Teknologi Pendinginan dan Peranan Frozen Food dalam Mengurangi Food Waste

mengurangi food waste
Ilustrasi Frozen Food (Gambar: Dok. MMI)

Bahan makanan yang kita konsumsi seringkali tidak langsung habis atau berbagai alasan lain menjadikannya berakhir di tempat pembuangan sampah.

Peristiwa ini dikenal dengan istilah food waste.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Food waste menjadi masalah global dikarenakan dampaknya yang besar terhadap lingkungan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Mengapa Makanan Cepat Rusak?

Umumnya makanan dapat mengalami kerusakan akibat reaksi enzimatis di dalam bahan pangan, oksidasi dan reaksi secara kimiawi, atau aktivitas mikroba dalam bahan pangan.

Aktivitas ini meningkat seiring dengan peningkatan suhu.

Berbagai pendekatan dilakukan untuk meminimalisir terjadinya food waste.

Salah satunya memanfaatkan teknologi pendinginan untuk memperpanjang masa simpan produk.

Penggunaan teknologi pendinginan dapat menekan laju kerusakan bahan pangan.

Beberapa produk telah mengadopsi konsep pendinginan dan pembekuan untuk memperpanjang masa simpannya, salah satunya adalah frozen food.

Baca Juga: Teknologi Pembekuan Cepat, Investasi Cerdas untuk Bisnis Frozen Food

Apa Itu Frozen Food?

Pembekuan makanan dalam rekayasa proses pangan merupakan teknik yang dirancang untuk menghentikan hampir keseluruhan aktivitas mikroba dalam bahan pangan.

Saat makanan dibekukan:

  • Air dalam bahan pangan berubah jadi kristal es
  • Aktivitas air menurun secara drastis
  • Mikroba menjadi tidak aktif
  • Reaksi enzimatis berhenti hampir sepenuhnya

Makanan yang dibekukan ini memiliki masa simpan yang lebih panjang dan penyimpanan yang lebih mudah dikarenakan adanya pembekuan.

Dengan menyimpan makanan pada suhu dibawah -18°C, kamu dapat menyimpannya hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Kamu cukup lakukan defrost dan langsung memasaknya.

Baca Juga: Aplikasi Beeswax Bio-Coating dalam Inovasi Kemasan Pangan untuk Mengurangi Food Waste dan Chemical Additives

Apakah Frozen Food dapat mengurangi Food Waste?

Di Amerika Serikat, penggunaan frozen food mulai dari sayuran beku, daging, hingga makanan siap saji sangat umum digunakan karena praktis, beragam, dan hemat waktu.

Tren frozen food ini berkembang sejak pandemi Covid-19, dan sekarang hampir semua orang memiliki stok frozen food di kulkasnya masing-masing. 

Implikasi dari kebiasaan konsumsi frozen food dengan food waste dapat terlihat pada potensinya melalui:

1. Perpanjangan Umur Simpan

Makanan segar umumnya dapat bertahan hanya 1-2 hari saja, sedangkan makanan yang dibekukan memiliki masa simpan bulanan hingga tahunan.

2. Memberikan Fleksibilitas Konsumsi

Konsumen tidak perlu untuk menghabiskan makanan, sehingga risiko terbuangnya makanan menjadi lebih berkurang.

3. Memberikan Lebih Banyak Variasi dan Fleksibilitas

Hampir seluruh variasi makanan dapat diterapkan menjadi frozen food sehingga pilihan makanannya menjadi lebih banyak.

4. Menjaga Kualitas dan Keamanan Pangan

Pendinginan menurunkan pertumbuhan bakteri patogen dalam pangan.

5. Mendukung Distribusi Pangan Jarak Jauh

Produk pangan dapat dikirim antarwilayah dengan lebih stabil bila cold chain terjaga, sehingga mengurangi kehilangan rantai pasok pangan.


Penulis: Cahyaningtyas Jagad Seto
Mahasiswa Prodi Ilmu Pangan, IPB University


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses