Trikon dalam SDM Sekolah Lansia: Menguji Konvergensi Standar dan Konsentrisme Lokal

sekolah lansia jogja
Trikon dalam SDM Sekolah Lansia: Menguji Konvergensi Standar dan Konsentrisme Lokal. Ilustrasi: MMI.

Abstrak

Kota Yogyakarta menghadapi tantangan demografi lansia yang kritis, dengan persentase penduduk lansia mencapai 15,46% (Desember 2024) dan Angka Harapan Hidup (sekitar 74,25 tahun), menuntut model intervensi usia lanjut yang efektif dan terakuntabilitas.

Artikel ini menganalisis strategi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) pada Sekolah Lansia (SL) “Sembada Padi” BKL Ngudi Lestari di RW 8 Suryodiningratan. SL Standar 1 lokus perkotaan ini meraih Juara 1 Lomba Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dam Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Kota Yogyakarta 2024.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

SDM Pengajar mengadopsi model dual: fasilitator inti (narasumber pakar) yang diberikan honorarium dari APBD, didukung fasilitator spesialis relawan (dokter gigi relawan, psikolog Puspaga.

Analisis menggunakan kerangka Trikon (konvergensi, konsentris, kontinuitas,) untuk menguji dilema SDM dalam menyeimbangkan standar kurikulum Standar 1 (konvergensi standar) dan kearifan lokal (konsentrisme lokal).

Ditemukan bahwa SL mencapai tingkat Konvergensi yang superior melalui model SDM yang didanai APBD dan jejaring relawan ahli, yang menjamin efektivitas dan keberlanjutan (kontinuitas) program di tengah kompleksitas tantangan perkotaan.

I. Pendahuluan

A. Konteks Strategis dan SL Berprestasi

Sekolah Lansia (SL) adalah pendidikan non-formal yang bertujuan mewujudkan lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat) melalui capaian Tujuh Dimensi Lansia Tangguh (Kim & Kwon, 2025) (Hsieh et al., 2024).

Program ini memiliki tiga tingkatan standar (1, 2, dan 3) yang dibedakan oleh kompleksitas kurikulumnya (Han, 2024) (Thornhill et al., 2002) (Ali & Hidayaturahman, 2025; Charoenkiatkan et al., 2024).

SL “Sembada Padi” BKL Ngudi Lestari merupakan SL Standar 1 yang diluncurkan pada 21 April 2025 oleh Walikota Yogyakarta, menjadikannya model program lansia perkotaan (Wright et al., 2022). Status strategisnya sangat kuat karena ditopang oleh legitimasi ganda:

  1. Legitimasi kualitas: dipilih sebagai pilot project karena memenangkan Juara 1 Lomba Bangga Kencana 2024 kategori Bina Keluarga Lansia (BKL): pendanaan berasal dari APBD DP3AP2KB, menunjukkan tingkat konvergensi pada sistem dan akuntabilitas pemerintah kota yang tinggi (Van Vleet et al., 2023) (X. Li et al., 2025).
    Kesesuaian sistem dan mekanisme pertanggungjawaban menjadi kunci untuk menjamin transparansi serta kualitas layanan publik (Agostino et al., 2022).

Baca Juga: Program Kegiatan Psikologi Komunitas Penguatan Dukungan Sosial melalui Metode Katarsis untuk Menurunkan Tingkat Stres pada Lansia

B. Urgensi dan Kebaruan Penelitian

Urgensi penelitian ini didasari oleh dua masalah nyata: tantangan demografi Kota Yogyakarta dan kebutuhan akan model program publik yang akuntabel (Barbera et al., 2025; Thomann et al., 2023).

Kota Yogyakarta berada dalam era ageing population dengan persentase lansia mencapai 15,46% (tertinggi di DIY) dan didukung oleh Angka Harapan Hidup (AHH) sekitar 74,25 tahun (Warner et al., 2024).

Kondisi ini menuntut SL tidak hanya eksis sebagai lembaga pembelajaran, tetapi juga berperan dalam mengembangkan lansia yang SMART serta tetap berdaya dalam periode hidup yang lebih panjang (Y. Wu et al., 2024) (Chen, 2024).

Oleh karena itu, SL “Sembada Padi” yang Juara 1 dan didanai APBD menjadi studi kasus krusial untuk membedah strategi SDM model dual (SDM inti berhonorarium APBD dan spesialis relawan) dalam mencapai konvergensi kualitas di tengah kompleksitas perkotaan dan tuntutan akuntabilitas anggaran publik (Bianchi & Hall, 2023) (Kang et al., 2025a).

Kebaruan penelitian (novelty) ini terletak pada kerangka analisis dan implikasi teoretis yang ditawarkan. Secara teoretis, studi ini merupakan yang pertama menguji strategi Manajemen SDM SL menggunakan kerangka Trikon (kontinuitas, konvergensi, konsentris) sebagai lensa strategi adaptasi (Mushtaq & Akhtar, 2024) (Jia et al., 2023).

Kebaruan metodologis yang dihasilkan adalah temuan hubungan multiplikatif (∝) antara kualitas program (konvergensi standar) dengan relevansi lokal (konsentrisme lokal) (Gambetta et al., 2023).

Keberhasilan program SL yang didanai pemerintah sangat bergantung pada perumusan strategi sinergis optimal, yang menggabungkan SDM berkemampuan elite (konvergensi) dengan dukungan kepemilikan komunitas (konsentrisme) (Y. Li et al., 2023).

Kombinasi antara konvergensi dan konsentrisme inilah yang secara praktis menjadi kunci utama untuk menjamin keberlanjutan (kontinuitas) program tersebut di tingkat mikro (Azmat et al., 2023).

C. Trikon sebagai Lensa Strategi Adaptasi

Dalam konteks pilot project berprestasi ini, SDM (pengurus dan fasilitator) dituntut untuk secara simultan mempertahankan kualitas teruji dan akuntabilitas anggaran (konvergensi) (Zhang et al., 2025).

Tantangan ini harus diseimbangkan dengan upaya menjamin bahwa program tetap relevan dan sesuai dengan budaya gotong royong atau guyub di komunitas (konsentrisme) (Irina Mildawani et al., 2024).

Kerangka Trikon diterapkan untuk membedah strategi adaptasi SDM ini, di mana kontinuitas program menjadi ukuran keberhasilan sinergi keduanya (Zhou et al., 2025). Kerangka Trikon diterapkan untuk membedah strategi SDM ini:

  1. Konvergensi: adopsi praktik terbaik dari luar (misalnya, modul 7 Dimensi Lansia Tangguh) (Kennedy, 2023).
  2. Konsentris: berpusat pada nilai dan kearifan lokal (budaya guyub RW 8 Suryodiningratan) (Asmal & Latief, 2023).
  3. Kontinuitas: keberlanjutan dan proses yang tidak terputus (terutama rotasi relawan) (Wilson et al., 2023).

Baca Juga: Membangun Desa Rembun Aktif dan Bugar lewat Inovasi Pembelajaran PJOK dan Senam Lansia

II. Tinjauan Pustaka

A. Konvergensi Primer: Mandat Kurikulum Standar 1 Lokus Perkotaan

Kurikulum Standar 1 adalah kriteria minimal yang harus dipenuhi SDM, mencakup Tujuh Dimensi Lansia Tangguh (Y.-C. Wu et al., 2024) (Galaitsi et al., 2023).

Dalam konteks lokus perkotaan, SDM SL harus menekankan dimensi kesehatan (termasuk mulut dan gigi) dan akses ekonomi sebagai respon terhadap kompleksitas kehidupan kota (Osuh et al., 2024) (Grant et al., 2024).

B. Trikon dalam Strategi SDM

Kerangka Trikon berfungsi sebagai panduan strategis bagi manajemen SDM SL untuk menyeimbangkan standar kualitas nasional dengan kebutuhan lokal demi tercapainya keberlanjutan (Kramar, 2022) (Ren et al., 2023) (Kutaula et al., 2025).

Tabel 1: Trikon dalam Strategi SDM Sekolah Lansia “Sembada Padi”

Asas Trikon Implementasi Strategis SDM

Tujuan

Konvergensi Adopsi modul pelatihan, kurikulum, dan standar operasional yang terarah, terukur, dan teratur (3T) dari BKKBN, terutama dalam mencapai 7 Dimensi Lansia Tangguh (Standar Global/Nasional) Memastikan kualitas dan relevansi keilmuan program
Konsentris Pengembangan kurikulum dan metodologi pengajaran yang berpusat pada potensi dan kondisi wilayah setempat, serta kearifan lokal (nilai budaya Yogyakarta) Membangun sense of belonging dan relevansi program bagi lansia lokal
Kontinuitas Keberlanjutan program pelatihan SDM dan sistem administratif (pencatatan, pelaporan) yang terintegrasi dengan Kelompok BKL, untuk menjamin kesinambungan operasional Memastikan program berjalan stabil dan terukur dari waktu ke waktu

Sumber: Data diolah (2025)

C. Model Dual SDM: Fondasi Implementasi Trikon

Strategi SDM SL “Sembada Padi” didasarkan pada model dual untuk mengimplementasikan konvergensi standar (Tabel 1) (Kang et al., 2025b):

  1. SDM inti (narasumber pakar yang dibiayai APBD): Para narasumber pakar yang memastikan stabilitas dan kualitas kurikulum Standar 1: dosen Fakultas KMK UGM, Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Perwakilan DIY, nutrisionis, fisioterapis, dan Indonesia Ramah Lansia.
  2. SDM kemitraan (fasilitator spesialis relawan yang tidak dibiayai APBD): Para fasilitator spesialis yang berkontribusi melalui kerelawanan profesional: Dokter Gigi Relawan, Psikolog Puskesmas, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM.

Baca Juga: Manfaat Rebusan Daun Seledri terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi pada Lansia 

III. Metode Penelitian

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study) (Karim et al., 2022).

Lokus dipilih secara purposif (purposive sampling) yaitu Sekolah Lansia (SL) “Sembada Padi” BKL Ngudi Lestari, yang merupakan SL Standar 1 berprestasi (Juara 1 Lomba Bangga Kencana 2024) dan didanai APBD, menjadikannya kasus unik (critical case) untuk menganalisis strategi manajemen SDM yang berhasil mencapai konvergensi kualitas dan konsentrisme lokal di tengah tantangan demografi perkotaan.

B. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini.

  1. Data primer: diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan pengurus inti SL, fasilitator SDM inti (narasumber pakar), dan fasilitator SDM kemitraan (relawan spesialis) untuk mendapatkan informasi detail mengenai implementasi kurikulum Standar 1 dan strategi adaptasi kearifan lokal (guyub).
  2. Data sekunder: meliputi dokumen resmi (laporan kinerja DP3AP2KB terkait SL, modul kurikulum Standar 1 BKKBN, dan data statistik demografi lansia BPS Kota Yogyakarta).

C. Teknik Analisis Data

Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) kualitatif dengan kerangka Trikon (Kontinuitas, Konvergensi, Konsentris) sebagai lensa teoretis. Proses analisis meliputi:

  1. Reduksi data: memilah data wawancara dan dokumen yang relevan dengan tiga dimensi Trikon.
  2. Penyajian data: data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif dan tabel komparatif (Bab IV).
  3. Penarikan simpulan/verifikasi: menguji data di lapangan terhadap kerangka Trikon dan menghasilkan temuan teoretis baru, yaitu hubungan multiplikatif antara konvergensi dan konsentrisme untuk menjamin kontinuitas program.

IV. Analisis Strategi SDM: Menguji Konvergensi Standar vs. Konsentrisme Lokal

A. Konvergensi Standar: Jaminan Kualitas Superior Melalui Struktur SDM Dual

Struktur SDM SL “Sembada Padi” mencapai konvergensi superior melalui sinergi pendanaan dan kerelawanan ahli:

  1. Konvergensi finansial: honorarium APBD menjamin keahlian narasumber pakar (dosen UGM) untuk kualitas inti kurikulum Standar 1.
  2. Konvergensi keilmuan & relawan: keterlibatan fasilitator spesialis relawan (dokter gigi, psikolog Puspaga) melengkapi cakupan dimensi fisik kurikulum.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UPI Kampus Purwakarta Gelar Partisipasi dalam Tiga Meja Layanan Posyandu Lansia

B. Konsentrisme Lokal: Strategi Retensi Komunal di Lokus Perkotaan

Efektivitas kurikulum Standar 1 bergantung pada konsentrisme SDM fasilitator lokal, yang bertindak sebagai penyaring budaya dan relevansi (Restrepo et al., 2023):

  1. Komodifikasi ilmu: fasilitator lokal harus menyajikan materi teknis dari ahli (dokter gigi, dosen UGM) dengan konteks budaya Yogyakarta dan bahasa yang kontekstual (konsentrisme). Hal ini penting agar ilmu dapat dipraktikkan di lingkungan RW 8 Suryodiningratan.
  2. Inovasi guyub: konsentrisme melalui penguatan nilai guyub (kebersamaan) adalah strategi kunci untuk mengatasi kecenderungan individualisme di perkotaan, menjamin partisipasi dan kontinuitas SDM relawan lokal.

C. Kontinuitas: Jaminan Keberlanjutan Program

Keberlanjutan (kontinuitas) program di SL “Sembada Padi” dijamin oleh model SDM dual yang kokoh dan didukung dana publik.

Tabel 2: Sinergi Trikon untuk Kontinuitas Program Pilot Project

Pemicu Kontinuitas Strategi SDM yang Diterapkan Deskripsi Strategis

Tujuan Strategis

Stabilitas Finansial Konvergensi (Pemberian Honorarium APBD) untuk SDM Inti. Honorarium APBD menjamin akuntabilitas dan komitmen jangka panjang dari Fasilitator elite (Indonesia Ramag Lansia (IRL), Dosen UGM, Kemenduk Bangga). Mencapai Kontinuitas Pendanaan & Menjaga Kualitas Mutakhir Kurikulum S1.
Kualitas Pembelajaran Konvergensi Keahlian (SDM Didanai & Relawan Ahli) yang disajikan dengan Konsentrisme (metode lokal) Integrasi keahlian spesialis (Dokter Gigi, Nutrisionis, Fisioterapis) dengan bahasa guyub lokal. Memastikan Efektivitas Program dan Peningkatan Kesehatan Holistik Lansia.
Dukungan Kelembagaan Konvergensi Lintas Sektoral (DinkopUKM, Puspaga dan Akuntabilitas Administratif. Kepatuhan laporan APBD dan kemitraan OPD menjamin akses lansia ke layanan publik. Memperkuat Legitimasi Program dan Menjamin Keterjangkauan Layanan Publik Perkotaan.
Stabilitas SDM Relawan Konsentrisme Komunal (Penguatan nilai kekeluargaan) & Kemitraan Relawan. Kerelawanan profesional (Dokter Gigi) dipertahankan oleh ikatan sosial yang kuat. Mengurangi Dependensi Finansial pada APBD dan Membangun Kepemilikan Komunitas (Sustainability).

Sumber: Data diolah (2025)

Baca Juga: Mahasiswa UNPI Sosialisasikan Terapi Mewarnai untuk Menurunkan Nyeri pada Lansia Panti Werdha Damai Ranomuut Manado

V. Pembahasan dan Implikasi Strategik

A. Sinergi Trikon: Kunci Prestasi dan Akuntabilitas

SL “Sembada Padi” membuktikan bahwa konvergensi standar (didukung SDM ahli yang didanai APBD dan jejaring relawan profesional) adalah syarat wajib untuk SL yang berprestasi.

Kemenangan lomba Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) adalah hasil dari SDM yang mampu mengintegrasikan keahlian elite (konvergensi) dengan nilai-nilai komunal yang inovatif (konsentrisme).

Implikasi strategisnya dirumuskan sebagai hubungan multiplikatif (kebaruan teoretis):

Efektivitas SL Kontinu∝Konvergensi Kurikulum Standar 1 Lokus Perkotaan×Konsentrisme Lokal

Hubungan perkalian ini menegaskan kebaruan (novelty) penelitian: efektivitas dan kontinuitas SL hanya tercapai ketika kualitas ahli (konvergensi) berhasil ditanamkan secara relevan (konsentrisme) ke dalam budaya lokal.

Jika salah satu faktor (konvergensi atau konsentrisme) lemah atau diabaikan, maka efektivitas program secara keseluruhan akan menurun drastis. Model SDM dual yang unik ini adalah mekanisme yang memungkinkan sinergi multiplikatif ini terjadi.

B. Implikasi Strategis dan Kebijakan Program Lansia

Berdasarkan temuan model multiplikatif Trikon, terdapat tiga implikasi strategis utama yang dapat diterapkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dan pengelola program lansia lainnya:

Tabel 3. Implikasi Strategis dan Kebijakan Program Lansia

Elemen

Rincian Aksi Kebijakan

Tujuan Jangka Panjang

Legitimasi Finansial & Kualitas (Penguatan Konvergensi) Pemerintah Daerah (DP3AP2KB) harus menjadikan alokasi APBD untuk honorarium narasumber pakar (SDM Inti) sebagai standar wajib bagi SL berprestasi. Menjamin kualitas Kurikulum Standar 1 yang terakuntabilitas dan mutakhir, mengatasi tantangan lansia perkotaan.

 

Kemitraan Multisektor Berbasis Relawan (Jembatan Konsentrisme)

 

Formalisasi peran Fasilitator Spesialis Relawan (Dokter, Psikolog Puspaga melalui perjanjian kerja sama (MoU) yang non-finansial tetapi berbasis skill-sharing dan rekognisi. Memastikan ketersediaan keahlian spesialis yang melengkapi Kurikulum, sekaligus mempertahankan semangat kerelawanan (guyub).

 

Inovasi Retensi Komunal (Guyub) (Penguatan Kontinuitas)

 

 

Mengintegrasikan nilai kearifan lokal (guyub dan budaya Yogyakarta) sebagai modul wajib bagi semua Fasilitator lokal untuk meningkatkan sense of belonging dan retensi SDM. Membangun keberlanjutan program (Kontinuitas) yang tidak hanya bergantung pada dana publik, tetapi pada kepemilikan komunitas.

Sumber: Data diolah (2025)

Baca Juga: Penerapan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dalam Komunikasi Korporat Roti’O pada Kasus Penolakan Pembayaran Tunai terhadap Konsumen Lansia

Efektivitas dan kontinuitas (keberlanjutan) SL hanya tercapai ketika kualitas ahli (konvergensi) berhasil ditanamkan secara relevan (konsentrisme) ke dalam budaya lokal (Bueno et al., 2023).

Model SDM dual SL “Sembada Padi” sukses karena mampu menggunakan APBD untuk membeli kualitas (konvergensi) dan pada saat yang sama, menggunakan relawan lokal/kemitraan untuk memastikan relevansi (konsentrisme).

VI. Simpulan

Trikon adalah kerangka yang paling tepat untuk menganalisis strategi SDM pada SL “Sembada Padi” BKL Ngudi Lestari.

Struktur SDM dual, dengan honorarium APBD untuk staf inti ahli dan keterlibatan relawan profesional (dokter gigi) serta lintas sektoral, menunjukkan tingkat konvergensi finansial dan keahlian yang superior untuk kurikulum Standar 1. Strategi ini memungkinkan SL mengatasi tantangan lokus perkotaan.

Namun, nilai konsentrisme yang berpusat pada kearifan lokal tetap menjadi faktor vital yang menjamin retensi SDM dan partisipasi lansia, yang secara keseluruhan menopang kontinuitas dan keberlanjutan program di tingkat komunitas mikro.


Penulis: Sri Hartati
Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi 


Referensi

Agostino, D., Bracci, E., & Steccolini, I. (2022). Accounting and accountability for the digital transformation of public services. Financial Accountability & Management, 38(2), 145–151. https://doi.org/10.1111/faam.12314

Ali, A., & Hidayaturahman, M. (2025). Assistance In Developing a Geragogy-Based Religious Curriculum to Enhance the Spiritual and Physical Well-Being of The Elderly, Bogor. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(2), 224–232. https://doi.org/10.30997/qh.v11i2.21108

Asmal, I., & Latief, R. (2023). The Presence of a Family Communal Space as a Form of Local Wisdom towards Community Cohesion and Resilience in Coastal Settlements. Sustainability, 15(10), 8167. https://doi.org/10.3390/su15108167

Azmat, F., Lim, W. M., Moyeen, A., Voola, R., & Gupta, G. (2023). Convergence of business, innovation, and sustainability at the tipping point of the sustainable development goals. Journal of Business Research, 167, 114170. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2023.114170

Barbera, C., Ferry, L., Hyndman, N., Liguori, M., McCandless, S., & Midgley, H. C. (2025). Governance and Accountability in Reshaping Public Services: Open Challenges and Wicked Problems of the 21st Century. Public Administration, 103(3), 677–692. https://doi.org/10.1111/padm.70012

Bianchi, C., & Hall, J. (2023). Harnessing the evolutionary advantage of emergent performance management regimes: Strengthening accountability for challenges of modern public administration and governance. Public Administration Review, 83(5), 1083–1087. https://doi.org/10.1111/puar.13713

Bueno, I., Moreno-Calles, A. I., & Merçon, J. (2023). Yeknemilis: Social Learning and Intercultural Transdisciplinary Collaboration for Sustainable Life. Sustainability, 15(12), 9626. https://doi.org/10.3390/su15129626

Charoenkiatkan, C., Khositditsayanan, N., & Wannupatam, B. (2024). Training curriculum to enhance the quality of life for the elderly. Journal of Education and Learning (EduLearn), 18(3), 616–623. https://doi.org/10.11591/edulearn.v18i3.21336

Chen, S. (2024). Age-appropriate design of smart senior care product APP interface based on deep learning. Heliyon, 10(7), e28567. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e28567

Galaitsi, S. E., Pinigina, E., Keisler, J. M., Pescaroli, G., Keenan, J. M., & Linkov, I. (2023). Business Continuity Management, Operational Resilience, and Organizational Resilience: Commonalities, Distinctions, and Synthesis. International Journal of Disaster Risk Science, 14(5), 713–721. https://doi.org/10.1007/s13753-023-00494-x

Gambetta, D., Mauro, G., & Pappalardo, L. (2023). Mobility constraints in segregation models. Scientific Reports, 13(1), 12087. https://doi.org/10.1038/s41598-023-38519-6

Grant, M., De Leeuw, E., Teixeira Caiaffa, W., Ivey Boufford, J., Dora, C., & Parnell, S. (2024). The emergence of a modern paradigm for urban health. F1000Research, 13, 987. https://doi.org/10.12688/f1000research.154294.1

Han, Y. (2024). Constructing and Guiding Elderly Education Curricula: A Perspective on Addressing Diverse Needs. Journal of Modern Educational Research, 3, 15. https://doi.org/10.53964/jmer.2024015

Hsieh, J., Mirza, R., Klinger, C., Hill, J., Janes, H., & Osmond, C. (2024). BUILDING BRIDGES ACROSS GENERATIONS: THE INTERGENERATIONAL CLASSROOM. Innovation in Aging, 8(Supplement_1), 964–964. https://doi.org/10.1093/geroni/igae098.3106

Irina Mildawani, I Gusti Agung Ayu Rai Asmiwyati, Rehulina Apriyanti, Veronika Widi Prabawasari, & Armaini Akhirson. (2024). The Application of Tri Hita Karana Principles in Landscape Architecture and Urban Planning: A Case Study of Kedonganan Traditional Village, Bali. EVOLUTIONARY STUDIES IN IMAGINATIVE CULTURE, 869–878. https://doi.org/10.70082/esiculture.vi.741

Jia, J., Yuan, S., Wei, L., & Tang, G. (2023). When firms adopt sustainable human resource management: A fuzzy‐set analysis. Human Resource Management, 62(3), 283–305. https://doi.org/10.1002/hrm.22164

Kang, S., Han, J. H., Oh, I.-S., Van Iddekinge, C., & Li, J. (2025a). Do human resource systems indeed have “system” effects? The dual internal fit model of a high-performance work system. Journal of Applied Psychology, 110(4), 575–597. https://doi.org/10.1037/apl0001241

Kang, S., Han, J. H., Oh, I.-S., Van Iddekinge, C., & Li, J. (2025b). Do human resource systems indeed have “system” effects? The dual internal fit model of a high-performance work system. Journal of Applied Psychology, 110(4), 575–597. https://doi.org/10.1037/apl0001241

Karim, A., Bakhtiar, A., Sahrodi, J., & Chang, P. H. (2022). Spiritual leadership behaviors in religious workplace: The case of pesantren. International Journal of Leadership in Education, 1–29. https://doi.org/10.1080/13603124.2022.2076285

Kennedy, T. (2023). ADVANCING ADOPTION AND SUSTAINABILITY OF AGE-FRIENDLY INITIATIVES THROUGH SYNERGIES AND IMPLEMENTATION SCIENCE. Innovation in Aging, 7(Supplement_1), 102–103. https://doi.org/10.1093/geroni/igad104.0333

Kim, M. H., & Kwon, K. H. (2025). Social value of active seniors’ behavior in the inner beauty market: A systematic review. Geriatrics & Gerontology International, 25(10), 1295–1300. https://doi.org/10.1111/ggi.70157

Kramar, R. (2022). Sustainable human resource management: Six defining characteristics. Asia Pacific Journal of Human Resources, 60(1), 146–170. https://doi.org/10.1111/1744-7941.12321

Kutaula, S., Chowdhury, S., Gillani, A., Budhwar, P. S., & Dey, P. K. (2025). Linking HRM with Sustainability Performance Through Sustainability Practices: Unlocking the Black Box. British Journal of Management, 36(2), 615–632. https://doi.org/10.1111/1467-8551.12861

Li, X., Xie, J., Luo, J., & Yang, A. (2025). The Silver-Hair Economy in the New Era: Political Economy Perspectives on Its Dilemmas and Solutions. Sustainability, 17(15), 6760. https://doi.org/10.3390/su17156760

Li, Y., Qin, X., Sullivan, A., Chi, G., Lu, Z., Pan, W., & Liu, Y. (2023). Collective action improves elite-driven governance in rural development within China. Humanities and Social Sciences Communications, 10(1), 600. https://doi.org/10.1057/s41599-023-02089-9

Mushtaq, S., & Akhtar, S. (2024). Sustainable HRM strategies, enhancing organizational resilience and advancing sustainability goals. Journal of Management Development, 43(5), 712–726. https://doi.org/10.1108/JMD-02-2024-0072

Osuh, M. E., Oke, G. A., Lilford, R. J., Osuh, J. I., Harris, B., Owoaje, E., Lawal, F. B., Omigbodun, A., Adedokun, B., & Chen, Y.-F. (2024). Systematic review of oral health in slums and non-slum urban settings of Low and Middle-Income Countries (LMICs): Disease prevalence, determinants, perception, and practices. PLOS ONE, 19(11), e0309319. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0309319

Ren, S., Cooke, F. L., Stahl, G. K., Fan, D., & Timming, A. R. (2023). Advancing the sustainability agenda through strategic human resource management: Insights and suggestions for future research. Human Resource Management, 62(3), 251–265. https://doi.org/10.1002/hrm.22169

Restrepo, N., Correa, J., Taborda, Y. M., & Ayala, L. J. (2023). Currículo Contextualizado con Pertinencia Cultural para la Educación Infantil en Contextos Rurales. REICE. Revista Iberoamericana Sobre Calidad, Eficacia y Cambio En Educación, 21(3), 119–138. https://doi.org/10.15366/reice2023.21.3.007

Thomann, E., Maxia, J., & Ege, J. (2023). How street‐level dilemmas and politics shape divergence: The accountability regimes framework. Policy Studies Journal, 51(4), 793–816. https://doi.org/10.1111/psj.12504

Thornhill, J. I., Richeson, N., & Roberts, E. (2002). Senior Mentor Program: A Geriatrics Focused Curriculum. Academic Medicine, 77(9), 934.

Van Vleet, S., Griffin, R., Mallender, W., Fontanese, M., Sakai, H., Savage, B., Coldiron, A., & Barnett, M. (2023). VESTA: A SMARTPHONE-BASED ASSESSMENT OF MODERN FINANCIAL CAPACITY FOR OLDER ADULTS. Innovation in Aging, 7(Supplement_1), 680–680. https://doi.org/10.1093/geroni/igad104.2210

Warner, M. E., Zhang, X., & Guillemot, J. (2024). Demographic ageing: An opportunity to rethink economy, society and regions. Cambridge Journal of Regions, Economy and Society, rsae031. https://doi.org/10.1093/cjres/rsae031

Wilson, K. R., Rogers, B. L., Carroll, D. A., Ezaki, A., & Coates, J. (2023). Sustainability of community-based workers in multisectoral food security programs: A case study of producer leaders, village vaccinators, mother leaders, and community health workers in Burkina Faso. Agriculture & Food Security, 12(1), 30. https://doi.org/10.1186/s40066-023-00432-6

Wright, K., Moss, K., Tate, J., Rose, K., & Shields, P. (2022). URBAN AGING RESIDENTS COALITION (UARC): A HYBRID MODEL TO BRIDGE THE TECHNOLOGY GAP. Innovation in Aging, 6(Supplement_1), 422–423. https://doi.org/10.1093/geroni/igac059.1660

Wu, Y., Huang, W., Ye, X., & Chen, J. (2024). AiCare: An Affordable, Reliable, and Intelligent Senior Care Ecosystem [Innovations Corner]. IEEE Circuits and Systems Magazine, 24(3), 37–38. https://doi.org/10.1109/MCAS.2024.3358277

Wu, Y.-C., Shen, S.-F., Chen, L.-K., & Tung, H.-H. (2024). A Web-Based Resilience-Enhancing Program to Improve Resilience, Physical Activity, and Well-being in Geriatric Population: Randomized Controlled Trial. Journal of Medical Internet Research, 26, e53450. https://doi.org/10.2196/53450

Zhang, Z., Lee, H. W., Jiang, K., & Chen, Y. (2025). Dancing in Tandem: The Role of HR Value Congruence and Line Manager‐ HR Manager Collaboration in Effective HR Implementation. Human Resource Management, 64(2), 523–541. https://doi.org/10.1002/hrm.22272

Zhou, J., Shang, P., Zhang, G., Fan, Y., & Ma, R. (2025). The internal synergy effect of the dual-oriented HRM system on employee ethical behaviors. Personnel Review, 54(1), 83–105. https://doi.org/10.1108/PR-09-2022-0636

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses