Pentingnya Teknologi Digital sebagai Sarana Pendidikan di Masa Pandemi

Pentingnya Teknologi Digital Pandemi

Pendahuluan

Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 yang melanda hampir 2 tahun ini menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kegiatan belajar mengajar yang mulanya dilaksanakan di dalam kelas berubah menjadi dalam jaringan (daring) melalui platform online seperti Zoom, Gmeet, Webex, dll. Fasilitas pendidikan mulai bertransformasi dan didominasi oleh teknologi. Paket data dan Wi-fi menjadi kebutuhan pokok setiap orang tak terkecuali anak sekolah.

Menurut hasil riset Hootsuite (2021), pengguna internet di Indonesia mencapai 73,7% atau setara 202,6 juta jiwa dari total populasi keseluruhan, yaitu sebanyak 274,9 juta jiwa. Rata-rata harian masyarakat Indonesia dalam mengakses internet mencapai 8 jam 52 menit. Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, pada tahun 2020 sebanyak 33,04% anak usia 5 tahun ke atas mengakses internet untuk mengerjakan tugas sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi digital sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya sebagai media pembelajaran.

Perlukah Teknologi sebagai Sarana Pembelajaran?

Untuk mendukung program pemerintah pada tahun 2030, pendidikan menjadi salah satu dari 17 target pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals). Salah satu penjabaran dari target pendidikannya yaitu membangun dan meningkatkan mutu fasilitas pendidikan yang sensitif terhadap gender, anak dan disabilitas, serta menyediakan lingkungan belajar yang aman, tanpa kekerasan, inklusif dan efektif bagi semua.

Bacaan Lainnya
DONASI

Teknologi pada dunia pendidikan merupakan sesuatu yang krusial karena dapat memperlancar kegiatan belajar mengajar. Internet merupakan salah satu contoh teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas dalam dunia pendidikan. Pada masa pandemi ini semua orang dituntut untuk melek digital, siklus penggunaan media digital pun semakin meningkat. Seluruh kegiatan termasuk kegiatan sekolah dialihkan melalui platform online yang dianggap efektif dan efisien dalam mendukung kegiatan belajar siswa. Berbagai sistem seperti E-learning dan Google Classroom dimanfaatkan oleh pengajar sebagai sarana pemberian materi, dan oleh siswa sebagai sarana pengumpulan tugas hingga ujian.

Baca Juga: Pengaruh Akselerasi Digital, Pelajar Harus Mengembangkan Potensi Diri

Menurut Staf Khusus Bidang Kebijaksanaan Digital dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo, Deddy Permadi, penggunaan internet yang tadinya berpusat di perkantoran kini lebih banyak digunakan di pemukiman dan meningkat sekitar 30 hingga 40 persen semenjak adanya pandemi. Selain itu, penggunaan pada daerah tertinggal juga memiliki peningkatan sebesar 23 persen, diantaranya sebagai media belajar.

Sebagai sarana pendidikan, perlu adanya manajemen yang baik terhadap teknologi untuk mencapai suatu tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1985 yang berbunyi bahwa tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan bangsa.

Dampak Positif Teknologi

Dalam dunia pendidikan, teknologi memiliki beberapa dampak positif, diantaranya:

  1. Memudahkan siswa untuk mengakses berbagai informasi. Selain buku, internet dapat menjadi sumber informasi tambahan terkait materi pembelajaran. Penggunaannya yang praktis, dapat di akses dimana saja dan kapan saja  tentu sangat memudahkan siswa dalam belajar, terutama di masa pandemi.
  2. Meningkatkan kemandirian dalam belajar. Teknologi memudahkan siswa untuk belajar seperti menggunakan e-learning yang dapat di akses secara individu.
  3. Sarana pembelajaran jarak jauh. Sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, proses belajar dilaksanakan dari rumah untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus Covid-19. Maka dalam hal ini, teknologi sangat bermanfaat untuk menggantikan proses belajar luring menjadi daring.
  4. Memudahkan sistem administrasi. Dapat dikatakan banyak sekolah ataupun guru-guru yang terbantu dalam mengatur administrasinya, seperti pembuatan surat menyurat, menyimpan data siswa, hingga memudahkan pembayaran uang sekolah. Seiring perkembangan teknologi, sesuatu yang dulunya hanya bisa dilakukan secara manual dan membutuhkan proses yang lama, kini dapat dikerjakan dengan mudah dengan adanya bantuan teknologi seperti komputer atau laptop.
  5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berbicara tentang SDM, menurut hasil riset dari Bank Dunia tahun 2018, Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara. Dalam dunia pendidikan, keterampilan dalam memanfaatkan teknologi dapat meningkatkan kualitas sumber daya guru dengan berinovasi seperti menyusun materi yang mudah di pahami oleh siswa.

Dampak Negatif Teknologi

Jika ada dampak positif, maka ada dampak negatif. Penggunaan teknologi yang tidak digunakan dengan baik dapat menimbulkan kerugian seperti :

  1. Teknologi dapat menggantikan posisi guru. Adanya sistem e-learning, e-book, jurnal online, ataupun berbagai sumber informasi pendidikan dapat mengalihfungsikan guru sebagai tenaga pendidik.
  2. Siswa menjadi apatis dan individualis. Pembelajaran melalui media digital yang dapat diakses secara mandiri lambat laun dapat mengakibatkan sifat apatis dan individualis. Anak lebih banyak belajar di dalam rumah dan jarang bergaul dengan teman sebayanya. Aktivitas di depan layar dalam jangka waktu yang lama juga dapat menimbulkan siswa cenderung tidak peduli dengan sekitarnya.
  3. Penyalahgunaan internet dapat menyebabkan cyber crime. Internet dengan segala kecanggihannya dapat menimbulkan kejahatan kriminal di tangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, contoh kejahatannya seperti cyber bullying, peretasan email, penipuan online bahkan prostitusi online.
  4. Siswa menjadi kecanduan yang berakibat malas. Mudahnya internet terkadang melalaikan siswa dan menjadikannya kurang aktif dalam belajar. Siswa dengan mudah mencari jawaban dengan meng-copy paste dari internet tanpa mengkaji ulang dalam buku.
  5. Menurunnya tingkat fokus siswa. Selalu terhubung ke dunia online dapat mengakibatkan berkurangnya fokus dan konsentrasi di bidang akademik, olahraga dan kegiatan ekstra kurikuler. Misalnya dalam pembelajaran melalui platform Zoom, siswa dapat menonaktifkan kamera lalu memainkan ponsel di waktu yang bersamaan. Tentu hal ini mengakibatkan siswa tidak fokus dan kurang konsentrasi dalam menangkap materi pembelajaran.

Kesimpulan

Pendidikan merupakan aspek terpenting dan mendasar dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Teknologi digital dapat menjadi salah satu sarana pendidikan yang efektif dan efisien. Penggunaan teknologi digital yang mudah dan praktis memang dapat diandalkan oleh berbagai kalangan. Terlebih pada masa pandemi, banyak sektor yang terbantu dengan adanya teknologi digital termasuk pendidikan. Namun, diperlukan manajemen yang baik dalam mengelola sarana pendidikan tersebut supaya dapat mengoptimalkan manfaatnya serta mengurangi dampak negatifnya.

Baca Juga: Manajemen Bisnis Era Digital dalam e-Commerce

Solusi yang bisa  di lakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan teknologi digital ialah, menggunakan teknologi tersebut dengan seperlunya dan semestinya, menyeimbangkan pembelajaran online dan offline agar posisi guru tidak tergantikan, pandai memilih dan menyaring berbagai informasi, serta melakukan pengawasan dalam aktivitas online khususnya terhadap anak di bawah umur.

Arsyadania Faradisa
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Negeri Yogyakarta

Editor: Diana Pratiwi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI