Andini Noer Rachmawati adalah mahasiswa FKIP unsur Prodi Pendidikan PPKN, dia lahir di Cianjur 02 april 2001, sekarang berusia 22 tahun. Ia mulai belajar di bangku Sekolah Dasar di SD Negeri Sindang Jaya Cianjur yang kebetulan di dekat rumah masuk sekolah pada tahun 2007 dan tamat pada tahun 2013.
Pada masa sekolah dasar, grafik prestasi Dini selalu meningkat rangking 3, 2 dan 1 dan alhamdulilah seringnya mendapatkan rangking 1. Alhamdulillah, prestasi itu setidaknya bisa membuat orang tua saya bangga.
Tidak hanya prestasi akademik saja Dini pun aktif mengikuti lomba seperti lomba Aksara Sunda, Dini mengatakan selalu berlatih setelah pulang sekolah bersama guru dan alhamdulilah Dini mendapat juara 1 lomba Aksara Sunda.
Dengan nilai memuaskan Dini melanjutkan sekolah di SMP Negeri 4 Cianjur yang termasuk sekolah favorit di Cianjur.
Dini masuk SMP pada tahun 2013 dan tamat pada 2016. Dini pun masih bisa memperatahankan prestasinya dengan konsisten di rangking 3 besar selama di SMP.
Dini mengatakan pada saat berangkat sekolah harus berangkat subuh karena jarak rumah dan sekolahnya cukup jauh, dan angkot pun jarang kalau pun ada suka penuh angkotnya.
Dini melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu di SMAN 1 Cianjur, masuk 2016 dan tamat 2019 di kelas 12 Dini rangking 3 dan Dini pada saat SMA mengikuti tes SNMPTN masuk dalam kandidat namun tidak masuk dan bingung pilih jurusan yang dini mau.
Dini mau masuk jurusan yang peminatnya sedikit terus tidak diminati oleh siswa yang rangking paralel samapi tiap hari bolak-balik BK untuk konsultasi.
Pada akhirnya Dini memilih UPI Jurusan Sosiologi dan Bahasa Sunda dan hasilnya nihil. SBMPTN mencoba di UPI jurusan PGSD di UIN Bandung ngambil jurusan PGPAUD pun tidak masuk.
Dini dapat jalur undangan dari UNISBA Jurusan PGPAUD namun tidak diambil karena tidak diberi izin orang tua.
Orang tua pun memberikan pilihan mau pesantren terlebih dahulu selama satu tahun atau langsung kuliah dan pada akhirnya kuliah di unsur.
Dengan pilihan 5 prodi, Dini mengatakan jika mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dia tidak menguasai sastra, pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi.
Dia tidak bisa olahraga, pendidikan matematika tidak bisa menghitung, Pendidikan Bahasa Inggris apalagi tidak menguasai bahasa Inggris dan akhirnya tersisa satu prodi yaitu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Dini sempat merasa malu pada saat awal-awal masuk kuliah karena melihat teman sebayanya bisa masuk PTN yang dicita-citakan dan Dini hanya bisa kuliah di Cianjur dan tidak di PTN namun PTS.
Seiring berjalannya waktu dini bisa menerima kuliah di unsur, dengan mengikuti organisasi, mengenal banyak teman.
Ternyata kuliah di kota sendiri tidak seburuk itu. Bahkan Dini melihat temannya yang kuliah di luar ternyata mereka hanya sekedar kuliah tidak aktif organisasi.
Alhamdulilahnya Dini masih bisa ikut organisasi. Banyak teman Dini pun ketika memutuskan kuliah di luar kota mereka terbawa dengan pergaulan bebas, cara berpakaian dan lain sebagainya.
Mungkin ini sudah menjadi alur hidup Dini harus kuliah di Cianjur. Ada satu fase dimana Ayah Dini sakit dan membuat perekonomian keluarga pun tidak stabil yang menjadi alasan kuat dini tidak kuliah di luar kota.
Ia pun sempat mengikuti program kampus mengajar dan dinyatakan lolos namun tidak diambil karena tempatnya jauh yaitu di Cianjur Selatan namun Dini cukup bangga karena bisa bersaing dengan mahasiswa di seluruh Indonesia itu suatu kebanggaan tersendiri untuk Dini.
Alhamdulilahnya Dini pun dapat mencapai IP 4,0. Ia pun mengatakan sebenarnya kuliah dimana pun itu sama saja bagaimana kitanya, niatnya benar kuliah pasti semuanya akan dipermudah.
Ia mengatakan pendidikan itu penting karena akan menjadi bekal untuk kehidupan dan bisa membedakan mana yang baik dan buruk, serta mendapatkan ilmu yang banyak yang tentunya harus menempuh proses yang cukup panjang demi mendapatkan sebuah gelar.
Motto hidup Dini “jangan pernah menyerah dan jangan putus asa. Ia mengatakan teruntuk orang yang mudah putus asa kegagalan itu sebenernya keberhasilan yang tertunda masih ada bidang lain yang belum kita coba dan mungkin akan lebih berhasil daripada bidang yang gagal itu.
Jangan pernah merasa ketika gagal dunia berhenti disitu, tidak karena dunia terus maju. Jadi jangan sampai kamu berhenti di satu moment itu sementara kamu mengabaikan moment yang mungkin cocok buat kamu.
Mimpi Dini yang sudah terwujud ngecamp di bukit viewnya city light dan ketemu iqbal coboy junior kemudian mimpi Dini yang di masa datang yaitu menjadi istri orang kaya yang nantinya akan mengajar di desa terpencil dan tidak memperhitungkan berapa gajinya dengan niat ikhlas mengabdi di sekolah tersebut.
Penulis: Gina Ismiati
Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Suryakancana Cianjur
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














