Seiring bertambahnya jumlah penduduk di wilayah perkotaan serta semakin sempitnya lahan pertanian, maka persoalan ketahanan pangan semakin menjadi fokus utama di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ketergantungan wilayah perkotaan pada suplai pangan yang berasal dari desa membuat masyarakat yang ada di wilayah perkotaan mudah terdampak seperti perubahan harga, hambatan distribusi, hingga potensi krisis pangan.
Dalam situasi inilah, urban farming atau pertanian perkotaan muncul sebagai salah satu alternatif solusi yang praktis, berkelanjutan, dan dapat diterapkan oleh berbagai kalangan.
Dengan urban farming, kegiatan budidaya pertanian menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan dapat dilakukan bahkan di lahan yang sangat sempit. Melalui urban farming juga mendorong masyarakat untuk lebih mandiri serta peduli terhadap lingkungan.
Inovasi bercocok tanam urban farming saat ini banyak dilakukan dengan berbagai bentuk seperti: bercocok tanam dengan tabulampot, hidroponik, aeroponic, vertikultura, aquaponic, wall gardening, dan lain-lain.
Metode-metode ini banyak diterapkan karena tidak membutuhkan lahan luas namun hasil panen yang dihasilkan jumlahnya signifikan.
Masyarakat kini mulai memanfaatkan halaman rumah, gang sempit, rooftop bangunan, bahkan lahan tidur untuk menanam berbagai produk pertanian.
Saat ini juga berbagai komunitas di daerah perkotaan mulai banyak terlibat aktif dalam urban farming, di mana hasilnya digunakan untuk konsumsi pribadi maupun sebagai sumber penghasilan keluarga.
Urban farming kedepannya diharapkan bukan hanya sekadar aktivitas tambahan, namun juga merupakan gerakan perubahan menuju kota yang lebih mandiri, sehat, serta berkelanjutan.
Produksi pangan yang lebih dekat dengan konsumen membuat rantai distribusi lebih pendek, sehingga harga lebih stabil dan kualitas lebih terjaga. Apabila terus dikembangkan, maka urban farming berpotensi menjadi salah satu cara yang dapat membangun ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang.
Penulis: Ika Sari Tondang
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












