Unlocking Market Dominance: Menggali Strategi Bisnis Tahu Bandung Raos 1 melalui Analisis SWOT, BMC, dan Five Forces Porter

Bisnis
Bisnis Tahu Bandung Raos 1.

Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam dan lahan pertanian yang luas, dikenal sebagai negara agraris yang subur. Salah satu komoditas penting dalam sektor pertanian Indonesia adalah kedelai, yang menempati posisi ketiga setelah padi dan jagung.

Kedelai tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang signifikan tetapi juga menjadi bahan dasar berbagai makanan khas di seluruh Indonesia, seperti tahu. Data proyeksi menunjukkan adanya penurunan luas panen, produktivitas, dan produksi kedelai di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2024, yang mengindikasikan perlunya perhatian khusus terhadap komoditas ini untuk memastikan keberlanjutan pangan dan nilai ekonomisnya.

Salah satu produk olahan kedelai yang paling populer di Indonesia adalah tahu. Konsumsi tahu per kapita di Indonesia menunjukkan tren yang berfluktuasi, yang menandakan pentingnya ketersediaan produk tahu yang stabil untuk memenuhi permintaan pasar yang sulit diprediksi. Dalam konteks ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam memperkuat produksi tahu. Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menunjukkan pertumbuhan signifikan jumlah UMKM, yang mencapai 8,71 juta unit pada tahun 2022, mencerminkan potensi besar UMKM dalam mendukung sektor ini.

Bacaan Lainnya
DONASI

Salah satu contoh UMKM yang berkecimpung dalam industri tahu adalah Pabrik Tahu Bandung Raos 1, yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pabrik ini merupakan cabang kedua dari pabrik milik Hj. Okim yang telah beroperasi sejak tahun 2003. Setiap harinya, pabrik ini memproduksi tahu sebanyak 2.160 buah yang dijual dengan harga 60 ribu rupiah per papan. Merek dagang Tahu Cap Jempol dikenal oleh masyarakat karena kualitasnya yang tinggi dan penggunaan bahan alami seperti kunyit asli tanpa pengawet.

Namun, keberlangsungan Pabrik Tahu Bandung Raos 1 juga tidak lepas dari adanya tantangan bisnis, seperti kenaikan biaya produksi, perubahan pasar, dan persaingan yang ketat. Untuk mengatasi tantangan ini, penting bagi UMKM seperti Pabrik Tahu Bandung Raos 1 untuk mengadopsi strategi pemasaran yang efektif, inovatif, dan berbasis teknologi. Melalui analisis mendalam menggunakan berbagai metode seperti SWOT, BMC, dan Five Forces Porter, dapat ditemukan alternatif strategi bisnis yang dapat membantu pabrik ini dalam meningkatkan volume penjualan dan mengembangkan usahanya.

Dengan pendekatan yang tepat, Pabrik Tahu Bandung Raos yang telah lama berkecimpung dalam industri tahu selama lebih dari dua dekade ini dikenal dengan produk tahunya yang berkualitas tinggi, yang dibuat dengan bahan-bahan terbaik dan proses produksi yang higienis. Tidak hanya mengutamakan kualitas, Pabrik Tahu Bandung Raos juga menawarkan harga yang terjangkau, sehingga menarik berbagai segmen pasar, terutama yang sensitif terhadap harga. Selain itu, Pabrik Tahu Bandung Raos 1 tidak hanya dapat bertahan dalam persaingan pasar, tetapi juga terus mengalami perkembangan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal dan memenuhi kebutuhan konsumsi tahu masyarakat Indonesia.

Analisis Strategi Bisnis dengan SWOT

Dalam upaya mempertahankan bisnis yang berkelanjutan, Pabrik Tahu Bandung Raos dapat melakukan analisis strategi usaha dengan menggunakan SWOT secara komprehensif. Analisis ini membantu pemilik usaha untuk memahami posisi di industri, mengidentifikasi area untuk perbaikan, dan merancang strategi yang lebih efektif untuk mencapai tujuan bisnis.

Melihat kondisi usaha yang terus berlanjut, Pabrik Tahu Bandung Raos memiliki tenaga kerja yang cukup terampil dan potensial untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan inovasi. Tidak hanya dikenal dengan rasanya yang berkualitas dan alami, Pabrik Tahu Bandung Raos juga menawarkan harga yang terjangkau di saku masyarakat. Hal tersebut juga tidak lepas dari pengalaman pemilik yang telah berkecimpung di industri pabrik tahu selama lebih dari 20 tahun.

Baca Juga: Implementasi Strategi UMKM Kebuli Abuya Menggunakan SWOT-BMC

Dibalik kekuatan usaha yang dimiliki, Pabrik Tahu Bandung Raos juga menghadapi beberapa tantangan. Lokasi pabrik yang berada di Jl. Pasar Dramaga, Dramaga, Kabupaten Bogor, dinilai kurang strategis sehingga mengurangi visibilitas dan aksesibilitas bagi pelanggan. Desain kemasan yang kurang menarik dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap kualitas produk, dan strategi pemasaran yang hanya mengandalkan dari mulut ke mulut membatasi jangkauan audiens. Selain itu, modal usaha yang terbatas membatasi kemampuan perusahaan untuk berinvestasi dalam teknologi baru dan memperluas kapasitas produksi.

Di sisi lain, Pabrik Tahu Bandung Raos memiliki banyak peluang di masa depan. Menawarkan berbagai macam produk tahu dapat menarik segmen pasar yang berbeda dan meningkatkan penjualan. Tahu adalah makanan yang banyak digemari oleh berbagai kelompok usia dan latar belakang, menjadikannya produk dengan target pasar yang luas. Kemajuan teknologi juga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan strategi pemasaran. Namun, perusahaan juga harus mewaspadai ancaman seperti fluktuasi harga kedelai yang dapat meningkatkan biaya produksi, pertumbuhan jumlah produsen tahu yang meningkatkan persaingan di pasar, dan persaingan harga yang ketat yang menekan margin keuntungan.

Berdasarkan analisis matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (External Factor Evaluation), Pabrik Tahu Bandung Raos berada pada posisi kuadran IV (Kuat-Sedang). Ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan internal yang baik, namun berada dalam lingkungan eksternal yang sedang. Untuk meningkatkan kinerja keseluruhan, strategi yang dianjurkan adalah memperkuat posisi internal sambil memanfaatkan peluang yang ada.

Baca Juga: Mengintip Kedai Kopi di Kota Denpasar Lewat BMC dan SWOT Analysis

Beberapa rekomendasi strategis termasuk mencari lokasi yang lebih strategis atau meningkatkan distribusi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, mengembangkan desain kemasan yang lebih menarik, meningkatkan strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial, serta mencari sumber pendanaan tambahan untuk berinvestasi dalam teknologi baru dan memperluas kapasitas produksi. Dengan langkah-langkah strategis ini, Pabrik Tahu Bandung Raos dapat terus berkembang dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di industri tahu.

Baca Juga: Analisis Strategi Bisnis pada UMKM XYZ Menggunakan Metode SWOT dan Lean Canvas

Pemetaan Bisnis dengan Business Model Canvas

Untuk menggambarkan, menilai, dan mengoptimalkan model bisnisnya, Pabrik Tahu Bandung Raos dapat menggunakan kerangka Business Model Canvas (BMC). BMC ini mencakup sembilan elemen utama: segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya kunci, aktivitas kunci, mitra kunci, dan struktur biaya.

Analisis BMC ini menunjukkan beberapa kekuatan utama yang dimiliki oleh Pabrik Tahu Bandung Raos. Dengan jumlah kekuatan sebesar 31 poin dibandingkan kelemahan yang hanya 15 poin, terlihat jelas bahwa perusahaan ini memiliki banyak aspek positif. Misalnya, segmen pelanggan dan saluran distribusi memiliki skor positif yang baik, masing-masing sebesar 4.0 dan 8.0, yang menunjukkan efektivitas dalam menjangkau pelanggan. Selain itu, aliran pendapatan dan hubungan pelanggan juga menunjukkan kekuatan yang signifikan dengan skor positif masing-masing sebesar 10.0 dan 1.0.

Baca Juga: Analisis Strategi Pengembangan UKM Es Teh Indonesia dengan Pendekatan Analisis SWOT dan Model Strategi Generik Porter

Berikut ini merupakan tabel yang merangkum jumlah kekuatan dan kelemahan yang diidentifikasi dalam setiap elemen BMC dari Pabrik Tahu Bandung Raos. Tabel ini juga memberikan skor total untuk masing-masing elemen, yang mencerminkan dampak keseluruhan dari kelemahan (weaknesses) dan kekuatan (strengths) tersebut terhadap bisnis.

Dari hasil tersebut kemudian dimasukan ke dalam kerangka BMC pada masing-masing elemennya. Pada setiap elemen terdapat perbandingan total score dengan maximum score yang didapatkan.

Namun, analisis ini juga mengungkap beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Proposisi nilai mendapat skor negatif sebesar -11.0, menunjukkan bahwa ada ruang untuk perbaikan dalam menawarkan nilai kepada pelanggan. Aktivitas kunci juga menunjukkan kelemahan dengan skor -5.0, yang merupakan ancaman serius bagi kinerja keseluruhan dan perlu segera diatasi.

Baca Juga: Analisis SWOT Implementasi Posyandu Prima di Indonesia

Dari sisi eksternal, Pabrik Tahu Bandung Raos memiliki lebih banyak peluang daripada ancaman. Terdapat 29 peluang yang diidentifikasi dibandingkan dengan 17 ancaman. Peluang yang menonjol termasuk segmen pelanggan dan proposisi nilai, dengan skor masing-masing sebesar 5.0 dan 10.0, menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan jangkauan pasar dan menawarkan nilai yang lebih baik kepada pelanggan. Namun, ada juga beberapa ancaman yang perlu diwaspadai, terutama dalam aktivitas kunci yang mendapatkan skor -5.0.

Berikut ini merupakan tabel yang merangkum jumlah ancaman (threats) dan peluang (opportunities) yang diidentifikasi dalam setiap elemen BMC dari Pabrik Tahu Bandung Raos. Tabel ini juga memberikan skor total untuk masing-masing elemen, yang mencerminkan dampak keseluruhan dari ancaman (threats) dan peluang (opportunities) tersebut terhadap bisnis.

Baca Juga: Omzet Ratusan Juta Per Bulan: Strategi Sukses UKM Susu Mbok Darmi Menggunakan Lean Canvas

Dari hasil tersebut kemudian dimasukan ke dalam kerangka BMC pada masing-masing elemennya. Pada setiap elemen terdapat perbandingan total score dengan maximum score yang didapatkan.

Secara keseluruhan, hasil analisis BMC menunjukkan bahwa Pabrik Tahu Bandung Raos berada dalam posisi yang cukup baik dengan skor umum sebesar 74.0. Kekuatan dan peluang yang ada memberikan fondasi yang kuat bagi pabrik untuk terus berkembang dan memperbaiki aspek-aspek yang masih lemah. Dengan strategi yang tepat, Pabrik Tahu Bandung Raos dapat meningkatkan kinerjanya dan mencapai kesuksesan yang lebih besar di masa depan.

Baca Juga: Mengukir Kesuksesan di Dunia Kuliner pada UKM Bebek Goreng

Analisis Industri dengan Five Forces Porter

Untuk memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi dalam industri ini, kita dapat menggunakan analisis Five Forces Porter yang meliputi ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, ancaman produk pengganti, dan persaingan antar pesaing.

Ancaman dari pendatang baru dalam industri tahu sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting. Produsen tahu yang sudah mapan, seperti Pabrik Tahu Bandung Raos, memiliki keunggulan dalam skala ekonomi dan efisiensi operasional yang sulit diimbangi oleh pendatang baru. Selain itu, akses konsisten terhadap bahan baku berkualitas tinggi seperti kedelai merupakan tantangan besar bagi pendatang baru. Mereka harus berinvestasi besar dalam infrastruktur dan peralatan produksi. Inovasi produk dan diferensiasi merek menjadi kunci bagi pendatang baru untuk menarik konsumen. Namun, regulasi ketat dan respons kompetitif dari pemain lama bisa menjadi hambatan serius.

Pabrik Tahu Bandung Raos sangat bergantung pada pemasok kedelai lokal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peningkatan produksi kedelai di daerah ini membawa dampak positif dengan menurunkan kekuatan tawar pemasok. Namun, jika jumlah pemasok kedelai menjadi terbatas atau harga impor kedelai meningkat, hal ini bisa mengancam produktivitas pabrik. Diversifikasi pemasok bahan baku kedelai menjadi penting untuk mengatasi fluktuasi harga dan pasokan yang bisa mempengaruhi bisnis.

Daya tawar pembeli Pabrik Tahu Bandung Raos bervariasi tergantung pada segmen konsumennya. Konsumen rumah tangga memiliki daya tawar rendah karena peningkatan jumlah pembeli dan produksi UMKM. Namun, pembeli besar seperti rumah makan dan pedagang eceran memiliki daya tawar yang lebih tinggi karena volume pembelian yang besar. Pabrik tetap harus waspada terhadap perubahan kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi daya tawar pembeli, seperti yang terjadi saat pandemi COVID-19.

Selain pesaing dari produsen tahu lainnya, Pabrik Tahu Bandung Raos juga menghadapi ancaman dari produk pengganti seperti tempe dan ikan pindang. Meskipun begitu, penjualan tahu tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi penjualan tempe dan ikan pindang. Semua produk ini memiliki kelemahan yang sama dalam hal daya tahan jika tidak disimpan dengan benar. Faktor harga juga tidak terlalu mempengaruhi penjualan tahu, karena produk ini telah memiliki pasar yang stabil.

Baca Juga: Membongkar Strategi Jitu yang Perlu dilakukan Sido Muncul dalam Menaklukkan Pasar Jamu

Persaingan di industri tahu sangat ketat dengan banyaknya produsen tahu berskala rumah tangga hingga industri besar di Kabupaten Bogor. Pabrik Tahu Bandung Raos menghadapi persaingan dari pabrik-pabrik tahu lain seperti yang berlokasi di Citeureup. Namun, Pabrik Tahu Bandung Raos tidak terpengaruh oleh strategi harga yang lebih murah dari pesaing. Mereka tetap mempertahankan harga dan kualitas produknya yang telah diakui oleh pelanggan setia. Kualitas produk dan kepercayaan konsumen menjadi kunci ekspansi pasar yang efektif, terbukti dengan keberadaan dua cabang pabrik tahu yang dikelola.

Dengan memahami dan mengelola Five Forces Porter, Pabrik Tahu Bandung Raos dapat mempertahankan posisinya di pasar dan terus berkembang meskipun menghadapi berbagai tantangan industri. Secara keseluruhan, Pabrik Tahu Bandung Raos memiliki pondasi yang kuat untuk terus berkembang dan meningkatkan kinerja bisnisnya. Dengan pendekatan yang strategis dan komprehensif, pabrik ini dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar di masa depan.

Penulis:
1. Fernando Sembiring
2. Isma Rachimah
3. Prity Nur Aisah
4. Sayid Akmal Bashori
5. Sholehatul Mokharomah

Mahasiswa Manajemen IPB University

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

DAFTAR PUSTAKA

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2024. Rata-Rata Konsumsi per Kapita Seminggu Beberapa Macam Bahan Makanan Penting, 2007-2023. Diakses pada 28 Mei 2024 melalui https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/OTUwIzE=/ rata-rata-konsumsi-per-kapita-seminggu-beberapa-macam-bahan-makanan-penting–2007-2022.html.

David FR, David RF. 2016. Strategic Management: A Competitive Advantage Approach, Concepts. Ed ke-16. Pearson Education, 2016.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. 2023. Produksi Kedelai Berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Diakses pada 28 Mei 2024 melalui https://katalog.data.go.id/dataset/produksi-kedelai-berdasarkan-kabupaten-kota-di-jawa-barat.

Harahap et al. 2021. Strategi Pemasaran Keripik Singkong Cap Kelinci Industri Rumah Tangga di Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 45-55.

Hunger JD, Wheelen TL. 2003. Manajemen Strategis. Agung J, Penerjemah. Yogyakarta (ID): Penerbit Andi. Terjemahan dari: Strategic Management 5th Edition.

[Kemenperin] Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. 2023. IKI Januari 2023 Meningkat Tajam, Industri Optimis Tumbuh Lebih Tinggi di Tahun 2023. Diakses pada 28 Mei 2024 melalui https://kemenperin.go.id/artikel/ 23844/IKI-Januari-2023-Meningkat-Tajam,-Industri-Optimis-Tumbuh-Lebih-Tinggi-di-Tahun-2023.

Nugroho A. 2023. Pandangan Pakar UGM Tentang Kenaikan Harga Kedelai di Tengah Perekonomian Global dan Perubahan Iklim. Diakses pada 28 Mei 2024 melalui https://ugm.ac.id/id/berita/pandangan-pakar-ugm-tentang- kenaikan-harga-kedelai-di-tengah-perekonomian-global-dan-perubahan-iklim/.

Osterwalder A, Pigneur Y. 2010. Business Model Generation. Ed ke-17. Sihandrini N R, penerjemah; Mazda Y, editor. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo.

[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2020. Outlook Kedelai: Komoditas Pertanian Subsektor Tanaman Pangan. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Diakses melalui https://satudata.pertanian. go.id/assets/docs/publikasi/OUTLOOK_KEDELAI_2020.pdf.

Wheelen TL, Hunger JD. 2012. 13th Strategic Management and Business Policy Toward Global Sustainability. New Jersey: Pearson Education.

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI