Efek Penggunaan Telepon Genggam untuk Anak Usia Pra Sekolah

Anak
Ilustrasi: istockphoto

Telepon genggam (HP) merupakan salah satu alat komunikasi yang sangat penting di era digital sekarang. Telepon genggam yaitu alat komunikasi dua arah untuk mengirim pesan suara. Banyak masyarakat yang menggunakan HP untuk mempermudah pekerjaan karena dapat mengakses berbagai macam fitur aplikasi yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dahulu HP hanya digunakan bagi pekerja kantoran kelas menengah ke atas. Karena HP untuk mempermudah pekerjaan. HP tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja namun juga digunakan oleh anak kecil ataupun pra sekolah.

Banyak anak usia pra sekolah tidak dapat lepas dari HP yang semakin berkembang. Bahkan anak kecil sudah ada yang mempunyai HP tersendiri.

Bacaan Lainnya
DONASI

Usia pra sekolah merupakan masa perkembangan anak yang berjalan sangat cepat dan terjadi pada usia 3 sampai 6 tahun. Sehingga banyak orang tua yang melewatkan perkembangan anak karena terlalu fokus dengan HP.

Pada umumnya anak usia pra sekolah lagi di tahap aktif, meniru, mengontrol emosi dan tubuh, serta mengekspresikan hal-hal yang anak suka. Sehingga perkenalan HP pada anak usia pra sekolah terlalu cepat dan dapat berpengaruh pada perkembangan anak.  

Penelitian di Bristol Universitas pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa penggunaan gadget berlebihan pada anak yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang perhatian, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya.

Manfaat Menggunakan HP bagi Anak

Bermain HP memiliki manfaat bisa baik atau buruk pada perkembangan anak. Sebenarnya banyak manfaat penggunaan HP bagi anak yang daya kemampuan visualnya tinggi. Anak mudah memahami dari gambar yang anak lihat di HP tersebut. Manfaat penggunaan HP bagi anak usia pra sekolah yaitu:

– Anak dapat mempelajari hal baru

Dengan HP anak dapat mengakses apa saja dengan bantuan internet dan teknologi yang semakin canggih. Bisa melalui Youtube, game edukasi tetap dengan pengawasan orang tua.

– Mengasah kemampuan motorik

Saat menggunakan HP seperti bermain, menonton, dan membaca, anak akan menggunakan kemampuan motoriknya. Kemampuan motorik itu akan berkembang seiring berjalannya waktu. Dalam penggunaan HP, anak memakai kemampuan jari-jarinya dalam memencet, menggunakan mata untuk melihat layar HP.

– Mampu meningkatkan kemampuan visual dan spasial anak

Di HP banyak gambar, bentuk, warna yang merangsang kemampuan visual anak. Sehingga anak secara perlahan akan dapat membedakan bentuk, gambar, dan warna kemudian perkembangan kognitif anak akan tumbuh.

– Merangsang anak untuk berpikir kritis

Kemampuan kognitif anak akan bertumbuh dengan rasa ke ingin tahu yang anak miliki. Sehingga dengan adanya HP anak akan mencari informasi dengan mudah. Namun dalam hal ini tentu orang tua juga harus mengawasi dalam penggunaannya.

– Membuat anak berpikir kreatif

semakin berkembangnya teknologi menghasilkan beberapa aplikasi yang mampu mengasah kreativitas anak. Seperti menggambar di HP sambil mewarnai, anak akan menuangkan kreativitas tersebut dalam kehidupannya.

Dalam pemanfaatan menggunakan HP bagi anak tetap harus diawasi dan dibatasi oleh orang tua. Anak bermain HP juga dapat mengembangkan beberapa kemampuan anak secara tidak langsung. Namun, sebagai orang tua juga harus tetap mewaspadai penggunaan HP tersebut.

Durasi Penggunaan Telepon Genggam bagi Anak Usia Pra Sekolah

Di era digital sekarang, banyak orang tua yang memperbolehkan anak bermain telepon genggam tanpa mengenal waktu. Saat di tempat umum kebanyakan anak akan diberikan telepon genggam agar anak tidak rewel.

Penggunaan telepon genggam yang terlalu sering terjadi pada anak usia pra sekolah memiliki dampak yang berbeda. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam berisiko duduk dan membatasi aktivitas fisik.

Jenny Radesky, MD., FAAP., seorang penulis utama Media and Young Minds, menuturkan bahwa orang tua harus tetap aktif mengawasi anak main gadget.

American Academy of Pediatrics (AAP) (2001) merekomendasikan bahwa penggunaan telepon genggam bagi anak-anak sebaiknya digunakan kurang dari 1-2 jam sehari. Seorang anak menghabiskan rata-rata 2,2 jam sehari pemutaran layar dan 2,9 jam per hari bermain di luar ruangan.  

Jadi sebagai orang tua kita harus membatasi anak dalam bermain telepon genggam yaitu 1-2 jam per hari.

Usahakan di luar ruangan seperti di tempat umum jangan langsung memberikan telepon genggam tapi berilah anak kegiatan yang bisa membantu anak untuk mengembangkan kreativitasnya seperti menggambar dan mewarnai juga bisa dengan bermain kata.

Efek Bermain HP bagi Anak  

Selain memiliki manfaat, anak bermain HP terlalu lama dan sering juga mengakibatkan hal-hal yang tidak baik untuk perkembangannya. Efek terlalu lama anak bermain HP bisa menyebar dalam kehidupan anak seperti sosial, emosi, dan kognitif anak.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat ditambah dengan fitur yang bermacam sehingga anak tertarik untuk berlama-lama dalam penggunaan HP. Tentu dengan kehadiran teknologi ini bisa mempengaruhi perkembangan anak salah satunya sosial anak.

Telepon genggam memiliki dampak negatif dalam sosial anak usia pra sekolah. Anak lebih senang bermain dengan HP-nya daripada dengan teman sebaya, anak juga sering meniru hal-hal yang anak lihat dari game, anak juga bisa bersikap acuh jika sudah bersama HP.

Melihat perspektif sosial yang dipengaruhi oleh HP sangat mempengaruhi masalah perkembangan pribadi sosial anak pra sekolah, di mana anak usia ini sering mengalami luapan amarah, ketakutan, dengki, nafsu, hal lain juga memicu anak mengalami rasa cemburu, biasanya anak terlihat sedikit malas dan pasif, jarang berpartisipasi, dan terlihat perbedaan pemahaman antara keyakinan dan keinginan anak ketika anak terlibat dalam kegiatan dengan teman sebayanya.

Pada aspek fisik dan psikomotorik anak akibat HP yaitu gangguan kesehatan fisik seperti sakit mata dan sakit kepala, gangguan keseimbangan, obesitas, dan gangguan tidur akibat malas beraktivitas.

Selain itu, HP dapat mengganggu kesehatan bagi manusia, karena efek radiasi teknologi sangat berbahaya bagi kesehatan. Paparan radiasi yang berlebihan dapat menyebabkan kanker. Hasil analisis penggunaan HP mengarah pada perkembangan keterampilan motorik halus dan  kasar anak melambat.

Hal ini dikarenakan anak tidak diberikan stimulasi  untuk mencapai perkembangan motorik halus dan motorik kasar sesuai usianya. Seperti anak kecil dengan bantuan HP, anak jarang melakukan aktivitas lain seperti memegang benda, menulis, mewarnai, menggambar, berjalan, berlari, bola, menyusun balok karena anak terlalu lama duduk dan diam saat menggunakan HP.

Dalam aspek agama dan akhlak, perilaku anak disebabkan oleh HP yaitu kurang disiplin dalam beribadah, mengabaikan orang lain, perilaku kekerasan yang agresif, rawan penipuan, dan kecanduan.

Terlalu banyak bermain dengan HP dapat menyebabkan kemalasan di mana anak lupa waktu, lupa waktu belajar, lupa waktu salat, anak menjadi kurang sopan santun kepada teman sebaya dan orang tua.

Ketika anak sudah kecanduan HP, sangat sulit untuk mengontrol penggunaan HP yang akhirnya menyulitkan perkembangan otak anak karena terlalu sering bermain game.

Pada aspek kognitif, efek penggunaan HP bagi anak usia pra sekolah yaitu kemalasan, kurang konsentrasi, kurang konsentrasi, hiperaktivitas, dan ketidakmampuan belajar.

Dampak negatif dari penggunaan gadget adalah: (1) Pengurangan konsentrasi belajar (saat belajar, anak kehilangan fokus dan hanya mengingat gawai); (2) Malas menulis dan membaca; dan (3) Perkembangan kognitif anak usia dini terhambat.

Efek yang muncul dari perspektif bahasa dan seni anak usia pra sekolah disebabkan oleh HP, yaitu keterlambatan dalam berbicara, anak tidak tertarik untuk berkomunikasi dengan lingkungannya, anak tidak tahu bagaimana mengungkapkan keinginannya dengan ekspresi yang tepat, menghambat pengenalan bahasa ibu, tidak dapat melakukan kontak mata, perkembangan artistiknya terbatas karena hanya memiliki imajinasi dan pemikiran irasional.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi yang pesat, anak-anak mendapatkan lebih banyak informasi dengan mudah. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak selalu diawasi. Karena tidak semua informasi yang diterima oleh anak bersifat positif, oleh karena itu anak harus dapat memilah dan memilih informasi sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Orang tua memiliki peran penting sebagai pembimbing, pendidik, dan pengawas dalam merespons penggunaan HP oleh anak. Hal ini untuk mencegah anak-anak menyalahgunakan HP untuk kegiatan lain. Orang tua bersama anak dapat menggunakan HP sebagai sikap peduli terhadap anaknya.

Dapat dijadikan pedoman bagi orang tua dalam menggunakan teknologi sehingga orang tua dapat memaksimalkan perannya dalam segala hal tentang perkembangan yang terjadi.

Penulis: Rafika Khoirunnisa
Mahasiswa BK Universitas Prof. Dr. HAMKA

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Referensi

Damayanti, Eka (2020). Dampak Negatif Penggunaan Gadget Berdasarkan Aspek Perkembangan Anak. Jurnal Perempuan dan Anak, Volume 4 No. 1.

Mujahid, Heni (2018). Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Perkembangan Personal Sosial Anak Usia Pra-sekolah, Jurnal Keperawatan Silampari, Volume 2 Nomor 1.

Asmawati, luluk (2022). Peran Orang Tua dalam Pemanfaatan Teknologi Digital pada Anak Usia Dini, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Volume%LS

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI