Dari Pipih Jadi Raksasa: Rahasia di Balik Bahan Ajaib yang Bisa “Mengembang”

Dari Pipih Jadi Raksasa: Rahasia di Balik Bahan Ajaib yang Bisa "Mengembang"
Camilan Popcorn (Sumber: images.ctfassets.net)

Puff!: Revolusi bahan yang mengubah bentuk dengan sederhana, pernahkah kalian berpikir mengapa popcorn di bioskop, kerupuk yang renyah, dan chiki Cheetos yang ringan dan beraroma bisa mengembang.

Semuanya bermula dari bentuk yang benar benar berbeda.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Mereka adalah puffable material, material yang bisa mengembang dan menjadi salah satu bentuk nyata inovasi pangan.

Fenomena pengembangan pada puffable material bisa terjadi akibat peran pati, ialah dalang dibalik semua itu terjadi, pati berperan dalam proses pengolahan pangan.

Apa Itu Puffable Material?

Bayangkan popcorn. Sebutir jagung keras dipanaskan, lalu pop! berubah menjadi camilan putih yang ringan dan berpori.

Itulah konsep dasar puffable material, sebuah bahan padat yang bisa berubah menjadi struktur penuh gelembung udara ketika diberi perlakuan panas tertentu.

Hasilnya adalah material yang sangat ringan, renyah, dan memiliki volume yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Rahasia Kenyalnya Cimol: Peran Pati, Proses Gelatinisasi, dan Ilmu Pangan di Balik Jajanan Favorit Khas Bandung

Mengenal sang Bintang Utama

Pati menjadi Bintang utama dalam hal ini, pati adalah cadangan energi yang disimpan tanaman, terutama di biji-bijian, umbi-umbian, dan sereal.

Kita menemukannya setiap hari dalam nasi, jagung, kentang, hingga singkong.

Bentuknya mungkin hanya bubuk putih yang terlihat biasa, tapi jangan salah pati punya kemampuan unik untuk berubah ketika dipanaskan atau dicampur dengan air, dan dari situlah “keajaiban dapur” bermula.

Bagaimana Pati Berperan?

Jadi, begini ceritanya: awalnya, pasta pati yang masih basah dibentuk dan dikeringkan sebagian, tapi sengaja menyisakan sedikit air yang terperangkap di dalam jaringannya yang lengket.

Nah, saat si pasta ini tiba-tiba dipanaskan dengan sangat cepat dengan cara digoreng, dipanggang, ekstrusi air yang kepergok terjebak itu langsung bereaksi dan berubah jadi uap.

Tekanan uapnya yang pengen kabur itu mendorong matriks pati yang udah elastis untuk menggelembung seperti balon, menciptakan ribuan gelembung kecil di dalamnya.

Dan saat semua uapnya udah berhasil kabur, struktur yang udah mekar itu langsung kering dan mengeras.

Hasilnya? Lahirlah sebuah tekstur super ringan, renyah, dan berpori yang kita kenal dan cinta sebagai camilan puff!

Baca Juga: Rahasia Retrogradasi Pati: Mengapa Nasi Bisa Mengeras Setelah Dingin? Contoh dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari

Lebih dari Sekadar Camilan: Aplikasi di Sekitar Kita

Pati yang bisa mengembang nggak cuma bikin snack jadi renyah, tapi juga lagi revolusioner di banyak bidang!

Bayangin, kemasan ramah lingkungan dari pati bisa gantikan styrofoam ringan, anti goncang, dan bisa terurai alami.

Di dunia fashion, teknologi ini bisa ciptakan tekstur 3D yang unik di kain. Yang paling keren, para ilmuwan lagi meneliti buat jadi scaffold atau rangka buat tumbuhkan sel dan jaringan dalam dunia medis.

Jadi, dari camilan sampai penyelamatan lingkungan dan kesehatan, ternyata si pati punya potensi yang luar biasa!

Kesimpulan: Sains Sederhana yang Membawa Manfaat Besar

Jadi, lain kali jika kamu menikmati keripik atau cheese puff, ingatlah bahwa yang kamu santap adalah sebuah keajaiban sains.

Sebutir pati sederhana, lewat pemahaman akan panas dan tekanan, dapat diubah menjadi sesuatu yang sama sekali baru—entah itu untuk memanjakan lidah, menyelamatkan lingkungan, atau bahkan membantu kemajuan medis.

Material yang bisa mengembang ini adalah bukti bahwa inovasi terbesar sering kali berasal dari bahan yang paling biasa.

 

Penulis: Liuzy Alonso
Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Universitas Sultan Agung Tirtayasa

Dosen Pengampu: Winda Nutiana, S.T.P., M.Si.

 

Referensi

  • Karjo, S. K., Suseno, T. I. P., & Utomo, A. R. (2015). Pengaruh proporsi beras dan maizena terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik kerupuk puli. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi (Journal of Food Technology and Nutrition), 14(1), 1-9.
  • Alavi, S., Gogoi, B. K., Khan, M., Bowman, B. J., & Rizvi, S. S. H. (2019). Structural Properties of Protein-Stabilized Starch-Based Supercritical Fluid Extrudates. Food Research International, 116, 1290-1297.

 

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses