Apakah Islam Agama Kasih Sayang?

Islam Agama Kasih Sayang
Ilustrasi Umat Muslim (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Islam adalah agama yang diturunkan Allah ﷻ kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai Nabi dan Rasul terakhir yang dikaruniakan sebuah kitab suci yaitu Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia hingga akhir zaman.

Umat islam memiliki dua sumber rujukan hukum yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ, “Aku tinggalkan dua perkara untukmu sekalian dan kalian tidak akan tersesat selama lamanya, selama kalian selalu berpegang teguh kepada keduanya yakni Kitab Allah dan Sunnah Rasulnya”.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang dan perdamaian dikarenakan pedoman mereka yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah memerintahkan mereka untuk berbuat baik kepada seluruh makhluk di bumi dan kali ini saya akan menunjukan bukti bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, sebagai berikut:

1. Berbuat baik dengan terhadap sesama makhluk

Sebagaimana dinukilkan dari sahabat Abu Ya’la Syaddad bin Aus Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya” (Riwayat Shahih Muslim).

Hadist tersebut menyampaikan perintah atau anjuran untuk berbuat baik atas segala makhluk ciptaan Allah ﷻ baik itu tumbuhan, gunung, laut, hewan, terutama dalam menyembelih hewan yaitu dengan menajamkan pisaunya agar hewan tersebut tidak mengalami kesakitan saat disembeli.

Perlu kita ketahui bahwa, Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah membiarkan setiap binatang apapun mati dalam keadaan kelaparan karena Rasulullah beraggapan bahwa seseorang layak untuk diberikan ganjaran dosa seberat beratnya apabila sengaja membiarkan seeokar binatang kelaparan, sehingga binatang tersebut mati dan ancaman bagi orang tersebut adalah neraka sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

Seorang perempuan telah masuk neraka disebabkan ia menahan makanan yang hendak dimakan oleh seekor kucing sampai menyebabkan kucing tersebut mati, maka perempuan tersebut masuk neraka”.

Dan Nabi memberikan janji surga bagi orang-orang yang menyayangi binatang sebagaimana beliau bersabda:

Siapapun yang mau dan mampu menyayangi binatang, memenuhi rasa laparnya maka balasannya tak lain adalah surga”.

2. Berbuat baik terhadap orang tua

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Barangsiapa yang berbakti kepada orang tuanya dia akan mendapatkan keberuntungan dan Allah ﷻ akan menambah panjang umurnya” (HR. Bukhari, Tabrani, Abu Ya’la dan Hakim).

Hadist tersebut menganjurkan untuk umat manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya karena dengan berbuat baik kepada orang tua akan mendapakan rahmat dan keberuntungan dari Allah dan juga dipanjangkan umurnya.

Oleh karena itu, barangsiapa yamg ingin hidup mulia dan penuh keberuntungan maka berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu.

Dan tahukah kalian tentang Uwais Al-Qarni seorang pemuda yang tidak terkenal di dunia tetapi sangat terkenal di langit. Bahkan Umar dan Ali bin Abi Thalib mencarinya dan meminta doa kepadanya karena Uwais Al-Qarni memiliki doa yang mustajab sebagaimana sabda Nabi:

Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan Uwais, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit”. Dan hal yang menyebabkan doa Uwais mustajab dan sangat terkenal di langit adalah karena Beliau berbakti kepada orang tuanya.

3. Berbuat baik terhadap tetangga

Dari Abdullah bin Amr ra, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

‘’Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baiknya tetangga di sisi Allah adalah mereka yang paling baik terhadap tetangganya’’ (HR. at-Tirmidzi).

Hadist ini menganjurkan umat muslim untuk berbuat baik terhadap tetangganya. Hal ini membuktikan bahwa bahwa Islam adalah agama kasih sayang, bahkan pernah diceritakan bahwa Malaikat Jibril sering sekali menasehati Rasulullah untuk berbuat baik terhadap tetangganya.

Hal tersebut membuat Nabi mengira bahwa tetangga merupakan orang yang mendapatkan waris sebagaimana keluarga yang memiliki hubungan darah karena seringnya diingatkan untuk berbuat baik terhadapnya, dan Nabi juga pernah bersabda:

Demi Allah tidak sempurna iman nya (Nabi mengucapnya tiga kali) seseorang yang tetangganya tidak merasa aman atas kejahatannya”.

4. Berbuat baik terhadap seksama

Dari Jabir ia berkata bahwasannya Rasulullah bersabda:

“Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bersikap ramah, dan sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”.

Hadist ini menganjurkan untuk berbuat baik dan menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Perlu kita ketahui bahwa berbuat baik itu tidak dilihat dari kuantitas banyak dan tidak banyaknya akan tetapi dilihat dari totalitas ketaatan pada perintah-Nya.

Maka oleh karena itu, sekecil apapun perbutan baik yang kita lakukan pasti berbalas pahala di sisi Allah. Karena Allah melihat bukan dari banyaknya perbuatan baik tapi dari ke ikhlasan hati seorang hamba.

5. Berbuat baik dengan saling membantu dan menutupi aib saudaranya

Rasulullah ﷺ bersabda:

‘’Barangsiapa yang melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seseorang, Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat.

Barang siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong hambanya selama ia menolong saudaranya’’ (HR. Muslim, At-Tirmizi, Ibnu Majah, Abu Dawud, dan Ahmad).

Islam melarang para pemeluknya untuk menyebarkan aib saudaranya apapun itu kecuali dalam keadaan darurat. Allah juga memberikan balasan yang indah bagi orang-orang yang menjaga aib saudaranya yaitu dengan surga dan di tutup aibnya di saat hari kiamat nanti dimana banyak orang yang dibukakan oleh Allah aib-aibnya di dunia.

6. Berperilaku baik

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ:

“Wahai Rasulullah, manakah orang mukmin yang paling utama?” Rasulullah ﷺ menjawab orang yang paling baik akhlaknya”.

Perlu kita ketahui bahwa apabila ingin menjadi seorang mukmin sejati yang disukai oleh Nabi yaitu dengan berperilaku baik seperti membaguskan akhlak dan adap, karena panutan seorang muslim yaitu Nabi Muhammad ﷺ sangat menekankan hal tersebut.

Karena pernah disebutkan dalam riwayat bahwa Beliau sama sekali belum pernah memukul tangannya kepada seorang pelayan pun dari pelayannya dan belum pernah memukul istri-istrinya dan belum pernah memukulkan tangannya kepada sesuatu pun kecuali dalam medan perang melawan musuh-musuh Allah.

Akhlaknya yang mulia Beliau banyak memasukkan umat manusia kedalam Islam karena dakwah yang paling baik dan ampuh adalah lewat akhlak dan perilaku.

Islam adalah agama kasih sayang, karena menekankan pentingnya keadilan, belaskasih, dan toleransi. Agama Islam menuntun para penganutnya untuk saling mencintai dan berbagi kasih sayang dalam aspek kehidupan.

Konsep Islam itu bersaudara mengajarkan untuk peduli terhadap sesama dan menendang suka, etnis, ras, warna kulit dan negara dan status sosial dan itu semua bersumber pada pedoman umat Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.

 

Penulis: Muhammad Rifki
Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses