pangan seperti Good Manufacturing Practices (GMP).
Dengan demikian, mutu pangan tidak hanya menyangkut kandungan gizi, tetapi juga keamanan dan kelayakan konsumsi yang berdampak langsung pada kesehatan siswa.
Pengawasan kualitas bahan pangan dalam program MBG memiliki urgensi yang sangat besar.
Pertama, pengawasan berperan melindungi kesehatan siswa yang termasuk kelompok rentan terhadap bahaya pangan, sehingga risiko keracunan maupun penyakit dapat ditekan.
Kedua, pengawasan yang ketat menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG, sebab kasus keracunan dapat menurunkan kredibilitas pemerintah di mata masyarakat.
Ketiga, pengawasan memastikan efisiensi penggunaan anggaran negara, sehingga dana yang dialokasikan tidak terbuang sia-sia akibat penggunaan bahan yang rusak atau tidak layak konsumsi.
Keempat, mutu gizi hanya dapat tercapai apabila bahan baku yang dipilih benar-benar segar, berkualitas, dan sesuai standar gizi.
Terakhir, pengawasan juga berfungsi mencegah penyimpangan, misalnya praktik penggunaan bahan pangan murah tetapi berkualitas rendah demi keuntungan pihak tertentu.
Pentingnya pengawasan mutu pangan dalam MBG menuntut adanya kerja sama dari berbagai pihak.
Pemerintah pusat perlu menetapkan regulasi yang jelas dan ketat, sedangkan pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bertugas memastikan pelaksanaannya di lapangan.
Selain itu, BPOM, dinas kesehatan, masyarakat, dan orang tua siswa juga memiliki peran penting dalam memantau agar makanan yang disajikan benar-benar aman.
Penerapan standar keamanan pangan seperti Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), disertai pelatihan bagi tenaga pengolah makanan, akan sangat membantu meminimalisasi risiko.
Dengan adanya kolaborasi yang solid, program MBG dapat berjalan sesuai tujuan, yaitu meningkatkan gizi siswa tanpa mengorbankan kesehatan mereka.
Sebagai penutup, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyediaan gizi yang baik bagi generasi muda.
Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, melainkan juga pada pengawasan ketat terhadap kualitas bahan pangan yang digunakan.
Tanpa pengawasan yang serius, manfaat yang diharapkan justru dapat berubah menjadi ancaman bagi kesehatan siswa.
Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi untuk memastikan mutu pangan dalam MBG selalu terjaga, sehingga program ini benar-benar memberi dampak positif bagi kesehatan, pendidikan, dan masa depan bangsa.
Penulis: Dedek Sukma
Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sriwijaya
Dosen Pengampu:
1. Dwi Cahaya Nurani, M.Pd.
2. Esti Susilo Ningsih, M.Si.
Daftat Pustaka
- Badan Pangan. Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan Segar. (2024). Diakses dari badanpangan.go.id
- MFI Pribadi. Pengawasan Mutu Pangan: Pencemaran dan Pemalsuan. (2023). Diakses dari ojs.unida.ac.id
- Analisis Implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Jurnal Gemacendekia. (2024). Diakses dari ejournal.gemacendekia.org
- INDEF. Efek Pengganda Program Makan Bergizi Gratis. (2024). Diakses dari indef.or.id
- Reuters. Indonesia Agency Says Lack of Oversight Free Meal Programme Led Food Poisoning. (2025). Diakses dari reuters.com
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












