Dampak Kebiasaan Belajar di Malam Hari terhadap Kualitas Tidur

Kesehatan
Ilustrasi: istockphoto, karya: Natalia Darmoroz.

PENDAHULUAN

Tidur adalah suatu proses yang dinamis dan berpengaruh dalam berbagai cara terhadap kesehatan. Salah satu faktor penting dalam kesehatan tidur adalah lama tidur.

Tidur yang tidak mencukupi atau berlebihan, jika dibandingkan dengan tidur yang berada dalam rentang yang normal, telah dihubungkan dengan berbagai masalah kesehatan yang negatif.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Masalah seperti kurang tidur, kehilangan jam tidur, dan tidur yang tidak cukup diakui sebagai isu umum dalam masyarakat modern dan banyak terjadi Negara maju. Tidur yang singkat (kurang dari 7 jam) berhubungan dengan meningkatnya kemungkinan kematian akibat penyakit jantung.

Sementara itu, tidur yang terlalu lama (lebih dari 9 jam) juga terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, serta masalah kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan. Gangguan pola tidur dapat memberikan efek buruk pada kesehatan fisik dan mental, serta dapat mempengaruhi kemampuan akademik. 

Salah satu aspek fisiologis yang berperan dalam keberhasilan belajar adalah siswa harus memperhatikan dan menjaga kesehatan fisiknya.

Untuk menjaga kondisi fisik yang baik, siswa diharuskan untuk memperhatikan pola makan dan tidur yang baik agar metabolic tubuh berjalan dengan lancar, mengonsumsi makanan sehat, mencuci tangan, tidak merokok, memantau berat badan, mengukur tinggi badan, serta berolahraga secara teratur dan terukur bukan hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga untuk meningkatkan keterampilan (Puspita, 2012).

Baca Juga: Tidur atau Produktivitas? Mengapa Gen Z Harus Mengutamakan Kualitas Tidur untuk Kesehatan Jangka Panjang

1. Kualitas tidur

Kualitas tidur adalah seberapa puas seseorang dengan tidurnya, sehingga orang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan, reaksi yang berlebihan, kecemasan, rasa lemas, sikap acuh tak acuh, atau lingkaran hitam di sekitar mata, pembengkakan pada kelopak mata, kemerahan pada konjungtiva, rasa nyeri pada mata, konsentrasi yang terganggu, sakit kepala, serta sering kali menguap atau merasa mengantuk (Hidayat,2006).

Tidur yang berkualitas adalah cara seseorang mengatur pola tidurnya di malam hari, termasuk seberapa nyenyak tidurnya, kemampuan untuk tetap tertidur, dan seberapa mudah untuk dapat tidur tanpa memerlukan bantuan obat-obatan (Lai,2001) (dalam6 Wavy, 2008).

2. Gangguan tidur

Perilaku tidur yang baik dalam hal konsistensi memiliki hubungan negatif dengan masalah tidur, artinya semakin baik perilaku tidur yang teratur, maka semakin rendah tingkat gangguan tidurnya. Ketidakpastian waktu tidur menjadi indikator yang penting untuk masalah tidur.

Ketidakpastian tersebut dapat mempengaruhi ritme sirkadian serta aspek fisiologis tidur. Sistem homeostatis dan ritme sirkadian bekerja bersama untuk mendukung pola tidur yang konsisten. Ketidak aturan dalam waktu tidur dan bangun dapat meningkatkan perbedaan dalam ritme sirkadian (Irish, Kline, Gunn, Buysse, & Martica, 2015).

3. Konsentrasi 

Kurangnya pola tidur yang tidak cukup akan berdampak negatif pada otak, menyebabkan gangguan pada fokus belajar anak. Banyak anak yang menghadapi masalah saat belajar akibat rasa ngantuk dan kelelahan saat proses pembelajaran berlangsung.

Situasi-situasi ini menyebabkan anak kehilangan focus, mudah lupa, kesulitan dalam menyelesaikan soal, lambat memahami materi, dan tidak ingin memperhatikan pelajaran.

Faktor-faktor ini berdampak pada menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan mengurangi partisipasi dalam aktivitas sehari-hari, yang pada gilirannya menyebabkan turunnya kemampuan, minat terhadap pembelajaran, serta prestasi belajar anak (Susanti, 2018).

Baca Juga: 5 Cara Sleep Hygiene untuk Kurangi Kelelahan dan Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Kanker

KESIMPULAN

  • Kualitas tidur memiliki peranan yang sangat krusial : baik lama tidur maupun mutu tidur itu sendiri memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan fisik dan mental, termasuk kemampuan untuk belajar.
  • Durasi tidur yang optimal : tidur yang terlalu singkat atau terlalu panjang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan kesulitan dalam berpikir.
  • Gangguan tidur : ketidakstabilan dalam jadwal tidur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan memicu masalah tidur yang lebih serius. Dampak tidur yang tidak cukup pada pembelajaran : tidur yang kurang dapat mengakibatkan kesulitan dalam berkonsentrasi, memahami materi, serta menurunnya hasil belajar.

Penulis:

Bila Ramadini
Mahasiswa Keperawatan Binawan University

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Referensi

Aminuddin, M. (2018). Hubungan Antara Kualitas Tidur dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Samarinda. pp. 51-71.

Catri Wulansih, N. (2024). Tinjauan Literatur: Dampak Durasi dan Kualitas Tidur yang Buruk Pada Kesehatan Tubuh Usia Produktif Literature Review: The Impact of Poor Sleep Duration and Quality on Health in Productive Age. pp. 71-82.

Mujazi Zulfa, N. A. (2021). Hubungan Pola Tidur Terhadap Konsentrasi Belajar Peserta Didik Di Sdn Kembangan Utara 06 Pagi. p. 489.

Wulandari, S. P. (2024). Deskripsi Kualitas Tidur dan Pengaruhnya terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa. pp. 101-108.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses