Selebritas K-Pop dan Mental Health

Kpop
Artis K-Pop. (Source: Telkomsel.com)

Dalam industri hiburan, tak jarang mendengar berita idol K-pop (korean pop) mengalami gangguan depresi, kecemasan (anxiety, stres, dll.) Hal itu dikarenakan menjadi idol tidaklah mudah; mencipta lagu, mengadakan konser, menjaga popularitas yang mendunia, memiliki jutaan penggemar, serta mempertahankan air muka agar senantiasa riang di hadapan orang-orang.

Selayaknya manusia, tak jarang di antara mereka menyimpan lelah, sedih bahkan tekanan batin. Bukan hanya itu saja, idol juga dituntut untuk tampil sangat sempurna dalam segi perilaku, sifat, kebiasaan untuk menjadi ‘sosok sempurna’ bagi para penggemar, melewatkan masa-masa muda menjadi trainee (sebutan untuk calon idol yang sedang dalam masa pelatihan), jarang berkumpul bersama keluarga, dan menghadapi para haters.

Sudah sangat biasa penggemar ‘seperti’ mengatur kehidupan idolanya khususnya di Korea, yang mana orang-orang di Korea sangat keras dalam mengritik kehidupan seseorang. Mulai dari gaya busana, bentuk tubuh, sampai kehidupan pribadi. Jika tidak sesuai dengan standar kecantikan atau hal lainnya sebagai publik figur maka akan sedikit yang akan menyukainya.

Maka dari itu para idol biasanya menjalankan hiatus (jeda, cuti) untuk memulihkan kondisi kesehatan mentalnya. Bahkan, jika idol tidak dapat mengendalikan gangguan mentalnya, biasanya akan terpicu melakukan bunuh diri, seperti yang dialami salah satu idol bernama Sulli, salah satu anggota Girl Group F(x). Ia mengalami social anxiety disorder (social phobia) dan akhirnya bunuh diri pada 2019.

Anxiety ada tiga macam, yaitu social anxiety disorder, generalized anxiety disorder dan gangguan panik. Arti anxiety disorder itu sendiri ialah gangguan mental yang memiliki gejala kecemasan, sedangkan gangguan kecemasan sosial  (social anxiety disorder) adalah kondisi seseorang di mana ia merasakan cemas ketika berada di lingkungan sosial, seperti takut diperhatikan di depan umum. Menurut Selvia (dalam Nevid, Rathus & Greene, 2005).

Sama dengan yang dialami Sulli, yang ia alami adalah merasa takut dan diawasi terus menerus. Penderita biasanya akan merasakan hal takut, cemas, gugup dan ketika makan/minum ditempat umum merasa diperhatikan secara intens.

Kecemasan sosial lazim terjadi pada remaja karena perkembangan kehidupan sosial masa remaja, seperti pengaruh teman sebaya yang menyebabkan munculnya perasaan cemas, kesepian, permusuhan, atau komentar-komentar negatif.

Contohnya Sulli sering mendapatkan komentar-komentar negatif di media sosial. Hal seperti itu dapat menyababkan mental seseorang semakin memburuk. Mendapat kecaman, dan netizen menyoroti hal-hal yang dilakukannya.

Ada banyak penyebab kecemasan sosial salah satunya lingkungan. Sulli mendapatkan hal-hal negatif dari lingkungan sekitarnya, ia mengunggah sesuatu di media sosial dan langsung mendapat hujatan negatif tentangnya karena penggemar merasa tidak suka dengan apa yang dilakukan Sulli. Tidak hanya itu, biasanya penggemar tidak suka apabila sang idola berkencan dengan idola lain, dan itulah mengapa Sulli semakin mendapat kebencian dari para penggemarnya.

Faktor lain yang dapat menyebabkan gangguan mentalnya adalah teman dekatnya meninggalkannya, dan itu membuat ia merasa kesepian dan takut. Selain itu, tuntutan dari agensi yang membuat idola merasa tertekan dan kesulitan. Kecemasan sosial bisa menimbulkan komplikasi dan itu dapat mengganggu pekerjaan atau aktivitas lain. Seperti rendah diri, pembicaraan diri yang negatif dll. Jika terjadi kecemasan yang berlebih bisa terjadi reaksi fisiologis seperti, jantung berdebar kencang, pusing, mual, berkeringat, mengakibatkan serangan panik dan hipermentesilasi.

Ciri kecemasan berupa perasaan takut dan kehati-hatian yang tidak jelas atau tidak menyenangkan menurut Umniyah (dalam Davison, dkk 2004). Jika seseorang tidak dapat mengendalikan rasa cemas, dapat memicu bunuh diri karena tidak mampu mengatasi situasi berat, seperti yang terjadi pada Sulli, ia ditemukan tak bernyawa di apartemennya.

Cara idol beristirahat di dunia hiburan untuk memulihkan keadaan karena memiliki gangguan mental adalah dengan hiatus (jeda,cuti). Ada berbagai cara juga untuk menyembuhkan atau mengurangi social anxiety disorder, dapat melalui obat-obatan atau dengan psikoterapi, jika psikoterapi, pskiater akan memberikan solusi-solusi yang akan mengurasi rasa kecemasan tersebut. Jika obat-obatan akan diberikan oleh dokter tergantung dosisnya, juga dapat dengan terapi CBT (cognitive behavioral therapy), terapi ini membantu penderita mengenali rasa takut sekaligus melatih rasa takut dan cemas menjadi rasa yang menyenangkan, penderita akan menyadari bahwa keadaan tak perlu ditakuti dan dicemasi, bukan hanya itu saja tetapi ada terapi relaksasi, yaitu diajarkan teknik meditasi dan teknik pernafasan, tetapi cara ini kurang mampu untuk mengatasi jika gangguan kecamasan kambuh lagi.

Generalized anxiety disorder (gangguan kecemasan umum) ialah gangguan kecemasan yang berlebih sehingga cenderung tidak terkendali (Hapsari, 2020). Penderita gangguan ini merasa khawatir berlebihan tentang permasalahn sehari-hari, mengeluh hal-hal kecil, tidak dapat santai dan berkonsentrasi, mudah lelah, ketidak sabaran dan mudah tersinggung. Penyebabnya bisa karena genetik atau cara pandang masing-masing orang terhadap ancaman. Gangguan ini dapat diobati dengan obat-obatan, psikoterapi, perawatan rumah, seperti rutin olahraga, tidur yang cukup.

Gangguan kecemasan yang terakhir; gangguan panik adalah kondisi yang ditandai dengan serangan panik atau kecemasan yang berlebih. Gangguan panik sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki  (Pittara, 2021).

Gejala gangguan panik, seperti jantung berdebar, sesak napas, mual, dll. Gangguan panik juga bisa sering terjadi pada seseorang, seperti Jennie anggota Girl group Blackpink.

Salah satu penyebabnya adalah depresi, ia mendapat komentar jahat dari para penggemar, gangguan panik bisa karena bergantung pada publik untuk mendapatkan perhatian. Dengan kata lain, idol merasakan tekanan yang sangat besar untuk selalu memenuhi harapan para penggemar, berurusan dengan rasa takut akan kemungkinan merasa gagal untuk melakukan yang terbaik. Gangguan panik juga bisa diobati dengan obat-obatan atau dengan psikoterapi.

Gangguan kesehatan mental pada idol menjadi isu yang tak ada habisnya untuk dibahas, dan kecemasan kadang susah untuk dihilangkan, ada berbagai masalah yang harus dihadapi oleh seseorang jika memiliki anxiety, cara untuk bisa meringankan gangguan kecemasan, mulai dari pengobatan yang ringan sampai yang berat. Baik itu social anxiety yang cemas apabila dilingkungan sosial, GAD yang lebih parah daripada depresi, atau gangguan panik  disorder.

Jika mental seseorang tidak mampu menghadapi gangguan mental, dapat melakukan bunuh diri karena sudah merasa putus asa dan tidak sanggup untuk menjalankan hidup. Meski bunuh diri bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah dan mengakhiri semuanya. Yang penting dapat mengatur agar pikiran tetap tenang dan berusaha tenang. Pentingnya menjaga kesehatan mental agar hidup tidak terganggu dengan rasa cemas atau pikiran negatif.  .

Penulis: Syaghiefah Khilda
Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga

Editor: Rahmat Al Kafi

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI