Menghadapi Burnout: Mengenali Tanda-tanda dan Mencari Solusi

Burnout
Ilustrasi Burnout (Sumber: Penulis)

Apakah kamu tau apa itu “burnout”? Burnout adalah kondisi di mana ketika seseorang merasa kelelahan dan tidak mampu memenuhi tuntutan yang terus meningkat karena stres yang berlebihan dan berkepanjangan.

Kondisi ini dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang, seperti kesehatan fisik, kesejahteraan emosional, dan produktivitas dalam kehidupannya. Di dalam artikel ini akan membahas tanda-tanda burnout dan solusi untuk mengatasi dan mencegahnya.

Tanda-Tanda Burnout

1. Kelelahan Fisik dan Emosional

Seseorang yang mengalami burnout sering merasa lelah secara fisik dan emosional. Mereka mungkin merasa kurang energi, letih, dan sulit tidur.

Bacaan Lainnya
DONASI

Studi dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa kelelahan yang berkepanjangan adalah salah satu gejala utama burnout. Penelitian ini menemukan bahwa seseorang yang mengalami burnout memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan fisik, seperti penyakit jantung dan diabetes .

2. Kinerja Menurun

Seseorang yang mengalami burnout dapat mengalami penurunan kinerja dan produktivitas, merasa kurang termotivasi, kesulitan berkonsentrasi, dan sering membuat kesalahan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology menemukan bahwa lelah berhubungan erat dengan kinerja kerja yang lebih buruk dan komitmen yang lebih rendah pada pekerjaan.

3. Sinisme dan Detasemen

Orang yang menglami burnout seringkali menjadi sinis dan tidak tertarik pada pekerjaan mereka. Mereka mungkin merasa terisolasi dari orang-orang disekitar mereka dan kehilangan semangat untuk mencapai tujuan pribadi mereka.

Asosiasi Psikologi Amerika menyatakan bahwa sinisme dan detasemen adalah tanda-tanda utama kelelahan, yang dapat menyebabkan penurunan keterlibatan dan kepuasan di tempat kerja.

4. Masalah dengan Kesehatan Fisik

Burnout dapat muncul melalui berbagai masalah kesehatan fisik, seperti sakit kepala, masalah pencernaan, dan masalah tidur.

Menurut National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), burnout dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik, yang dapat memperburuk kondisi medis sebelumnya.

Baca juga: Pengendalian Stres dan Kelelahan dalam Keluarga terhadap Tumbuh Kembang Balita

Solusi untuk Mengatasi Burnout

1. Mengenali dan Menerima

Menerima kenyataan bahwa Anda mengalami kelelahan adalah langkah pertama dalam mengatasi kelelahan. Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan mengabaikan atau menolaknya. Cara mengatasinya yaitu catat gejala Anda dan bicarakan dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental.

2. Mengelola Waktu dan Prioritas

Pengaturan prioritas dan manajemen waktu yang efektif dapat membantu mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan. Cara mengatasinya yaitu membuat daftar tugas, menetapkan tenggat waktu untuk setiap tugas, dan menentukan tugas mana yang paling penting untuk diselesaikan terlebih dahulu.

3. Istirahat yang Cukup

Untuk pemulihan energi dan keseimbangan mental, diperlukan istirahat yang cukup. Cara mengatasinya yaitu jadwalkan waktu istirahat rutin selama hari sibuk anda dan pastikan anda tidur cukup setiap malam. Jika diperlukan, pertimbangkan untuk mengambil libur untuk meremajakan diri.

4. Mempraktikkan Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan pernapasan dalam dapat membantu Anda merasa lebih baik secara emosional dan fisik. Cara mengatasinya yaitu luangkan waktu setiap hari untuk berlatih teknik ini. Ada banyak aplikasi dan sumber daya online yang dapat anda gunakan untuk memulai.

5. Mencari Dukungan Sosial

Rasa nyaman dan bantuan emosional dapat diberikan oleh dukungan dari teman, keluarga, dan orang-orang sekitar. Cara mengatasinya yaitu jangan ragu untuk berbicara tentang perasaan Anda dengan orang-orang terdekat Anda. Bergabung dengan komunitas atau kelompok dukungan juga bisa sangat membantu.

6. Melibatkan Diri dalam Aktivitas yang Menyenangkan

Anda dapat menenangkan diri dan menghilangkan stres dengan berpartisipasi dalam aktivitas yang anda sukai. Cara mengatasinya yaitu temukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai dan jadwalkan waktu secara teratur untuk melakukannya. Anda dapat melakukan hal-hal seperti membaca, berolahraga, atau pergi ke kelas seni.

7. Konsultasi pada Seseorang yang Profesional dalam Kesehatan Mental

Bantuan profesional sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut jika burnout sudah sangat parah. Cara mengatasinya yaitu mencari seorang psikolog, terapis, atau konselor yang dapat menawarkan metode koping yang lebih spesifik dan personal.

Mengenali tanda-tanda burnout dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Dengan manajemen waktu yang baik, istirahat yang cukup, teknik relaksasi, dukungan sosial, dan bantuan profesional jika diperlukan, seseorang dapat pulih dari burnout dan mencegahnya terjadi lagi di masa depan. Jangan pernah ragu untuk mencari bantuan dan dukungan, karena kesehatan mental anda adalah prioritas utama.

 

Penulis: Ghefira Thahirah Cahyadi
Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.