Upaya Pencegahan Merokok pada Siswa Kelas 12 MIPA SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi

Pencegahan Merokok
Ilustrasi Pencegahan Merokok. (Source: Pixabay.com)

Abstrak

Kata kunci Merokok 

Pada kehidupan remaja saat ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat  tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif pada tubuh penghisapnya.

Sekarang ini kegiatan merokok  juga banyak dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan di depan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan adalah keadaan sejahtera badan,  jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan  ekonomi.

Bacaan Lainnya
DONASI

Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan  bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat. Berdasarkan PP No. 19 tahun 2003, diketahui bahwa rokok adalah hasil olahan tembakau dibungkus termasuk cerutu ataupun bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang 

Pada kehidupan remaja saat ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk  bagi perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat  yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif pada tubuh penghisapnya.

Sekarang ini kegiatan merokok juga banyak dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan di depan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.

Hal ini sebenarnya telah diketahui oleh remaja khususnya dan umumnya masyarakat dunia, bahwa merokok itu mengganggu kesehatan. Masalah rokok pada hakekatnya sudah menjadi masalah  nasional,bahkan internasional.

Merokok remaja yang dijadikan sebagai identitas dalam interaksi sosial remaja. Baik itu sebagai simbol kejantanan maupun pengakuan. Merokok yang pada  awalnya hanya dilakukan oleh laki-laki dewasa, saat ini sudah menjadi kewajaran  bagi kaum remaja. Dalam lingkungan masyarakat, merokok adalah tolak ukur  kedewasaan seseorang, Sehingga remaja mengikuti perilaku merokok.

Awal mula  remaja terpengaruh untuk merokok karena selain melihat dalam lingkungan  masyarakat terutama lakilaki yang merokok, ajakan teman untuk merokok juga  menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi remaja untuk merokok.

Masalah perilaku mengkonsumsi rokok tidak hanya terjadi pada kalangan dewasa akan tetapi sehubungan dengan berbagai pengaruh dan perilaku remaja karena pergaulan, maka pemuda atau remaja bahkan pelajar. Termasuk dalam hal ini para pelajar SMA Islam Al Azhar Summarecon Bekasi.

Dari kondisi itulah maka  dalam penelitian ini akan mengangkat topik dan masalah penelitian tentang  mencegah merokok pada pelajar di SMA Islam Al Azhar Summarecon Bekasi.

Penulis merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian ini karena kehidupan remaja  khususnya para pelajar SMA Islam Al Azhar Summarecon Bekasi sebagian besar  merokok.

1.2. Tujuan penelitian 

Tujuan dari penulisan karya tulis berjudul “Upaya Pencegahan Merokok pada Siswa Kelas XII MIPA SMAI Al-Azhar Summarecon Bekasi” yang akan dilakukan oleh penulis adalah untuk pengupayaan pencegahan kebiasaan merokok yang dijadikan sebagai identitas dalam interaksi sosial remaja pada siswa SMA Islam Al-Azhar  Summarecon Bekasi.

1.3. Rumusan masalah 

  1. Apa saja faktor siswa kelas XII MIPA SMAI Al-Azhar Summarecon Bekasi mulai merokok?
  2. Bagaimana upaya pencegahan siswa kelas XII MIPA SMAI Al-Azhar Summarecon Bekasi?

II. Kajian Pustaka

2.1  Landasan Teori 

2.1.1 Pengertian Kesehatan 

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Hal ini berarti kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tapi juga dapat diukur dari aspek  produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara  ekonomi. Menurut Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009, kesehatan  adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang  memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, sehat secara jasmani dan rohani. Kesehatan yang perlu diperhatikan selain kesehatan tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut, karena kesehatan gigi dan mulut  dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh (Malik, 2008). Menurut  Kwan dkk (dalam Sriyono, 2009), kesehatan mulut merupakan bagian fundamental kesehatan umum dan kesejahteraan hidup. Kesehatan gigi atau sekarang disebut  kesehatan mulut adalah kesejahteraan hormon mulut, termasuk gigi geligi dan struktur serta jaringan-jaringan pendukungnya berfungsi secara optimal.

Kesehatan itu mahal harganya sehingga tidak seorangpun ingin sakit. Tetapi,  seringkali penyakit datang dengan tiba-tiba hanya karena manusia lalai menjaga  kesehatan. Tanpa disadari, terkadang pola hidup sehari-hari dapat menyebabkan  seseorang jatuh sakit. Pola hidup sehat merupakan kebiasaan hidup yang berpegang  pada prinsip menjaga kesehatan. Menjalani pola hidup sehat merupakan pekerjaan  yang tidak mudah.

Berikut cara menjaga kesehatan:

1. Mengatur Makanan dan Pola Makan

Mengatur Makanan dan Pola Makan Diet berarti mengatur makan. Hal ini  mengandung makna bahwa makan harus seimbang dengan kebutuhan tenaga. Kalau seseorang bekerja dengan kebutuhan tenaga yang banyak, seperti tukang batu, pengayuh becak, atau seorang atlet berarti kebutuhan makan juga banyak.  Sebaliknya, seseorang yang bekerja di atas meja seperti sekretaris atau kepala  kantor yang memerlukan tenaga tidak banyak, maka makanan yang dibutuhkan juga  tidak banyak. Oleh karena itu, konsumsi makanan harus sesuai dengan kebutuhan  tenaga.

2. Berolahraga Teratur

Berolahraga Teratur Olahraga yang teratur adalah olahraga yang dilakukan  setiap dua hari sekali. Olahraga yang cocok dan mudah dilakukan oleh setiap orang  adalah olahraga aerobik, seperti jalan kaki, jogging, senam aerobik, berenang,  bersepeda atau permainan ringan, seperti tenes meja atau golf.

3. Mengatur Istirahat

Mengatur Istirahat Mengatur istirahat berarti mengatur antara bekerja dan  beristirahat. Tenaga manusia ada batasnya, kapan harus bekerja dan kapan harus  istirahat. Jika antara bekerja dan istirahat tidak seimbang, dapat menyebabkan  badan menjadi tidak nyaman dan bisa menimbulkan sakit. Istirahat bagi tubuh  diperlukan untuk memberikan kesempatan pada alatalat tubuh atau organ-organ  tubuh mengurangi pekerjaaanya secara faali sehingga tubuh dapat melakukan kerja  sehari-hari dengan baik. Istirahat yang baik adalah tidur selama 7-8 jam setiap hari.  Tidur sebaiknya dilakukan pada malam hari setelah seharian fisik bekerja.

Salah satu hal yang dapat mengganggu kesehatan adalah merokok. Rokok  merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya  kesehatan bagi individu dan masyarakat. Berdasarkan PP No. 19 tahun 2003,  diketahui bahwa rokok adalah hasil olahan tembakau dibungkus termasuk cerutu  ataupun bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana  rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar  dengan atau tanpa bahan tambahan. Rokok merupakan silinder dari kertas

berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan  diameter sekitar 10 mm yang berisi daun- daun tembakau yang telah dicacah. Rokok  dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat  dihirup lewat mulut pada ujung lain.

Prevalensi perokok pada usia anak sekolah dan remaja kian tahun semakin  mengalami peningkatan. Hal ini dapat terjadi karena usia remaja merupakan masa  transisi dan rentan, karena seorang individu akan mengalami banyak perubahan  baik itu perubahan psikis maupun fisik. Usia remaja memiliki rasa ingin tahu yang  tinggi serta memiliki gejolak emosi sehingga dapat lebih mudah melakukan  tindakan yang menyimpang dari aturan maupun norma sosial di kalangan  masyarakat, salah satunya perilaku merokok.

2.1.2 Pengertian Rokok 

Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat  mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat. Berdasarkan  PP No. 19 tahun 2003, diketahui bahwa rokok adalah hasil olahan tembakau  dibungkus termasuk cerutu ataupun bentuk lainnya yang dihasilkan dari  tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan spesies lainnya atau  sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan  tambahan. Rokok merupakan silinder dari kertas berukuran panjang antara 70  hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm  yang berisi daun- daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada  salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

Jenis-Jenis Rokok 

1. Rokok Berdasarkan Bahan Pembungkus.

Klobot : Rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.  Kawung : Rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.  Sigaret : Rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas

Cerutu :Rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.

2. Rokok Berdasarkan Bahan Baku atau Isi

Rokok Putih : Rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau  yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Rokok Kretek : Rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau  dan cengkeh yang di beri saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma  tertentu.

Rokok Klembak : Rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun  tembakau, cengkeh, dan menyan yang di beri saus untuk mendapatkan  efek rasa dan aroma tertentu.

3. Rokok Berdasarkan Proses Pembuatannya

Sigaret Kretek Tangan (SKT) : Rokok yang proses pembutannya dengan  cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan atau alat bantu  sederhana

Sigaret Kretek Mesin (SKM) : Rokok yang proses pembuatannya  menggunakan mesin. Material rokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat  rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok berupa rokok  batangan.

4. Rokok Berdasarkan Penggunaan Filter

Rokok Filter (RF) : Rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus

Rokok Non Filter (RNF) : Rokok yang pada bagian pangkalnya tidak  terdapat gabus

5. Rokok Berdasarkan Inovasi Dari Bentuk Rokok Konvensional Menjadi Rokok Modern.

Rokok Elektronik (Elecronic Nicotine Delivery Systems atau eCigarette) .  Rokok ini membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya masuk ke  paru-paru pemakai. Rokok elektronik diklaim sebagai rokok yang lebih

sehat dan ramah lingkungan daripada rokok biasa dan tidak menimbulkan  bau dan asap. Selain itu, rokok elektronik lebih hemat daripada rokok  biasa karena bisa diisi ulang

Kandungan Rokok

Rokok mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia dimana 60 diantaranya  bersifat karsinogenik. Sampai sekarang belum ada batas jumlah yang pasti  dengan terpaparnya asap rokok untuk menimbulkan penyakit. Tetapi dari  bukti yang ada, terpaparnya dengan asap rokok dalam waktu yang lama  akan meningkatkan resiko yang fatal untuk kesehatan. Lebih dari 85%  penderita kanker paru adalah perokok, berikut juga adanya hubungan  dengan penderita kanker mulut, faring, laring, esofagus, pankreas, serviks,  ginjal, ureter, kandung kemih dan kolon. Leukimia juga merupakan salah  satu penyakit yang dapat timbul akibat asap rokok.

Penyakit Akibat Merokok

  1. Kanker paru.
  2. Kanker kandung kemih
  3. Kanker payudara
  4. Kanker serviks
  5. Kanker kerongkongan
  6. Kanker pencernaan
  7. Kanker ginjal
  8. Kanker mulut
  9. Kanker tenggorokan
  10. Serangan jantung
  11. Penyakit jantung koroner (PJK).
  12. Aterosklerosis
  13. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  14. Impotensi

III. Metodologi Penelitian

3.1 Manfaat Penelitian 

Dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:

3.1.1 Bagi Siswa 

Dapat mencegah ketergantungan merokok.

3.1.2 Bagi Guru 

Dapat mencegah siswa mulai merokok.

3.1.3 Bagi Sekolah 

Dapat menjaga nama baik sekolah dengan mencegah siswa merokok di luar sekolah

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian 

`Waktu dan tempat dari penelitian ini dilakukan selama 2 hari yakni mulai tanggal 8 Februari 2023 hingga 10 Februari 2023 dan dikerjakan di sekolah.

3.3 Metode Penelitian 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  kuantitatif. Dengan memberikan pertanyaan. pengumpulan data  menggunakan media Google Form.

3.4 Tahap Penelitian 

 3.4.1 Tahap Pengumpulan Data 

Metode pengumpulan data secara kuantitatif yang digunakan penulis  dalam penilitian ini melalui sebagai berikut:

  1. Penulis membuat beberapa pertanyaan melalui google form mengenai pencegahan rokok kepada siswa kelas XII.
  2. Penulis memberikan google form pertanyaan tersebut kepada siswa kelas.
  3. Responden akan mengisi pertanyaan tersebut dengan jawaban yang telah di sediakan

3.4.2 Tahap Analisis dan Pembahasan 

Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode Analytical  Hierarcy Process (AHP) yang dilakukan secara kuantitatif, yaitu metode  penelitian yang bersifat deskriptif dan lebih banyak menggunakan analisis.  Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan hasil analisa untuk  mendapatkan informasi yang harus disimpulkan.

3.4.3 Tahap penarikan Kesimpulan 

Tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan berdasarkan  datadata yang telah disajikan.

IV. Pembahasan

4.1 Pengumpulan Data 

Pengumpulan data dilakukan pada 1 Februari 2023 hingga 5 Februari  melalui survei yang disebarkan oleh peneliti melalui media gform dan akan di  isi oleh responden yang bersangkutan.

4.2 Penyajian dan Pembahasan Data 

Berdasarkan survei yang di lakukan penelitan diperoleh data dari 24 responden yang  akan di sajikan dalam bentuk diagram sebagai berikut:

Berdasarkan survei yang di sebarkan di dapatkan data bahwa:

  1. 63,6% responden pernah berkeinginan untuk merokok.
  2. 36,4% responden tidak pernah berkeinginan untuk merokok.

Berdasarkan survei yang disebarkan, didapatkan data bahwa:

  1. 25% responden ingin merokok dari media seperti film / serial / vidio. 2. 25% responden ingin merokok dari keinginan sendiri.
  2. 50% responden ingin merokok karna teman.
  3. 87,5% responden tahu dampak negatif merokok.
  4. 12,5% responden tidak tahu dampak negatif merokok.
  5. 57,1% responden tidak pernah mengikutin sosialisasi pencegahan rokok di sekolah.
  6. 42,9% responden tidak pernah mengikutin sosialisasi pencegahan rokok di sekolah.
  7. 87,5% responden pernah melihat gambar pada bungkus rokok.
  8. 12,5% responden tidak pernah melihat gambar pada bungkus rokok.
  9. 75 % responden tetap merokok setelah melihat gambar tersebut.
  10. 25% responden tidak ingin mencoba rokok setelah melihat gambar tersebut.
  11. 87,5 % responden beranggapan sosialiasi lebih efektif dalam mencegah kebiasaan merokok.
  12. 12,5% responden beranggapan gambar pada bungkus rokok lebih efektif mencegah kebiasaan merokok.

V Penutup

5.1 Simpulan 

Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan banyak Siswa/siswi SMA Islam Al-Azhar 8 Kota Bekasi yang merokok padahal mereka mengetahui bahaya dari  rokok tersebut

Banyak dari mereka memulai rokok dari teman sebayanya, maka dari itu sosialisasi  dan pemantauan terhadap Siswa/siswi harus diperketat.

Penulis: Naufal Athallah Wijaya
Mahasiswa Jurusan  Hukum Universitas Diponegoro

Editor: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI