Yuk Kenali Manfaat Jahe (Zingiber officinale) Ternyata Bisa untuk Pasien Hipertensi!

jahe
Sumber: istockphoto.

Di Indonesia banyak tanaman obat dikategorikan sebagai tanaman Biofarmaka. Pada tanaman Obat ini hanya memfokuskan beberapa tanaman obat jenis rimpang-rimpangan yang pada umumnya telah dibudidayakan serta sudah dimanfaatkan untuk memproduksi suatu obat dan jamu serta khasiat dan keamanannya telah dibuktikan baik secara uji klinik yang sejajar dengan obat modern. beberapa tanaman obat tersebut ialah jahe, laos/lengkuas, kencur, serta dengan kunyit.

Jahe merupakan jenis rimpang yang berasal dari asia Pasifik yang kemudian  tersebar dari India sampai Cina. Sumatra Utara, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan pusat jahe di Indonesia. rimpang Jahe juga telah digunakan sebagai pengobatan berbagai jenis macam penyakit seperti Hipoglikemi, Ostheoartritis, Gout, Rhematoid Arthritis, Migrain, penyakit pada sistem gastrointestinal, Kardiovaskular dan bahkan hepatoprotektif.

Jahe terutama rimpangnya merupakan salah satu rempah-rempah penting yang banyak sekali manfaatnya, disamping sebagai bumbu dapur, juga sebagai obat herbal, bahan farmasi dan kosmetik. Banyak sekali manfaat jahe yang dapat digunakan sebagai pengobatan seperti hipoglikemi, gout, ostheoartritis, rheumatoid, arthritis, migrain, penyanyik gastrointesntinal, kardiovaskular dan hepatoprotektif.

Bacaan Lainnya
DONASI

Senyawa bioaktif yang terdapat pada rimpang jahe yaitu gingerol dan shogaol yang dimana merupakan agen antibakteri. Senyawa lainnya yang terkandung pada jahe yaitu ada diarylheptanoid kemudia fenilbutenoid, flavonoid, diterpenoid serta sesquiterpenoid.

Mekanisme kerja jahe dari jahe ini dapat menurunkan tekanan darah (hipertensi) dengan merangsang pelepasan hormol adrenalin serta memperlebar pembuluh darah, yang mengakibatkan darah mengalir lebih cepat dan lancar, serta memperingan kerja jantung dalam memompa darah.

Baca Juga: Efektivitas Daun Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) sebagai Antipiretik

Hipertensi atau yang sering kita dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal 120/80 mmHg, yaitu peningkatan tekanan darah sistolik yang lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang.

Pada Saat ini hipertensi merupakan tantangan besar di Indonesia di mana merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Berdasarkan data Riset Dasar Kesehatan Nasional (Riskesdas) pada tahun 2018 hipertensi ini memiliki prevalensi morbiditas serta mortalitas yang sangat tinggi, yaitu sebesar 34,1%.

Menurut WHO (2015) lanjut usia(lansia) adalah sekelompok penduduk yang dimana sudah menginjak umur 60 tahun atau bahkan bisa lebih. Lansia itu cenderung mengalami yang namanya masalah kesehatan, masalah kesehatan yang disebabkan oleh penurunan fungsi tubuh akibat terjadinya proses penuaan.

Baca Juga: Manfaat Rebusan Daun Seledri terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi pada Lansia 

Adapun Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh para lansia ialah pada sistem kardiovaskuler khususnya pada hipertensi. Hal ini karna perubahan fisiologis, katub jantung yang menebal serta menjadi kaku,adanya penurunan kemampuan kontraktilitas pada jantung, berkurangnya elastisitas pada pembuluh darah, serta kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk oksigenasi.

Perubahan inilah yang dapat menyebabkan peningkatan resistensi vaskuler sehingga pada lansia cenderung lebih rentan mengalami yang namanya hipertensi. Adapun faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi terbagi manjadi dua kelompok diantaranya yaitu faktor risiko yang melekat atau bahkan tidak dapat diubah (primer) seperti genetik, jenis kelamin, usia, serta ras.

Kemudian faktor risiko yang dapat diubah (sekunder) seperti menjaga pola makan, kebiasaan dalam berolahraga, stress, sering merokok, obesitas, dan alkoholisme. Untuk terjadinya hipertensi perlu peran faktor resiko secara bersama-sama (common underlying risk factor), dengan kata lain satu faktor saja belum cukup menyebabkan terjadinya hipertensi.

Baca Juga: Pemanfaatan Daun Kemangi (Ocium Basilium) untuk Penderita Hipertensi

Hipertensi pada lansia selain dikarenakan adanya faktor usia (primer), juga erat kaitannya dengan perilaku dan gaya hidup (sekunder) (Suhadak, 2010). Terapi pemberian minuman jahe adalah minuman yang terbuat dari jahe yang diseduh menggunakan air panas bisa disajikan hangat/ dingin.

Minuman yang terbuat dari bahan jahe selain memberikan rasa yang menyegarkan jahe juga memiliki manfaat kesehatan salah satu diantaranya ialah untuk menurunkan tekanan darah. Jahe mengandung senyawa kimia gingerol yang digunaakan untuk memblok viltasesaluran kalsium yang ada di dalam sel pembuluh darah sehingga akan terjadi vasodilatasi atau vasokontriksi pembuluh darah yang merangsang penurunan kontraksi otot polos dinding arteri sehingga akan menyebabkan penurunan tekanan darah.

Pada jahe juga mengandung kalium yang dapat menghambat terjadinya pelepasan renin Angiotensin yang dimana akan meningkatkan ekskresi natrium serta airs sehingga retensi natrium dan air didalam darah berkurang dan akan terjadi penurunan tekanan darah (koswara 2011).

Dapat disimpulkan bahwa jahe sendiri memiliki manfaat untuk kesehatan jantung, termasuk dalam menangani hipertensi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu menurunkan tekanan darah, meskipun hasilnya masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian lebih lanjut. Jahe mengandung senyawa seperti mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, jahe juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko pembekuan darah, yang merupakan faktor penting dalam pengelolaan hipertensi. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan jahe sebagai pengobatan tambahan untuk hipertensi harus dibicarakan dengan dokter Anda. Jahe dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain atau mungkin tidak sesuai untuk digunakan bersamaan dengan kondisi medis tertentu.

Penulis:

Aulia Sefni
Mahasiswa S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Daftar Pustaka

Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI; 2018.

Suhadak, (2010). Pengaruh pemberian teh jahe Terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia. Di desa windu kecamatan Larang binangan kabupaten lamongan. Lamongan : BPPM Stikes Muhammadyah Lamongan.

Koswara, sutrisno. (2011), Jahe Rimpang Dengan Sejuta Khasiat. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI