Perkembangan Teknologi AI

Artificial Intelligence
Ilustrasi Artificial Intelligence (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Pengertian teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah suatu metode ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan praktis, dan merupakan salah satu ilmu pengetahuan terapan.

Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana.

Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam bepergian dan mengendalikan lingkungan mereka.

Bacaan Lainnya
DONASI

Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.

Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai. Pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah dari pentungan sampai senjata nuklir.

Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang.

Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki yang disebut pencemar dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak bumi dan lingkungannya.

Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru sering kali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru.

Zaman sekarang kita, Teknologi AI singkatan dari Artificial Intelligence sejenis teknologi di bidang ilmu komputer yang memiliki kemampuan khusus untuk memecahkan masalah.

Dengan adanya AI yang dapat bekerja secara efisien dan cepat, tentunya pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak dibandingkan manusia, sehingga dapat membantu manusia dalam mengerjakannya dan produktivitasnya akan meningkat.

AI bisa bertindak dan berpikir seperti manusia karena suatu progam yang telah disusun sedemikian. Namun tidak hanya progam yang diberikan, AI juga memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang baru seperti manusia.

Teknologi AI juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya kelemahan utama dari AI keterbatasan dalam pemahaman konteks. Meskipun AI dapat mengenali pola dan informasi dari data yang diberikan, namun ia tidak dapat konteks yang lebih luas dari data tersebut.

AI atau kecerdasan buatan digunakan hampir di setiap lini kehidupan manusia, seperti pada kamera smartphone, search engine (seperti Google), dan sebagainya.

Penggunaan AI pada kamera smartphone ini memungkinkan fotografer mampu menghasilkan karya foto yang menarik selayaknya kamera professional, seperti digital single lens reflex (DSLR) dan mirrorless.

Sedangkan search engine (seperti Google) itu mencari informasi yang kita butuhkan dengan instan, apabila kita butuh sebuah informasi tentang tokoh, sebut saja Albert Einstein, maka akan keluar informasi data tentang beliau, dan apabila kita butuh sebuah gambar kucing, maka akan keluar semua gambar kucing yang kita butuhkan.

Namun dampak negatifnya juga banyak, yaitu hilangnya pekerjaan, karena AI bisa mengambil alih tugas manusia, sehingga memicu hilangnya pekerjaan bagi manusia yang bergantung pada pekerjaan rutin.

Kita ambil contoh pekerjaan seperti penjual, adanya aplikasi jasa toko online, tokonya jadi sepi dan bangkrut.

Kedua masalah privasi, AI dapat mengumpulkan dan menganalisis data yang dihasilkan oleh pengguna atau usernya, dan hal ini dapat memicu masalah privasi dan keamanan data.

Ketiga bias, AI dapat memperkuat bias yang sudah ada dalam kata pembelajaran yang digunakan dalam membuat model AI, sehingga hal itu dapat memperkuat ketidakadilan social yang sudah ada.

Dan yang keempat masalah keamanan, AI dapat digunakan untuk cybercrime (kejahatan dunia maya) untuk melakukan serangan di dunia maya dengan mencuri informasi penting, sehingga menjadi ancaman keamanan serius.

AI yang lagi viral kali ini ia Art AI. AI ini dapat membuat gambar dan design dapat waktu yang cukup singkat, sehingga tak perlu lama-lama dan capek dalam mendesign sebuah gambar dan design, dan belum lama Art AI ini jadi trending, sudah keluar AI yang dapat merubah suara lagu jadi orang lain seperti presiden, tokoh, dan sebagainya.

Sebagai contoh lagu Cupid – Fifty fifty yang suaranya diubah menjadi suara Pak Jokowi Widodo yang menjadi viral di tiktok karena AI ini.

Selalu ada perspektif yang optimis maupun pesimis jika berbicara masa depan. Sangat adil setiap orang punya pemikirannya sendiri terkait itu karena dampak yang dirasakan setiap orang berbeda.

Terlebih, untuk berpikir dengan salah satu kerangka kerja bukan karena kita kekurangan informasi dan mengerti tentang AI dan segala komponen di masa depan nanti.

Itu karena kita berbicara tentang masa depan, ada banyak spekulasi mengenai bagaimana bentuk masyarakat kita nantinya. Apakah distopia atau masyarakat utopia, kita tidak tahu jawaban yang akurat untuk itu.

Masa depan penuh dengan faktor ketidakpastian dan tidak diketahui. Banyak variabel yang bisa mengubah arah masa depan kita, bahkan yang tidak terlihat sekalipun. Bagi saya itu pendapat bijak jika seseorang bertanya seperti apa masa depan kita nantinya.

Namun, jika kamu bertanya kepada saya, saya agak optimis tentang masa depan. Alasannya adalah bahwa kita berada di jalur yang benar untuk membuat sebuah dunia yang lebih baik di masa mendatang.

Teknologi keuangan, komunikasi dan teknologi informasi, GPS, aplikasi yang baik di play store, dan Grammarly adalah tanda bahwa masyarakat kita bergerak ke arah yang lebih baik. Sangat banyak ruang untuk diperbaiki.

Kita hanya harus terus berharap dan berusaha sekuat mungkin dalam jangkauan kemampuan kita untuk memastikan bahwa masa depan kita adalah sebuah dunia yang lebih baik lagi bagi masyarakat.

Walaupun mungkin masih butuh bertahun-tahun untuk bisa merasakan seorang asisten robot yang membantu pekerjaan kantor kita, tetapi AI kini telah memiliki dampak yang cukup signifikan di berbagai lini kehidupan kita.

Ramalan cuaca, penyaring e-mail spam, prediksi di mesin pencari, sampai Siri dan Cortana, adalah beberapa contoh dari penggunaan AI di keseharian kita. Apa yang menjadi kesamaan pada sejumlah teknologi tadi adalah algoritma khusus yang memungkinkan teknologi ini dapat bereaksi serta merespon secara real time.

Mungkin jalan kita masih panjang hingga AI dapat menjadi teknologi yang sempurna, tetapi efek positif yang akan dihasilkannya terhadap lingkungan dalam hal efisiensi dan efektifitas sangatlah tidak ternilai.

Penulis: Aden Akbar Runindya
Mahasiswa Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI