Magang riset merupakan implementasi dari salah satu program MBKM yang telah dirancang dan diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui program magang ini, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung dalam dunia penelitian.
Program magang riset ini dilaksanakan di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie, sebuah kawasan strategis yang menjadi pusat berbagai aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi nasional. Dalam pelaksanaan magang riset dilakukan selama 4 bulan yang dimulai pada tanggal 05 Januari 2026 hingga 05 Mei 2026.
Magang riset yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur program studi fisika yakni Rahma Alya Hidayah dengan NPM 23037010013 yang bimbingan langsung oleh dosen pembimbing di kampus yakni bapak Dr. Nailul Hasan S. Si dan Dr. Nur Aini Fauziyah, S. Pd., M. Si sebagai dosen yang mengarahkan selama magang riset.
Selama kegiatan magang di lapangan, mahasiswa dibimbing secara langsung oleh dosen pembimbing lapangan yakni ibu Dr. Deril Ristiani yang berperan dalam mengarahkan fokus penelitian, memastikan kesesuaian metodologi dan mencakup diskusi secara akademik.
Bagi banyak mahasiswa, riset sering kali terlihat sebagai sesuatu yang jauh dan rumit, serta identik dengan laboratorium, alat-alat canggih, dan istilah ilmiah lainnya. Namun, ketika mendapatkan kesempatan untuk magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pandangan mengenai dunia penelitian berubah secara signifikan.
Riset ternyata bukan hanya soal teori dan eksperimen, tetapi juga tentang proses belajar, ketelitian, kerja sama dan tanggung jawab. Awal memasuki lingkungan laboratorium riset nasional tentu terasa berbeda dibandingkan dengan praktikum di kampus.
Dengan suasana yang lebih terstuktur, prosedurnya lebih ketat dan setiap langkah yang harus mengikuti standar operasional yang jelas, sehingga tidak dapat bekerja secara sembarangan. Dalam lingkungan riset profesional, kedisiplinan termasuk hal utama. Dimulai dari penggunaan alat pelindung diri, cara menimbang bahan, hingga pencatatan data yang semuanya perlu dilakukan secara hati-hati.
Dalam program magang riset, mahasiswa terlibat dalam penelitian di bidang material maju, khususnya pengembangan reduced graphene oxide (rGO) dengan berbasis biomassa yang dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang.
Bidang material maju memiliki relevansi tinggi terhadap pengembangan teknologi energi dan perangkat fungsional, sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya biomassa sebagai bahan baku karbon. Pemanfaatan biomassa sebagai sumber karbon menunjukkan pendekatan inovatif dalam meningkatkan nilai tambah limbah organik menjadi material fungsional berteknologi tinggi.

Dalam proses sintesis, mahasiswa mempelajari pentingnya pengendalian parameter eksperimental, seperti suhu, durasi pemanasan, serta kecepatan pengadukan. Setiap variabel berpengaruh langsung terhadap struktur dan sifat akhir material.
Sintesis bukan sekadar mencampurkan bahan, tetapi juga merancang kondisi yang memungkinkan terbentuknya karakteristik material tertentu. Mahasiswa belajar bahwa teori yang selama ini dipelajari di dalam kelas mengenai sifat material, interaksi partikel maupun perubahan fase memiliki relevansi langsung dalam praktik laboratorium. Selain itu, pembelajaran yang paling mendasar selama magang yaitu pentingnya ketelitian.
Dalam penelitian eksperimental, kesalahan kecil dapat mempengaruhi hasil secara signifikan. Selisih kecil dalam massa bahan atau ketidaktepatan pengaruh suhu dapat mengubah karakteristik akhir material.
Dalam praktiknya, tidak semua eksperimen berjalan dengan lancar. Ada kalanya hasil tidak sesuai dengan ekspetasi, misalnya sampel kurang homogen.
Dalam situasi tersebut, tidak dapat dianggap sebagai kegagalam melainkan sebagai kesempatan untuk belajar. Mahasiswa juga diajak untuk mengevaluasi prosedur, mengidentifikasi metode ataupun bahan yang digunan dan melakukan percobaan ulang dengan perbaikan tertentu.
Magang memperlihatkan secara nyata hubungan antara teori akademik dengan praktik laboratorium. Konsep-konsep yang sebelumnya dipelajari secara konseptual menjadi lebih bermakna ketika diterapkan dalam eksperimen.
Menjadi bagian dari riset di melalui program magang di BRIN merupakan pengalaman yang berharga. Dari sintesis sampel hingga karakterisasi material, setiap tahapan memberikan pembelajaran yang membentuk pola pikir ilmiah yang sistematis dan bertanggung jawab. Magang ini menegaskan bahwa riset merupakan proses panjang yang membutuhkan ketelitan.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk melangkah lebih jauh dalam dunia akademik maupun profesional, serta menjadikan pembelajaran bahwa ilmu tidak lagi berhenti pada definisi dan rumus, tetapi hadir sebagai alat untuk memahami fenomena nyata.
Selain itu, kegiatan magang riset juga memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang direncanakan oleh United Nations melalui program Sustainable Development Goals.
Dalam konteks Goal 1: No Poverty, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian berpotensi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang tidak langsung memberikan kontribusi terhadap pengurangan kemiskinan dan peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat juga semakin besar.
Pada Goal 2: Zero Hunger, kemajuan ilmu material dapat mendukung pengembangan teknologi yang bermanfaat bagi sektor pertanian sehingga dapat meningkatkan upaya ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Pada Goal 3: Good Health and Well-being, pengembangan material maju yang memiliki potensi dalam bidang kesehatan, seperti teknologi sensor, perangkat medis atau material fungsional yang mendukung pengembangan alat diagnostik.
Pada Goal 4: Quality Education, adanya program magang riset termasuk implementasi pendidikan berbasis pengalaman yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan penelitian profesional, mengembangkan keterampilan praktis, analisis, serta pola pikir ilmiah yang sistematis.
Pada Goal 5: Gender Equality, keterlibatan mahasiswa perempuan maupun laki-laki dalam kegiatan riset menunjukkan kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan harus diberikan secara setara yang mencerminkan pentingnya kesetaraan dalam dunia akademik dan ilmiah.
Pada Goal 6: Clean Water and Sanitation, Riset material berbasis karbon seperti Reduced Graphene Oxide memiliki potensi dalam mendukung teknologi pengolahan air yang lebih efisien di masa depan.
Pada Goal 7: Affordable and Clean Energy, penelitian mengenai material karbon dan material fungsional lainnya memiliki relevansi yang kuat dengan pengembangan teknologi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pada Goal 8: Decent Work and Economic Growth, adanya penelitian dan inovasi teknologi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat menciptakan peluang kerja yang lebih berkualitas bagi generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang sains dan teknologi.
Pada Goal 9: Industry, Innovation and Infrastructure, yang menekankan pentingnya inovasi dan infrastruktur ilmiah yang menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovvasi yang mendukung perkembangan industri berbasis teknologi.
Pada Goal 10: Reduced Inequalities, membuka akses penelitian bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang yang mendukung untuk mengurangi kesenjangan akses terhadap fasilitas penelitian serta memperluas peluang pengembangan akademik bagi mahasiswa.
Pada Goal 11: Sustainable Cities and Communities, dengan pengembangan teknologi material yang lebih efisien dan berkelanjutan dapat mendukung pengembangan kota yang lebih berkelanjutan dalam berbagai sistem, seperti sistem energi, sensor lingkungan, maupun material bangunan fungsional.
Pada Goal 12: Responsible Consumption and Production, memanfaatkan limbah organik yang kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi material bernilai tinggi yang menunjukkan pendekatan yang lebih bertanggung jawab dalam penggunaan sumber daya.
Pada Goal 13: Climate Action, inovasi teknologi yang berpotensi mendukung pengembangan energi bersih dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Pada Goal 14: Life below Water, teknologi material yang dapat digunakan dalam sistem pengolahan limbah dan pemurnian air mendukung perlindungan ekosistem laut.
Pada Goal 15: Life on Land, pemanfaatan sumber daya biomassa secara berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan sumber daya hayati secara lebih bijaksana.
Pada Goal 16: Peace, Justice and Strong Institutions, kegiatan penelitian yang dilaksanakan di lembaga ilmiah nasional juga mencerminkan peran institusi yang kuat dan kredibel.
Sedangkan, pada Goal 17: Partnerships for the Goals yang menekankan pentingnya kemitraan dalam pengembangan ilmu pengetahuan inovasi, serta pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Keberlanjutan Lingkungan: Strategi Bisnis dan Keniscayaan Dunia Usaha Indonesia
Dengan demikian, kegiatan magang riset ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pendidikan tinggi, tetapi juga mencerminkan kontribusi pendidikan dan penelitian dalam mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Mahasiswa merasakan bahwa kesempatan magang ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan pengalaman pembelajaran yang sangat bermakna dengan keterlibatan langsung dalam proses sintesis material.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing lapangan ibu Dr. Deril Ristiani selama mahasiswa melaksanakan kegiatan magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional di Kawasan Sains dan Teknologi BJ Habibie dalam bidang material maju atas bimbingan, arahan, serta kesempatan yang telah diberikan.
Dukungan, kepercayaan dan lingkungan ilmiah yang kondusif selama program magang menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik dan profesional ke depan.
Penulis: Rahma Alya Hidayah
Mahasiswa Fisika, UPN Veteran Jawa Timur
Dosen Pengampu: Dr. Nailul Hasan, S. Si dan Dr. Nur Aini Fauziyah, S. Pd., M. Si
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













