Gerak Cepat Pariwisata Sumatera Barat: Pentingnya Optimalisasi DMO

Gerak Cepat Pariwisata Sumatera Barat
Sumber: Dokumentasi pribadi, 2025

Sumatera Barat, salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak potensi wisata. Sumatera Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di salah satu pulau Sumatera, di mana terkenal dengan alam, budaya, kesenian, makanan khas yang menjadikan Sumatera Barat ini unik dan berbeda dari provinsi lainnya dan punya banyak faktor kemiripan dengan Bali yang jauh lebih dahulu terkenal serta menjadi destinasi yang sampai sekarang terfavorit.

Mulai dari potensi alam, kondisi alam yang mempunyai kontur geografis gunung, lembah, laut yang sangat indah. Sumbar memiliki topografi pegunungan, danau, pantai, dan air terjun yang mempesona, contoh destinasi Danau Maninjau, Danau Singkarak, Lembah Haau, Puncak Lawang, Gunung Merapi, dan Gunung Singgalang, Pantai air Manis dan masih banyak destinasi wisata lainnya yang tersebar di keseluruhan dataran provinsi (Riana, 2021).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Potensi budaya dan sejarah antara lain beragam adat istiadat yang unik, budaya kekerabatan yang kuat dengan matrilineal yaitu sistem kekerabatan yang mengikuti garis keturunan ibu.

Budaya kerajaan kuno Istana Baso Pagaruyung, Nagari Tua Pariangan, kesenian tradisional tari piring, arsitektur Rumah Gadang, tradisi tabuik di Pariaman. sastra lisan dan tulisan Minangkabau yang mempunyai kaitan erat dengan agama Islam, dan masih banyak hal unik lainnya yang merupakan suatu rangkaian potensi wisata yang sangat menjanjikan.

Selain itu, kuliner dengan ragam makanan khas yang sudah terkenal tidak hanya di dalam negri namun juga di mancanegara, seperti kuliner rendang, sate padang, gulai, dendeng batokok, dan masih banyak kuliner tradisional lainnya, serta pasar kuliner tradisional yang terkenal di Bukittinggi dan Payakumbuh (Riana, 2021).

Namun, sangat disayangkan, Sumatera Barat saat ini belum terekspos dengan maksimal, hal ini ditunjukkan dengan jumlah wisatawan yang datang selama ini masih didominasi wisatawan lokal, belum banyak wisatawan asing datang dan juga tidak banyak generasi millenial dan gen Z yang tertarik mengunjungi.

Menurut data Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat (data.sumbarprov.go.id, 2025), pada tahun 2024 tercatat terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Sumatera Barat sebesar 20,24% hingga Mei 2024.

Data bulan Januari-Mei 2024 tercatat wisatawan nusantara hanya 5.827.835 orang, dibandingkan (Januari-Mei) tahun 2023 jumlahnya tercatat mencapai 7.307.135 orang.

Banyak aspek yang mempengaruhi tetapi salah satu yang berhubungan erat yaitu dengan aspek manajemen destinasi dan peran DMO (Destination Management Organization).

Banyak objek wisata yang indah dan potensial seperti Danau Maninjau, Lembah Harau, dan Pantai Air Manis masih sulit diakses karena kondisi jalan yang buruk.

Baca Juga: Keberadaan Ikan Larangan sebagai Budaya Lokal Masyarakat Minangkabau: Ikan Larangan Lubuak Landua di Kabupaten Pasaman Barat

Walau terdapat pembangunan strategis pemerintah daerah seperti pembangunan jalan antar wilayah, namun masih mengalami permasalahan seperti ganti rugi lahan masyarakat (Selvia, 2025); (sumbar.bpk.go.id, 2024).

Selain itu juga terdapat permasalahan kurangnya transportasi umum, serta fasilitas dasar seperti toilet, tempat sampah, dan papan informasi yang belum memadai (Dwitica&Frinaldi, 2024)

Kegiatan promosi dan branding destinasi wisata Sumatera Barat dirasakan juga belum optimal. Meskipun daerah ini memiliki identitas kuat sebagai daerah budaya Islam dengan kekayaan alam, penyampaian citra ini ke level nasional maupun internasional masih terbatas. Akibatnya, wisatawan mancanegara lebih mengenal destinasi lain di Indonesia seperti Bali atau Yogyakarta.

Isu lainnya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pariwisata. Banyak pelaku usaha wisata lokal belum mendapatkan pelatihan tentang pelayanan, manajemen destinasi, atau bahasa asing. Hal ini berdampak pada kualitas pengalaman wisatawan dan rendahnya daya saing destinasi.

Sesuai dengan RAPBN 2025, Kemenparekraf merencanakan peningkatan sumber daya manusia pariwisata yang berkualitas.

Di sisi lain, Sumatera Barat adalah daerah yang sangat menjunjung tinggi nilai budaya dan agama. Hal ini seringkali menimbulkan tantangan dalam menyesuaikan antara norma lokal dengan kebutuhan wisatawan dari berbagai latar belakang.

Misalnya, adanya pembatasan terhadap aktivitas tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan adat dan syariat Islam. Isu lingkungan juga mulai muncul, seperti kerusakan alam akibat overkapasitas wisatawan, sampah di lokasi wisata, dan kurangnya kesadaran masyarakat maupun wisatawan terhadap pelestarian alam.

Isu-isu yang dihadapi pariwisata Sumatera Barat menunjukkan perlunya penguatan manajemen destinasi secara profesional dan pembentukan DMO yang aktif.

DMO yang efektif mampu mengoordinasikan berbagai pemangku kepentingan, merancang strategi jangka panjang, dan memastikan pengembangan pariwisata berjalan berkelanjutan, berbasis komunitas, dan sesuai dengan nilai lokal.

Isu-isu utama dalam pengembangan pariwisata di Sumatera Barat seperti keterbatasan infrastruktur, promosi yang belum maksimal, rendahnya kualitas SDM, hingga ketegangan antara nilai lokal dan kebutuhan wisatawan berkaitan langsung dengan lemahnya implementasi manajemen destinasi yang profesional dan belum optimalnya peran Destination Management Organization (DMO).

Baca Juga: Salawat Dulang: Harmoni Tradisi Minangkabau Menggema di Panggung Internasional

Dalam konteks Sumatera Barat, banyak destinasi belum memiliki sistem pengelolaan yang terstruktur, menyebabkan minimnya fasilitas dasar, tidak meratanya pengembangan antarwilayah, serta tidak terjaganya kualitas lingkungan dan pelayanan.

Peran DMO sangat penting dalam menjawab isu-isu tersebut. Sebagai lembaga yang bertugas mengelola destinasi secara kolektif dan lintas sektor, DMO berfungsi mengkoordinasikan berbagai pemangku kepentingan pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan wisatawan dalam satu visi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis lokal.

Ketiadaan atau belum berfungsinya DMO yang kuat di Sumatera Barat menyebabkan promosi destinasi kurang terarah, pelatihan SDM belum merata, dan belum adanya standar layanan serta perlindungan nilai-nilai budaya dalam penyelenggaraan pariwisata.

Dengan manajemen destinasi yang baik dan DMO yang aktif, isu-isu tersebut seharusnya dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang, penguatan kapasitas lokal, pelestarian budaya, mengkoordinasikan berbagai sumber daya manusia pemangku kepentingan—pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan wisatawan dan promosi destinasi yang berkelanjutan dan professional melalui media sosial, influencer, dan juga pelatihan sumber daya manusia yang professional sebagai salah satu pendukung utama pariwisata Sumatera Barat.

Penulis:
1. Judy Syawarini Jarianto
2. Suci Sandi Wachyuni
3. Kadek Wiweka
Magister Terapan Perencanaan Pengembangan Pariwisata, Politeknik Sahid, Jakarta

Dosen Pengampu: Suci Sandi Wachyuni dan Kadek Wiweka

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Daftar Referensi:

data.sumbarprov.go.id. 2025. Data Pariwisata di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2019-2023.                                  https://data.sumbarprov.go.id/id/dataset/jumlah-rumah-makan- restoran-di-provinsi-sumatera-barat-tahun-2019-2023

Deny, Riana. 2021. Provinsi Sumatra Barat : Jelajah Wisata Budaya Negeriku.

Penguin Books. CV Angkasa.

Dwitica,Dina; Frinaldi, Aldri. 2024. Strategi Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Dalam Pengelolaan Terminal Type B Sago Painan. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol 05 No 02 Agustus 2024 (1-13). https://villages.pubmedia.id/index.php/villages/index

Meiliyah. Ariani; Zulhawati, Zulhawati. 2023. Manajemen Destinasi Pariwisata.Indonesia. PT Sonpedia Publingsing Indonesia.

Selvia, Novitri. 2025. Tol Berfungsi, Ganti Rugi tak Terealisasi: Zulia Mentawai Menuntut Hak di Pengadilan. https://padek.jawapos.com/sumbar/2366185337/tol- berfungsi-ganti-rugi-tak-terealisasi-zulia-mentawai-menuntut-hak-di-pengadilan

sumbar.bpk.go.id.   2024.    Mangkrak    Lantaran   Tak    Punya   Anggaran,   Proyek Infrastruktur                             Strategis        Sumbar        Butuh       Uluran       Tangan        Pusat https://sumbar.bpk.go.id/mangkrak-lantaran-tak-punya-anggaran-proyek- infrastruktur-strategis-sumbar-butuh-uluran-tangan-pusat/

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses