PKN dapat diartikan sebagai pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik menjadi warga negara yang memiliki pengetahuan politik secara dewasa dan mampu berpartisipasi dalam membangun sistem politik yang demokratis.
Selain pengertian, adapun mengenai tujuan, manfaat, landasan, dan pengertian menurut para ahli adalah sebagai berikut.
1. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
Tujuan PKN adalah untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan memiliki karakteristik setia terhadap bangsa dan negara. Beberapa tujuan spesifik PKN antara lain:
- Membentuk Karakter Bangsa: PKN bertujuan membentuk karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
- Meningkatkan Nasionalisme dan Patriotisme: PKN bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan awal warga negara dalam usaha bela negara.
- Mempersiapkan Warga Negara yang Demokratis: PKN bertujuan mempersiapkan warga negara yang mampu berpikir kritis dan bertindak demokratis.
Baca Juga: Memudarnya Nilai-Nilai Pancasila: Penyebab, Dampak, dan Upaya Memperkuat di Kalangan Generasi Muda
2. Manfaat Pendidikan Kewarganegaraan
PKN memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Meningkatkan Pemahaman Hak dan Kewajiban: PKN membantu warga negara memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.
- Meningkatkan Nasionalisme dan Patriotisme: PKN memotivasi warga negara untuk memiliki sifat nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.
- Mempersiapkan Warga Negara yang Aktif: PKN mempersiapkan warga negara yang mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
3. Landasan Pendidikan Kewarganegaraan
PKN memiliki beberapa landasan, antara lain:
- UUD 1945: PKN berlandaskan pada nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945.
- Pancasila: PKN berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara.
- Nilai-Nilai Keagamaan dan Moral: PKN berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan dan moral yang bersumber dari budaya bangsa.
Baca Juga: Revitalisasi PKN: Dari Doktrin ke Pendidikan Karakter yang Membumi
4. Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Para Ahli
Beberapa ahli memberikan definisi dan pandangan tentang pentingnya PKn:
a. Winataputra (2001)
PKn adalah program pendidikan yang berintikan demokrasi politik yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lain, pengaruh positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, dan orang tua yang semuanya diproses untuk melatih peserta didik berpikir kritis, berpartisipasi aktif, dan bertanggung jawab.
b. Branson (1999)
PKn merupakan pendidikan yang bertujuan membekali warga negara dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
c. Sapriya (2007)
Pendidikan Kewarganegaraan adalah wahana untuk mengembangkan potensi individu agar menjadi warga negara yang cerdas, berakhlak mulia, partisipatif, dan bertanggung jawab.
Dalam konteks pendidikan di Indonesia, PKN memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa dan mempersiapkan generasi penerus menjadi warga negara yang demokratis dan partisipatif.
Oleh karena itu, PKN perlu diajarkan sejak usia dini hingga perguruan tinggi untuk membentuk warga negara yang cerdas, terampil, dan memiliki karakteristik setia terhadap bangsa dan negara.
Penulis: Aulia Li Utami Zahra
Mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Pamulang
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












